<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195</id><updated>2012-02-16T15:49:11.383+07:00</updated><category term='tugs ujian kompt 2 b'/><category term='tugas ujian praktek komputer IIA'/><category term='Tutor'/><category term='gizi bgd'/><category term='tugas yuche valentine'/><title type='text'>Cara Memasukkan Modul ke dalam Blog ......!</title><subtitle type='html'>Workshop Penyusunan modul berbasis IT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-4034566490225841378</id><published>2012-01-25T22:08:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T22:08:11.551+07:00</updated><title type='text'>WAZZUB baru yang akan launching pada tgl 9 April 2012</title><content type='html'>Baca narasi tentang "WAZZUB" ini biar lebih paham :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 - Google&lt;br /&gt;Anda pasti tahu perusahaan seperti Google atau Yahoo!. Dan Anda pasti tahu juga berapa banyak y...ang mereka peroleh. Tidak tahu? Berikut adalah jawabannya: Mereka mendapatkan miliaran Dollar setiap tahunnya (Google mendapat $ 29.000.000.000 HANYA pada tahun 2010) itu berkat KITA yang menggunakan layanan mereka. Google menawarkan banyak layanan. Tapi 95% dari pendapatannya ($ 27.550.000.000) berasal dari hanya SATU layanan saja: mesin pencari milik mereka yang terkenal, Google Search. Setiap user yang menggunakan Google Search membuat Google mendapatkan sekitar 1 $ / hari. Bayangkan jika Anda bisa mendapatkan hanya 0.001% dari penghasilan Google Search: $ 275.000/Tahun (sekitar $ 23.000/bulan). Masalahnya adalah: Anda tidak akan mendapatkannya karena Google menyimpan SEMUA penghasilannya untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II - Wazzub, "Revolusi Pengguna"&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, seseorang berpikir: "Kami, para pengguna membuat mereka mendapatkan miliaran dan kami tidak mendapatkan satu sen-pun. Itu sangat menjijikkan ". Maka Lahirlah WAZZUB. Wazzub adalah mesin pencari, seperti Google, yang akan memberikan Anda uang untuk merujuk orang ikut bergabung menjadi Membernya. Anda akan mendapatkan $ 1/bulan, SEUMUR HIDUP, untuk setiap user yang bergabung dengan Wazzub menggunakan link referral Anda. Dan Anda juga mendapatkan $ 1/bulan, SEUMUR HIDUP, setiap kali seseorang bergabung dengan kelompok Anda (misalnya: Anda akan mendapatkan $ 1 jika teman Anda mengundang seseorang untuk bergabung, tetapi Anda juga akan mendapatkan $ 1 jika teman dari teman Anda itu mengajak seseorang untuk ikut bergabung juga, dst ..).&lt;br /&gt;Anda dapat mencoba kalkulator mereka untuk melihat bagaimana hal itu dapat dengan mudah untuk mendapatkan $ 4000/bulan tanpa usaha apapun. Anda hanya perlu mengajak 5 orang untuk melakukan hal yang sama dalam 5 tingkatan. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat &amp; mudah hanya dengan memberitahu teman-teman Anda dan dengan mem-posting di forum di Internet seperti yang saya lakukan saat ini. 4000 $ / bulan, SEUMUR HIDUP, hanya untuk memberitahu teman Anda untuk bergabung sebuah website. Kedengarannya luar biasa, bukan? Dan itu kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III-Mengapa Wazzub membayar begitu banyak untuk penggunanya?&lt;br /&gt;Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Wazzub membayar Anda untuk mengajak orang untuk bergabung. Sebenarnya, jawabannya cukup sederhana: semakin banyak pengunjung yang mereka dapatkan, semakin banyak mereka dibayar. Ingat, Google mendapat $ 1 per pengguna PER HARI. Wazzub akan membayar Anda $ 1 per pengguna PER BULAN. Jadi masih menguntungkan untuk Wazzub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV - Ambil keputusan Anda&lt;br /&gt;Anda harus mengambil keputusan dengan sangat cepat: bergabung sekarang, mulai memberitahu teman-teman Anda dan dapatkan $ 50, $ 1000, $ 4000 atau bahkan lebih per bulan selama seluruh hidup Anda. Atau menunggu dan melihat apakah WAZZUB itu benar-benar legit ... Tapi hati-hati: Wazzub tidak akan membagi hasil pendapatannya untuk anggota yang bergabung setelah April, 9, 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, mereka menganggap bahwa setelah 3 bulan ini mereka akan memiliki cukup anggota dan mereka tidak harus membayar untuk mendapatkan lagi anggotanya secara lebih dan lebih.&lt;br /&gt;Jadi bergabung SEKARANG, GRATIS, dan ajaklah orang-orang yanglebih banyak sebelum April, 9 2012. Setelah itu, akan terlambat. Anda memiliki 3 bulan untuk mengubah hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V - Tidak ada lagi yang perlu dikatakan, saatnya untuk mendaftar&lt;br /&gt;Anda harus, dan Anda akan membayar apa-apa untuk medaftar. Benar-benar GRATIS.&lt;br /&gt;pergi ke sini &lt;a href="http://signup.wazzub.info/?lrRef=5dcc2"&gt;&lt;/a&gt; masukkan email &amp; data-data Anda , klik tombol "Join" dan ... hanya Itu saja. Aman. Kemudian, Anda akan segera menerima email dengan informasi penting dan link referral Anda, seperti alamat saya di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI - Beritahu semua orang tentang Wazzub&lt;br /&gt;Hal penting untuk diingat adalah: semakin cepat Anda untuk mem-posting di forum, memberitahu teman-teman Anda, dll .. orang-orang akan mendaftar dengan link referral ANDA.&lt;br /&gt;Wazzub sangat lah baru. Anda akan menjadi salah satu orang pertama di dunia untuk tahu tentang hal itu. Jangan membuang kesempatan ini.&lt;br /&gt;Anda dapat meng-copy &amp; paste eBook ini dan mengumumkannya dengan link referral anda sendiri, No Problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan daftar gratis KLIK disini&lt;br /&gt;http://signup.wazzub.info/?lrRef=5dcc2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-4034566490225841378?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4034566490225841378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4034566490225841378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2012/01/wazzub-baru-yang-akan-launching-pada.html' title='WAZZUB baru yang akan launching pada tgl 9 April 2012'/><author><name>abenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05433190176341231744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U29AqVj0KTI/SVrsNKtT1wI/AAAAAAAAAAY/Giqh827kIss/S220/1_865856455m.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-7764380944008049935</id><published>2011-05-19T18:02:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T18:02:10.984+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://spreadsheets.google.com/viewform?formkey=dHBSTE1VT3JXQjNkMFZGaXN2YXBMX0E6MQ" target="_blank"&gt;&lt;img alt="pos" border="0" height="400" src="https://lh6.googleusercontent.com/_66asPIB0Wsk/TcV3cHHUSmI/AAAAAAAAAeE/KuIQNcE20Xk/s400/blackboard.jpg" width="296" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-7764380944008049935?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7764380944008049935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7764380944008049935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/pos.html' title=''/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/_66asPIB0Wsk/TcV3cHHUSmI/AAAAAAAAAeE/KuIQNcE20Xk/s72-c/blackboard.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-7948479981555271279</id><published>2011-05-19T11:42:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T11:42:30.889+07:00</updated><title type='text'>Materi Nanti Sore</title><content type='html'>dari Dr. Ummi Fahmida&lt;br /&gt;Silahkan didownload materinya yang sudah saya upload di ziddu.com. Ukuran file 2 MB dalam keadaa terkompress (.RAR). FIle presentaasi powerpoint.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YQiltxiy50k/TdSfO2i7MoI/AAAAAAAAAho/KiV6BlEyqso/s1600/up.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://1.bp.blogspot.com/-YQiltxiy50k/TdSfO2i7MoI/AAAAAAAAAho/KiV6BlEyqso/s320/up.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam hal ini juga sekalian saya mempresentasikan cara membuat link. Setelah file saya upload ke ziddu (ke Akun saya). Lali linknya saya ambil dengan cara klik kanan copy link location&lt;br /&gt;Mau langsung download, skilahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15040723/matericurrentissuesurveykonsumsipangan.rar"&gt;&lt;b&gt;KLIK&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; disini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-7948479981555271279?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7948479981555271279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7948479981555271279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/materi-nanti-sore.html' title='Materi Nanti Sore'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YQiltxiy50k/TdSfO2i7MoI/AAAAAAAAAho/KiV6BlEyqso/s72-c/up.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-416110337596408723</id><published>2011-05-18T20:54:00.008+07:00</published><updated>2011-05-18T21:28:27.522+07:00</updated><title type='text'>autis_ caMeLia Rezky 072022948 II.B</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;A.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;Latar Belakang&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Autisme merupakan gangguan perkembangan yang sangat komplek pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usai tiga tahun.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0e6wSPWC6Ww/TdPXJxWrKWI/AAAAAAAAAhk/TGKk9Uu3eR8/s1600/mf.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-0e6wSPWC6Ww/TdPXJxWrKWI/AAAAAAAAAhk/TGKk9Uu3eR8/s200/mf.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Autisme atau dikenal dengan sindroma keanner dengan memiliki gejala tidak mampu bersosialisasi, mengalami kesulitan menggunakan bahasa, perilaku berulang-ulang, dengan kata lain pada anak autisme dapat terjadi kelainan emosi, intelektual, dan kemauan / gangguan pervasif.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Secara singkat dikatakan bahwa autisme merupakan suatu keadaan anak dapat berbuat semaunya sendiri baik cara berfikir atau berprilaku.l ditemukan adanya kurangnya orentasi lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;C.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;Jenis Autisme&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Autisme terdiri dari 3 jenis yaitu persepsi, jenis reaksi, dan autisme yang timbul kemudian.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;1.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;Autisme persepsi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Merupakan Autisme yang timbul sebelum lahir dengan gejala adanya rangsangan dari luar baik kecil maupun kuat dapat menimbulkan kecemasan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;Autisme Reaktif&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yakni dengan gejala penderita membuat gerakan-gerakan tertentu berulang-ulang dan kadang – kadang disertai kejang dan dapat diamatipada usia 6-7 tahun.Mempunyai sifat rapuh mudah terpengaruh oleh dunia luar.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;3.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;Autisme yang timbul kemudian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jenis ini diketahui setelah anak agak besar dan akan mengalami kesulitan dalam mengubah perilakunya karena sudah melekat atau ditambah dengan adanya pengalaman yang baru.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Terapi diet pada gangguan Autisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-416110337596408723?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/416110337596408723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/416110337596408723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/autis-camelia-rezky-072022948-iib.html' title='autis_ caMeLia Rezky 072022948 II.B'/><author><name>C_M_X</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13109633264417027893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0e6wSPWC6Ww/TdPXJxWrKWI/AAAAAAAAAhk/TGKk9Uu3eR8/s72-c/mf.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-4759963840031443059</id><published>2011-05-18T20:47:00.000+07:00</published><updated>2011-05-18T20:47:14.211+07:00</updated><title type='text'>Contoh Menambah dan mengedit Posting</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Prakondisi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 16.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;ü&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Anda sudah punya 1 email di Google (GMAIL)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;ü&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Sudah punya 1 Akun Google&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;ü&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Sudah punya 1 Blog standar di Blogspot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Apa yang bisa dilakukan dengan hal di atas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Dengan email dapat berkomunikasi di dunia maya untukl banyak keperluan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Akun Google berguna untuk memperoleh semua fitur Google yang sangat bermanfaat dalam berinternet. Blog adalah satu fitur yang ada dalam Akun Google.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Blog dapat diisi dengan tulisan apapun, namun pada kesempatan ini kita aka nisi dengan Modul pembelajaran tiap mata kuliah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-4759963840031443059?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4759963840031443059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4759963840031443059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/contoh-menambah-dan-mengedit-posting.html' title='Contoh Menambah dan mengedit Posting'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5530140527038334933</id><published>2011-05-17T16:23:00.000+07:00</published><updated>2011-05-17T16:23:11.811+07:00</updated><title type='text'>Download</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa dokumen, terutama dokumen presentasi yang saya pakai dalamworkshop ini saya upload ke &lt;a href="http://www.blogger.com/www.ziddu.com/" target="_blank"&gt;ziddu.com&lt;/a&gt;. Bagi yang berminat silahkan download satu persatu di bawah ini. Semua file (6 file) saya kompress denan Winrar agar tidak diserang oleh virus. File terkompressi tdak mempan terhadap serangan virus. Setelah mendownload, silahkan ekstrak menggunakan Winrar.&amp;nbsp; Cara mudah mengekstrak file adalah dengan mengklik kanan, kamudian pilih extract file.&amp;nbsp; Hal ini bisa dilakukan bila di dalam laptop sudah terinstall Winrar.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Panduan registrasi Picassaweb &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017663/Photo.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (245 KB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panduan registrasi di ziddu.com, &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017662/ziddu.com.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (105 KB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara Mengganti Foro, &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017661/MenggantiFoto.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (144 KB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gadget yg dipakai di template blog, &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017660/Gadjet.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (5,4 KB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menu Blogger, &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017659/MenuBlogger.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (177 KB)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panduan mengisi Blog (utama), &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/15017658/PenyusunanModulPembelajarandidalamBlog.rar" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (459 KB)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Juka belum punya Winrar, silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/13308015/Winrar.EXE" target="_blank"&gt;download&lt;/a&gt; disini ( 1,1 MB)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5530140527038334933?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5530140527038334933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5530140527038334933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/download.html' title='Download'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-84249634875554970</id><published>2011-05-15T13:02:00.000+07:00</published><updated>2011-05-15T13:02:16.337+07:00</updated><title type='text'>Video Youtube</title><content type='html'>Lebih spesifik kepada file-file video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-84249634875554970?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/84249634875554970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/84249634875554970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/video-youtube.html' title='Video Youtube'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-1685366513493189895</id><published>2011-05-15T13:00:00.000+07:00</published><updated>2011-05-15T13:00:57.131+07:00</updated><title type='text'>Google Tralstate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Google translate adalah fasilitas yang disediakan Google untuk menterjemahkan situs atau dokumen ke dan dari berbagai bahasa yang ada di dunia. Walau terjemahan belum sempurna, setidaknya sudah merupakan langkah awal yang baik mendapatkan dikumen antar bahasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-1685366513493189895?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1685366513493189895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1685366513493189895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/google-tralstate.html' title='Google Tralstate'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-6088688048389970995</id><published>2011-05-15T12:58:00.000+07:00</published><updated>2011-05-15T12:58:42.936+07:00</updated><title type='text'>Google Book</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;GoogleBook adalah sebuah fasilitas yang disediakan oleh Google bagi Penulis untuk mempromosikan bukunya. Pada G Book ini disediakan informasi dimana Pengunjung dapat membeli buku bersangkutan. Secara live di Google Book, Pengunjung dapat membaca saja, tidak bisa mendownload. Disamping itu si Pembaca dapat mengumpulkan buku0buku sesuai kebutuhannya untuk dibaca. Mungkin juga apabila tertarik akan membelinya di kemudian hari&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-6088688048389970995?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6088688048389970995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6088688048389970995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/google-book.html' title='Google Book'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-6263795613653376539</id><published>2011-05-15T12:55:00.002+07:00</published><updated>2011-05-15T12:55:58.413+07:00</updated><title type='text'>4shared</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4shared adalah alternatif ketiga dari ziddu.com. Perbedaan hanya soal space dan iklan. Pada 4shared pengelolaannya lebih mudah, namun space yang disediakan terbatas&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-6263795613653376539?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6263795613653376539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6263795613653376539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/4shared.html' title='4shared'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3244770262460269142</id><published>2011-05-15T12:54:00.002+07:00</published><updated>2011-05-15T12:54:14.813+07:00</updated><title type='text'>Scribd</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Scribd sama fungsinya dengan ziddu, yaitu tempat menyimpan file secara online di situs scribde.com. Namun kekhasan di scribd adalah bahwa isi file bisa ditayangkan secara live (di internet), dan apabila Pengunjung ingin mendownload bisa dengan menghubungi si Pemilik. Biasanya hal ini dilakukan untuk buku-buku berharga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3244770262460269142?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3244770262460269142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3244770262460269142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/scribd.html' title='Scribd'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5938168603180073064</id><published>2011-05-15T12:51:00.001+07:00</published><updated>2011-05-15T12:51:58.033+07:00</updated><title type='text'>Tanyo (2)</title><content type='html'>Tanya Jawab (Bagian ke-2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5938168603180073064?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5938168603180073064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5938168603180073064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/tanyo-2.html' title='Tanyo (2)'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3177547985861139168</id><published>2011-05-15T12:50:00.002+07:00</published><updated>2011-05-15T12:50:51.766+07:00</updated><title type='text'>Google Site</title><content type='html'>Membuat situs sederhana dari Google dan Gratis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3177547985861139168?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3177547985861139168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3177547985861139168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/google-site.html' title='Google Site'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-2065300547095044895</id><published>2011-05-15T12:49:00.001+07:00</published><updated>2011-05-15T12:49:14.640+07:00</updated><title type='text'>Google Photo</title><content type='html'>Gallery Foro Online di Picasaweb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-2065300547095044895?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2065300547095044895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2065300547095044895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/google-photo.html' title='Google Photo'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5875886907466973267</id><published>2011-05-15T12:39:00.000+07:00</published><updated>2011-05-15T12:39:27.208+07:00</updated><title type='text'>Ziddu.com</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ziddu.com adalah salah satu tempat meletakkan file (engupload) dan kemudia link nya dapat gunakan di dalam blog. Jika pengujnjung mengklik link di posting blog tersebut, maka Pengunjung akan diberikan halaman untuk mendownload.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara Membuat Akun Ziddu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/banners/images/120x90.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.ziddu.com/banners/images/120x90.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K_pJY2X4ctA/Tc9gT6QYH3I/AAAAAAAAAgs/HVP2EjRb92M/s1600/ziddu1.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/-K_pJY2X4ctA/Tc9gT6QYH3I/AAAAAAAAAgs/HVP2EjRb92M/s320/ziddu1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Login ke Blogger Anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik gambar yang ada di sisi kiri blog&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi formulir dan isikan captcha yang ditampilkan. Kirim (Submit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selanjutkan, file-file diupload ke Ziddu.com&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil link terhadap file yang sudah diupload untuk dipasang ke dalam posting&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JjngFA6x-o8/Tc9hMXzYk_I/AAAAAAAAAgw/QXIjLtvhH7g/s1600/ziddu_login.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://3.bp.blogspot.com/-JjngFA6x-o8/Tc9hMXzYk_I/AAAAAAAAAgw/QXIjLtvhH7g/s320/ziddu_login.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kalau sebelumnya sudah mendaftar, atau sesudah mendaftar disini, langsung saja klik link Login pada bagian kanan atas tampilan setelah mengklik ziddu.com. Maka tampilan setelah masuk ke Ziddu seperti gambar saebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lZwdC4xe-6Y/Tc9h144Ik8I/AAAAAAAAAg0/rA8kcR04ImI/s1600/Ziddu_setelah_Login.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://1.bp.blogspot.com/-lZwdC4xe-6Y/Tc9h144Ik8I/AAAAAAAAAg0/rA8kcR04ImI/s400/Ziddu_setelah_Login.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Ziddu setelah Login.&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengupload file klik Browse, dan pilih file yang akan diupload. Juika lebih dari 1 file sekalogus akan diupload bisa tapi harus diperhatikan besar file dan kecepatan koneksi iunternet yang dimiliki saat itu. Setelah beberap file diupload bisa di manage seperti menempatkan file ke dalam folder-folder sesuai isi atau klasifikasi file. Misalnya file-file refferensi, gambar, tugas, atau apoa saja yang sejenis diletakkan dalam 1 folder tersendiri. Berikut ini adalah cara mengambil link file yang sudah diupload yang nantinya akan link ini akan ditempatkan di dalam posting&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UkpuZKtZdFg/Tc9jm1ZD20I/AAAAAAAAAg8/cDQ-kPdGqOc/s1600/Ziddu_MyFiles.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://2.bp.blogspot.com/-UkpuZKtZdFg/Tc9jm1ZD20I/AAAAAAAAAg8/cDQ-kPdGqOc/s400/Ziddu_MyFiles.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah Pertama masuk dulu ke &lt;b&gt;My Files&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Mucul daftar semua file yang sudah diupload&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klik Link pada baris nama file yang akan diambil link nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_QcQd8YaC0w/Tc9kWpr04NI/AAAAAAAAAhA/KfF_kedZ_kE/s1600/Ziddu_ambilLink.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://4.bp.blogspot.com/-_QcQd8YaC0w/Tc9kWpr04NI/AAAAAAAAAhA/KfF_kedZ_kE/s320/Ziddu_ambilLink.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blok Alamat (merah oval), kemudia copy, ATAU klik kanan pada link tersebut lalu pilih &lt;b&gt;Copy Link Location&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke psoting Anda lalu klik icon link (rantai) lalu pastekan pada jendela address yang muncul setelah mengklik icon link.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya terks yang diblok sebelim mengklik icon link akan bewarna biru undescore. Itu artinya kata tersebut sudah mengandung link (tautan).&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cxYkIeVOmoc/Tc9lsf2zntI/AAAAAAAAAhE/7XT4YSknuA8/s1600/Ziddu_tampilan_download.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://1.bp.blogspot.com/-cxYkIeVOmoc/Tc9lsf2zntI/AAAAAAAAAhE/7XT4YSknuA8/s320/Ziddu_tampilan_download.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Pengunjung melewatkan pointer mouse ke teks tersebut maka pointer akan berubah mencadi link (tunjuk) dan apabila mereka mengkliknya akan muncul tampilan download seperti tampilan di kanan&amp;nbsp; ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengunjung juga dapat mengambil link untuk blog mereka sendiri dengan mengklik tombol Link (kanan)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QQEYUpgi11Q/Tc9mq2UWhPI/AAAAAAAAAhI/JNLCGhjqRpI/s1600/ziddu_captcha.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/-QQEYUpgi11Q/Tc9mq2UWhPI/AAAAAAAAAhI/JNLCGhjqRpI/s320/ziddu_captcha.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tombol Downloaddiklik oleh Pengunjung, maka akan muncul tampilan seperti gambar di sebelah kiri ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isikan teks yang ada dalam cptcha ke form yang sebelah kirinya (dalam contoh ini adalah 2pgnf. Lalu klik Download.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tinggal tunggu sampai selesai. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5875886907466973267?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5875886907466973267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5875886907466973267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/zidducom.html' title='Ziddu.com'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K_pJY2X4ctA/Tc9gT6QYH3I/AAAAAAAAAgs/HVP2EjRb92M/s72-c/ziddu1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-752109381634454189</id><published>2011-05-08T23:21:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T23:21:37.515+07:00</updated><title type='text'>Wordpress</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Blog Anda sudah disediakan link untuk membuat Blog di Wordpress. Saat link pada menu diklik, akan terbuka Tab baru dan akan diloading. Saat tidak ditemukan, maka akan muncul pesan seperti gambar di bawah ini. Ini untuk blog http://gz401pdg.wordpress.com&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-r4SPW76185Q/TcbAFRI-BrI/AAAAAAAAAgY/YLWs6hh3b4U/s1600/WP1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="98" src="http://1.bp.blogspot.com/-r4SPW76185Q/TcbAFRI-BrI/AAAAAAAAAgY/YLWs6hh3b4U/s400/WP1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klik pada alamat di atas, maka akan muncul form untuk Registrasi sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8GZW2h2wN7I/TcbBFbOmZII/AAAAAAAAAgc/kH_Ck1jFx40/s1600/WP2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/-8GZW2h2wN7I/TcbBFbOmZII/AAAAAAAAAgc/kH_Ck1jFx40/s400/WP2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isi semua petanyaan dengan benar. Gunakan email dan password yang sama dengan Blogspot, maka jadilah Blog Anda di Wordpress. manajemen blog di Wordpress berbeda tampilannya dengan Blogspot, namun fungsinya tetap sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah proses registrasi selesai, lalu Anda coba klik lagi link Wordpress pada menu, maka akan otomatis membuka blog Anda sendiri. Untuk memanagenya harus login dulu ke dasbor. Fitur di Wordpress lebih lengkap, namun dalam pengelolaannya juga butuh pengetahuan yang memadai untuk itu..Untuk validasi, silahkan bukan mailbox Gmail Anda dan klik link yang diberikan, dan lanjutkan dengan melengkapi profil, pemilihan template dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gYUcVrXpqH0/TcbC1-NZSBI/AAAAAAAAAgg/vjk1L5wM78k/s1600/WP3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://4.bp.blogspot.com/-gYUcVrXpqH0/TcbC1-NZSBI/AAAAAAAAAgg/vjk1L5wM78k/s400/WP3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT MENCOBA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-752109381634454189?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/752109381634454189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/752109381634454189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/wordpress.html' title='Wordpress'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-r4SPW76185Q/TcbAFRI-BrI/AAAAAAAAAgY/YLWs6hh3b4U/s72-c/WP1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-2209537890408890686</id><published>2011-05-08T20:15:00.002+07:00</published><updated>2011-05-08T20:26:14.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutor'/><title type='text'>Apa yang sudah dan Apa yang Belum</title><content type='html'>&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Ingat !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Saat ini Anda sudah punya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;1 Email Google (gmail) : &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;gz???pdg&lt;/b&gt;@gmail.com&lt;/span&gt; + password&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;1 blog di blogger dgn alamat : &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http:/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;gz???pdg&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat dianjurkan, gunakan email ini untuk keperluan apa saja yang berkaitan dengan dunia maya. Dua keuntungan, pertama : Mensosialisasikan email dengan kode mata kliah, kedua : Menghindari lupa password&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Tampilan Blog (&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;Sebelah &lt;b&gt;Kanan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ada daftar nama teman-teman (&lt;b&gt;collegues&lt;/b&gt;) di sebelah kanan, dimana jika diklik salah satu nama nama itu, akan terbuka blog yang bersangkutan pada halaman baru (tag baru). Cara mudah melihat blog teman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada &lt;b&gt;counter &lt;/b&gt;blog, yang menunjukkan angka jumlah kunjungan, termasuk yang Anda lakukan sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Arsip &lt;/b&gt;Blog. Disajikan menurut waktu dan jumpah posting tiap bulan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengikut &lt;/b&gt;: adalah orang-orang yang mengikuti blog Anda. Semakin banyak pengikut berarti blog Anda semakin banyak berguna buat orang lain (tersebut).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tampilan Blog (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;Sebelah &lt;b&gt;Kiri&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ada foto Pemilik. Bisa diganti setiap saat Anda mau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daftar Isi. Daftar isi ini didisain secara otomatis. Posting terakhir akan terlihat paling atas. Jika postingan sudah banyak akan muncul scroll untuk melihat semua posting.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File Hosting : Ziddu.com, adalah sebuah situs dimana kita dapat menyimpan file untuk kemudian dibagikan (share) di dalam blog atau dimanapun di dunia maya. Dapat juga dijadikan Arsip yang dapat didownload kapanpun dan darimanapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Administrator : Mengenai si Pemilik Blog. Anda bisa mengedit selengkap2nya sehingga Pengunjung blog mengenal Anda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tampilan Blog (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;Bagian &lt;b&gt;Atas&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Judul Blog (Nama Mata Kuliah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deskripsi Mata Kuliah (silahkan diedit sendiri sesuai mata kuliah bersangkutan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;: Pilihan terbaik dalam melengkapi Blog.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini akan dibahas secara ringkas menu-menu tang terdapat bada bagia atas posting blog ini. Menu-menu ini disusun sesuai kebutuhan Anda dalam ngeblog. Dua situs blog terkenal di dunia saat ini yaitu Blogspot dari Google dan Wordpress. Sebagian besar dari menu adalah merupakan fitur Google. Sekali Anda memiliki Akun Google, maka tugas Anda ada mengatur (setting)komponen.&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;gFB &lt;/b&gt;(Group Facebook) : adalah jalan pintas untuk masuk ke group facebook yang anggotanya hanya Dosen Jurusan Gizi. Group tersebut bersifat Rahasia dan tidak akan diketemukan walaupun dicari melalui fasilitas pencarian di facebook. Hanya Anggota saja yang bisa menemukan dan mengisi wall group.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;gPhoto &lt;/b&gt;(Picasaweb) : Adalah tempat mengupload foto ke server Google. Photo yang sudah diupload bisa digunakan untuk menghiasi postingan di blog Anda sendiri. Foto juga bisa dishare ke situs2 lain seperti facebook dan lain sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;gGite &lt;/b&gt;(Google Site) : Adalah fitur Google untuk membuat situs/website/. &lt;br /&gt;Saat pertama kali diklik akan muncul sebuah halaman milik orang lain dan  di dalamnya ada link "My Site". Disana Anda bebas membuat berapapun  halaman situ dan untuk berbagai keperluan. Silahkan diekspore jika Anda  berminat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;wPress &lt;/b&gt;(Wordpress) : adalah link untuk membuat blog di Wordpress. &lt;br /&gt;Saat diklik sudah dibuat link alamat blog Anda sendiri. Namun karna belum ada, Anda tinggal mengklik link pembuatannya. Hanya tinggal mengisikan Nama Mata Kuliah dan password, blog Anda sudah jadi. Alamat blog yang disarankan disana agar diterima saja dan passwordnya harap dibuat sama dengan password blogspot untk menghindari kelupaan. Alamat blog Anda di Wordpress adalah http://gz???pdg.wordpress.com &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;CDK &lt;/b&gt;: Cermin Dunia Kedokteran&lt;br /&gt;Adalah alamat situs pencarian makalah kesehatan yang banyak memuat hasil penelitian. Link ini sangat bermanfaat buat yang sedang menulis yang membutuhkan refferensi berbahasa Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Scribd &lt;/b&gt;: ada sebuat situs tempat menyimpan file yang bisa dipublish. &lt;br /&gt;File disini bisa ditayangkan secara live seperti file Power Point. Jika Anda menginginkan Pengunjung yang menginginkan file tersebut, mereka harus membeli, maka disinilah tempatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;4shared &lt;/b&gt;: mirip scribd, namun disini gratis semuanya, dan Pengunjung bisa mendownload file Anda setelah Anda membagikan (share) link nya di dalam posting blog.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;gBook &lt;/b&gt;(Google Book) adalah perpustakaan online dari Google.&lt;br /&gt;Google saat ini bisa dijadikan etalase toko buku. Pengarang buku dapat mempublikasi bukunya di Googlebook, namun Pengunjung hanya bisa membaca. Jika menginginkan buku dalam bentuk hardcopy, silahkan menghubungi toko buku sebagaimana yang dicantumkan dalam publikasi buku bersangkutan dalam Google Book.&amp;nbsp; Anda bisa membuat perpustakaan virtual dengan memasukkan judul-judul buku tertentu yang Anda telusuri. Silahkan diexplore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Youtube &lt;/b&gt;: adalah sebuah situs terkenal tempat mengupload video. Anda bisa memiliki sebuah akun Youtube menggunakan AKun Google Anda sendiri. Di dalam akun Anda nantik bisa mengupload video sendiri atau bisa juga menandai video yang ada di seantero youtube untuk Anda tonton. Di Youtube juga bisa diambil link untuk dibuatkan link di posting blog Anda. Silahkan diexplore.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada baris kedua menu disajikan beberapa alamat situs pennting yang sangat dibutuhkan oleh seorang Ahli Gizi dan atau Pegawai Kementrian Kesehatan. Mengklik salah satu link akan membuka tab baru di Firefox. Untuk meyakinkan akan menbuka tab baru silahkan tekan tombol contol diikuti klik pada link. Semoga manfaat &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-2209537890408890686?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2209537890408890686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2209537890408890686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/apa-yang-sudah-dan-apa-yang-belum.html' title='Apa yang sudah dan Apa yang Belum'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-1915764645127746811</id><published>2011-05-06T20:31:00.005+07:00</published><updated>2011-05-06T20:49:25.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutor'/><title type='text'>TANYO CIEK ....!</title><content type='html'>&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Jangankan '&lt;i style="color: blue;"&gt;ciek&lt;/i&gt;', '&lt;i style="color: #274e13;"&gt;sapuluah&lt;/i&gt;'pun boleh.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana cara membuka Blogger milik saya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Ikuti langkah berikut ! &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Jalankan Browser (Mozilla Firefox/Internet Explorer/Opera)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik blogger.com pada alamat (address)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan username dan password pada jendela entri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertama kali akan terbuka daftar blog milik Anda dengan masing-masing blog disertai dengan menu &lt;b&gt;Dasbor&lt;/b&gt;nya.&lt;b style="color: blue;"&gt;Dasbor &lt;/b&gt;adalah dapurnya para Blogger, tempat merampungkan tulisan sebelum dipublikasi kepada Pengunjung Blog. Di Dasbor juga diatur segalanya tentang Blog, mengatur tata letak, template, gadjet, komentar dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana cara membuat Posting baru ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Ikuti langkah berikut ini&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Klik Entri Baru pada menu Dasbor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik Judul Posting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik isi posting pada jendela Editor&lt;br /&gt;Ketikan bisa dengan mem-paste-kan dokumen Word2003. Jika Anda memiliki Word 2007/2010, save as dulu file tersebut dan ambil Word 97/2003. Blok, copy dan pindah ke jendela Firefox, dan pastekan di jendela Editor yang sudah terbuka sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menyimpan posting tanpa publikasi, klik Save. Kalau ingin mempublikasi klik TERBITKAN ENTRI pada bagian kiri bawah jendela Editor. Postingan yang belum diterbitkan hanya bisa dibaca oleh Pemilik (Pengunjung belum bisa melihat)&lt;br /&gt;Jendela Editor adalah jendela tempat kita mengetik posting.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana cara merubah postingan sebelumnya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Semua posting yang dibuat akan ditampilkan dalam sebuah daftar. Posting yang belum diterbitkan akan bertuliskan draft pada akhir judul. Pada setiap posting ada lnk untuk merlakukan tugasseperti Edit, Lihat dan Hapus&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9KzjIa1NPAM/TcPnUL0Xj7I/AAAAAAAAAdM/HJPGeEo_ah8/s1600/edit1.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://3.bp.blogspot.com/-9KzjIa1NPAM/TcPnUL0Xj7I/AAAAAAAAAdM/HJPGeEo_ah8/s320/edit1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampilan Dasbor yang dipilih adalah tampilan Posting dengan sub Edit Entri. Proses editing sama dengan cara pembuatan baru. Jika belum akan dipublikasi bisa disave saja, namun jika sudah lengkap bisa langsung dipublikasi dengan mengklik Terbitkan Entri pada bagian kiri bawah jendela Editor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokumen yang sudah dibuat tapi belum dipublikasi akan tetap ada di jendela Dasbor (Posting) sepanjang belum didelete oleh Pemiliknya. Selama editing dilakukan oleh Anda, Blogger secara periodik akan menyimpannya ke server Goggle. Jika ada ketikan yang belum disimpan maka tombol Save akan muncul sebagai SAVE NOW,dan jika sudah disimpan otomatis oleh Blogger akan bertuliskan SAVED (disable).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana cara menyisipkan gambar ke dalam posting ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Caranya mudah, ikuti langkah berikut ini&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Persiapkan gambar yang akan disisipkan lebih dahulu. Simpan ditempat yang mudah diakses dari dalam Editor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik postingan lebih dahulu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan kursor dimana gambar akan disisipkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik tombol Insert Image (disebelah kanan Link)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada jendela Open yang muncul kemudian, arahkan pilihan pada gambar yang sudah dipersiapkan. Setelah dipilih Klik Open, dan tunggu blogger melakukan scanning dan penyesuaian besar gambar. Jangan memasukkan gambar dengan ukuran terlalu besar ke dalam posting, karena akan berakibat gagal upload. Ada kiat mudah cara memperkecil ukuran gambar yang akan kita bahas berikut ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gambar bisa diatur tata letaknya dan ukuran tampil. Letak gambar bisa di kiri, tengan atau kanan ketikan. Ukuran bisa kecil, sedang besar dan SuperBesar (XLarge). Sesuaikan dengan lebar jendela posting.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana cara memperkecil ukuran gambar ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Banyak cara memperkecil gambar. Misalnya menggunakan aplikasi Photoshop. Tapi pada kesempatan ini kita akan memilih cara yang sangat mudah tanpa menggunakan aplikasi khusus.&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Siapkan gambar/foto yang akan diperkecil &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buka Mucrosoft Word (versi apa saja yang Anda miliki)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dalam Word pilih Insert, Picture. Arahkan ke gambar yang aakn diperkecil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rubah ukuran gambar di Word dengan drag and drop menggunakan pointer Mouse.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah Anda mendapatkan ukuran yang diinginkan, simpan file Word (beri nama file)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih type file Word di atas dengan pilihan Web Page. Misalnya namafilenya adalah Gambar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan pilihan Web Page ini, secara otomatis akan terbentuk sebuah Folder Gambar_files. Di dalam folder tersebut berisi 2 buah file gambar yang sama. Satu gambar dengan ukuran file asli (biasanya diberi nama image01.JPG) dan satu lagi fambar yang sama dengan ukuran lebih klecil. Biasanyanya anam file gambar dengan ukuran lebih kecil ini adalah image2.JPG.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembali ke jendela Editor (jika sedang mengedit posting). Lalu lakukan prosedur Insert Image seperti panduan di atas. Kali ini gambar yang dipilih adalah file gambar yang berada di dalam folder Gambar_files, dan yang dipilih harus yang image02.jpg.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Begitu saja. Mudah kan ?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apakah orang lain bisa menulis di Blog saya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Tidak, kecuali diundang secara khusus oleh Pemilik Blog (Anda). Namun Pengunjung bisa memberikan komentar tentang tulisan Anda. Pemilik blog juga punya hak penuh terhadap blognya sendiri, termasuk membolehkan atau tidak kepada Pengunjung untuk memberi komentar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apa itu Label ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Label ada sebuah kata yang menjadi kelompok posting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Kapan Label dibuat ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Label bisa dipersiapkan dari awal, dan bisa juga ditambahkan baru saat sebuah posting membutuhkan label baru. Jika sebuah posting baru akan dikelompokkan ke dalam label yang sudah ada, tinggal memilih dari daftar label yang ada di kiri bawah jendela Editor (Klik Show All untuk menampilkan label yang sudah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TIPs : Sebaiknya label dipersiapkan saat Posting Perdana, sehingga kita dapat memberi label setiap posting lebiih terorganisir. Misalnya untuk Blog MK.PSG Label bisa dipersiapkan sbb : Antropometri, Konsumsi, Klinis, Biofisik, Biokimia, Ekologi, Software. Sebaiknya label jangan terlalu banyak (maksimal 10), agar mudah diingat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apa kegunaan Label ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Label sangat berguna untuk mencari tulisan sejenis. Apabila salah satu label sudah dipilih oleh Pengunjung saat mengunjungi blog kita, maka akan ditayangkan semua posting yang diberi label tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apakah satu posting bisa diberi lebih dari 1 label ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Ya, bisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bagaimana uturan Posting di dalam Blog ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab :Urutannya adalah berdasarkan waktu publikasi. Dengan demikian posting perdana akan terletak paling bawah, dan yang terakhir akan terletak paling atas. Dalam hal ini Label akan membantu dalam pencarian. Cara lain adalah dengan membuat Daftar Isi, yang dibuat secara khusus setelah semua posting dilakukan. Untuk membuiat menu membutuhkan aplikasi khusus, misalnya Macromedia Dreamweaver. Setidaknya menu yang sudah dipersiapkan pada bagian kiri atas blog ini sudah cukup membantu. Walaupun penyajian masih berdasarkan waktu tayang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Berapa buah posting yang bisa dilihat sekaligus di halaman depan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Standarnya adalah 5 buazh. Jika menginginkan lebih dari itu, bisa dilakukan pada menu Pengaturan di dalam menu Dasbor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah bisa diatur hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melohat blog saya ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Bisa. Dilakukan pada menu Pengaaturan pada Dasbor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apakah postingan bisa dipasswor ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Postingan tidak bisa di-Password.&amp;nbsp; Jika menginginkan ada bagian tertentu dari posting yang tidak boleh dilihat oleh Pengunjung lakukan dengan menyimpan file di tempat lain (disebut Link). Link bisa berupa halaman (page di blog lain) atau berupa file yang diupload di tempat lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apa itu Link ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Link adalah Tautan, yang jika link itu diklik oleh Pengunjung akan membuka halaman baru di dalam blog ini sendiri atau halaman baru di blog/situs lain. Link juga bisa diperuntukkan untuk mendownload sebuah file dari situs lain. Cara ini yang akan dipakai untuk menyembunyikan konten dari Pembaca. Link bisa dibuat dari milik sendiri atau milik orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Link milik sendiri itu apa ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Link milik sendiri adalah sebuah tautan yang diarahkan ke halaman/situs atau file milik kita sendiri. Misalnya sebuah postingan kita mebutuhkan sebuah file Power Point. File Power Point disimpan di sebuah Server misalnya Ziddu.com. Kita upload file Power Point ke ziddu.com, kemudian ambil link nya. Saat menulis sebuah posting, gunakan link ini. Kalau pengunjung mengklik kata yg kita pilih untuk link, maka Pengunjung akan dihantarkan ke halaman/file yang kita maksud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apa itu link milik orang lain ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Link milik orang lainadalah alamat situ atau halaman tertentu atau file tertentu&amp;nbsp; yang sudah ada di internet sebelumnya, lalu kita jadikan sebagai link di dalam posting kita sendiri. Misalnya : Pada salah satu posting kita memberikan istilah-istilah atau definini. Sedangkan istilah itu kita kutip dari Wikipedia. Maka kita bisa menbuat link Wikipedia ke dalam blog kita untuk membuktikan kepada Pengunjung tentang apa yang kita tulis. Caramembuat link sama saja antara kedua jenis link di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apa guna Link ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Memudahkan mengorganisir blog dan memudahkan Pengunjung mendapatkan apa yang mereka inginkan. Link juga menghindarkan Para Blogger dari Flagiat. Link juga meningkatkan rating kunjungan blog. Blog dengan kunjungan tinggi akan menjadi incaran para Pemasang Iklan, dan tidak tertutup kemungkinan blog kita akan menjadi sumber uang masuk juga bagi Pemiliknya. Lihat saja blog ternama selalu disertai dengan iklan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Bisakah Blog saya dipasangi Iklan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Bisa. Tinggal cari script pemasang iklan yang ada di internet. Setiap pengunjung blog Anda mengklik sebuah iklan di dalam blog maka server akan mencatat setiap klik. Kita dibayar oleh Pemasang iklan untuk setiap klik yang menghasilkan transaksi melalui pemilik scrip (pay per click = PPC).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya : Apakah blog juga bisa dibuat menu seperti layaknya sebuah Website Professional ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab : Bisa tergantung jenis dan type template yang digunakan dan kemampuan teknis pembuatan menu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika masih ada yang akan ditanyakan, silahkan klik kata 'tanya lagi' berikut ini yang sudah saya buat ke sebuah halam blog saya, dimana disana disediakan tanya jawab secara live. &lt;a href="http://nutrisionist.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;TANYA LAGI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (klik). Itu dinamakan Shoutmix. Pesan ditinggalkan disana dan bisa juga dijawab oleh Pengunjung lain.&lt;br /&gt;Jikan ingin bediskusi di wall facebook atau fb-chat juga bisa, namun ini hanya antar sesama anggota group facebook saja &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?sk=group_212706075414032"&gt;&lt;b&gt;FACEBOOKgroup&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (klik)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-1915764645127746811?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1915764645127746811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1915764645127746811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/tanyo-ciek.html' title='TANYO CIEK ....!'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9KzjIa1NPAM/TcPnUL0Xj7I/AAAAAAAAAdM/HJPGeEo_ah8/s72-c/edit1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5874750550195868757</id><published>2011-05-01T20:55:00.002+07:00</published><updated>2011-05-01T21:20:14.247+07:00</updated><title type='text'>Membuat Baca Selengkapnya</title><content type='html'>&lt;div style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Membuat&amp;nbsp; Baca Selengkapnya pada Blog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Blog, karena posting panjang akan menyulitkan bagi pembaca untuk mencari apa yang diinginkan, maka sebaiknya hanya resumenya saja yang ditampilan, kemudia dibuat link Baca selengkapnya untuk menampilkan dokumen penuh pada posting yang bersangkutan.&amp;nbsp; Ada 2 hal yang perlu dilakukan : Pertama mengedit template, dan Kedua memasukkan kode tertentu pada setiap posting baru.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt; : Merubah template&lt;br /&gt;1. Login ke Blog anda, kemudian Pilih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Layout&lt;/span&gt; kemudian masuk ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Edit HTML.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk meng-edit template secara keseluruhan beri tanda centang pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Expand Widget Templates&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;3. Masukkan kode berikut sebelum tag &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; atau tepat sesudah kode &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;} ]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;style&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == "item"'&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;span.fullpost {display:inline;}&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;span.fullpost {display:none;}&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;/style&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk membuat potongan postingan anda, cari kode &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di template kamu dan tambahkan kode berikut tepat dibawahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType != "item"'&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;a expr:href='data:post.url'&amp;gt; Baca Selengkapnya..&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selesai memasukkan kode ini, simpan template Anda. kemudian lakukan pada setiap postingan seperti langkah Kedua di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE : Lankah-langkah di atas tidak perlu lagi dilakukan jika Anda tetap menggunakan Template ini, karna sudah dilakukan oleh &lt;b&gt;&lt;a href="http://bakuldata.blogspot.com/"&gt;top1hit4m&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt; : Lakukan pada setiap posting baru : &lt;br /&gt;5. Untuk memotong postingan anda, pilih pada bagian postingan dimana anda ingin tulisan &lt;b&gt;Baca Selengkapnya..&lt;/b&gt; muncul, dan ketik &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di akhir posting ketikkan &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; . Untuk menambahkan kode tadi, ketika memposting anda harus dalam mode &lt;b style="color: blue;"&gt;Edit HTM&lt;/b&gt;L.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5874750550195868757?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5874750550195868757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5874750550195868757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2011/05/membuat-baca-selengkapnya.html' title='Membuat Baca Selengkapnya'/><author><name>top1hit4m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14419962328120694956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_66asPIB0Wsk/S6yX5TYO8rI/AAAAAAAAATk/wTaYYcUnmzM/S220/u2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-7138011101239797870</id><published>2009-02-18T19:24:00.002+07:00</published><updated>2011-05-01T20:05:25.962+07:00</updated><title type='text'>Alergi    NOVA(072012919)IIA</title><content type='html'>ALERGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Pengertian alergi&lt;br /&gt;Alergi merupakan perubahan reaksi atau respon pertahanan tubuh yang menolak dan tidak tahan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya&lt;br /&gt;Penyakit alergi dapat menampilkan dirinya dalam berbagai bentuk manifestasi , dimulai dari bersin-bersin , kulit berbentol-bentol yang gatal serta sulit bernafas seperti pada asma bronkiale sampai renjatan anafilaktik &lt;br /&gt;Alergi menyerang semua tingkatan umur, dari bayi yang baru dilahirkan sampai &lt;span class="fullpost"&gt; lanjut usia. Masalah penyakit alergi sedemikian kompleks dan rumit sehingga memerlukan perawatan yang cermat dan memakan waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Penyebab alergi&lt;br /&gt;Pada hakikatnya semua benda asing yang masuk kedalam tubuh disebut sebagai antigen. Antigen ini dapat masuk kedalam tubuh seseorang melalui berbagai cara. Sebagai akibatnya tubuh diransang untuk membuat zat anti.zat anti ini mempunyai spesifisitasterhadap antigen yang masuk.zat anti berfungsi untuk menetralkan pengaruh yang ditimbulkan oleh antigen.&lt;br /&gt;Alergi menurun dalam keluarga , dua factor kunci yang memungkinkan untuk mendapatkan alergi. Yang pertama adalah susunan genetika. Gen alergi yang mengontrol produksi immunoglobulin E (IgE) Anti bodi alergi dan radang yang dapat memicu reaksi alergi . factor kedua adalah paparan terhadap allergen –zat yang memicu terjadi reaksi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penyebab dari alergi&lt;br /&gt;no    Penyebab alergi    keterangan&lt;br /&gt;1    Tungau atau kutu rumah     Tungau rumah , terutama tinjanya , merupakan penyebab alergi utama . menyerang 90% penderita alergi.&lt;br /&gt;2    Serbuk sari atau rumput    Menyebabkan reaksi pada 70 % penderita alergi .jumlahnya akan meninngkat bila lebih banyak lahan pertanian yang diubah menjadi padang rumput yang gundul&lt;br /&gt;3    Binatang piaraan      40 % anak terkena asma akibat terpicu oleh allergen dari kucing dan anjing&lt;br /&gt;4    Tanaman    Tanaman merupakan penyebab umum demam serbuk sari&lt;br /&gt;5    Jamur    Jamur seperti aspergilus fumigatus dan alternaria yang sering terdapat di atmosfer dapat menyebabkan serangan asma yang parah&lt;br /&gt;6    Alergi makanan    Susu,telur,dan juga kacang dapat menyebabkan alergi makanan dan zat pewarna serta pengawet dapat memicu serangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Alergi dan pengaruhnya&lt;br /&gt;Waktu antara kontak dengan allergen sampai timbulnya serangan serangan alergi sangat bervariasi . reaksi tersebut dapat dibagi dalam 3 kelompok besar, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Reaksi pertama ; reaksi nya sangat cepat sehingga bibir dan kerongkongan langsung membengkak dan menghalangi masuknya makanan&lt;br /&gt;2.    Reaksi kedua : terjadi lebih lambat , perlu waktu berjam-jam, sehingga sulit mengetahui jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut&lt;br /&gt;3.    Reaksi ketiga : terjadi lebih lama lagi. Manifestasi klinis biasanya berupa kemerahan pada kulit yang gatal.&lt;br /&gt;    Zona alergik (shock organ)&lt;br /&gt;Zona alergik merupakan bagian tubuh yang akan terserang alergi bila seseorang yang alergik terkena allergen&lt;br /&gt;    Zona pertama dan asma bronkiale&lt;br /&gt;Ada dua jenis allergen yang mempengaruhi zona pertama ini yaitu berupa makanan,obat-obatan dan tepung sari menyebabkan asma non infektif dimana asma timbul cepat dan hilang nya juga cepat. Jenis allergen yang kedua yaitu berupa bakteri, virus atau parasit.&lt;br /&gt;    Zona kedua dan rintis alergika / hay fever&lt;br /&gt;Zona kedua meliputi mata, hidung, dan tenggorokan.alergen nya berupa debu, makanan, bakteri tepung sari dan hewan piaraan. Manifestasinya berupa mata yang gatal, berair dan merah.hidung terus mengocor dan bersin-bersin&lt;br /&gt;    Zona ketiga dan alergi kulit&lt;br /&gt;Alergennya terbagi menjadi 2 kelompok yaitu:&lt;br /&gt;Pertama : allergen yang sering kontak dengan permukaan kulit seperti kosmetik, zat warna dan bahan-bahan kimia lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan.Reaksi ini berasal dari kekebalan yang di antar melalui sel yaitu sel limfosit-T&lt;br /&gt;Kedua : allergen-alergen yang baru bekerja setelah masuk kedalam tubuh.termasuk makanan seperti telur dan susu atau obat-obatan dan bakteri yang tertelan.alergen kelompok kedua ini menyebabkan kelainan kulit yang menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Zona keempat&lt;br /&gt;Dalam zona ini termasuk jantung dan pembuluh-pembuluh darah.alergennya berupa aspirin dan tembakau. Allergen ini dapat mengganggu fungsi jantung dan melambatkan aliran darah sepanjang arteri dan vena&lt;br /&gt;    Zona kelima&lt;br /&gt;Zona ini meliputi saluran pencernaan dengan focus dilambung. Allergen berupa makanan, obat-obatan dan bakteri&lt;br /&gt;    Zona keenam dan mata&lt;br /&gt;Allergen dibagi kedalam 2 kelompok;&lt;br /&gt;Pertama : allergen berupa makanan, obat-obatan dan bakteri&lt;br /&gt;Kedua : tepung sari, obat-obatan dan binatang piaraan serta zat warna.&lt;br /&gt;    Zona ketujuh dan susunan syaraf&lt;br /&gt;Allergen pada zona ini adalah susu, telur, coklat dan obat-obatan kina , arsen, sulfa, antitetanus serum, dan liver extract. Dapat menyebabkan kebutaan ,tuli , kejang-kejang , pembengkakan ,dizziness ,nyeri kepala , dan kelumpuhan anggota gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Pemeriksaan alergi&lt;br /&gt;    Tes goresan (scratch test)&lt;br /&gt;Pemeriksaan ini berfungsi dalam menentukan allergen pada gangguan pada lambung , migren , ruam kulit dan asma&lt;br /&gt;    Tes intradermal&lt;br /&gt;Tes ini sering dilakukan karena reaksinya cepat. Hasilnya dapat dibaca dalam 8 sampai 15 menit setelah penyuntikan.&lt;br /&gt;    Tes tambal (patch test)&lt;br /&gt;Tes tambal dapat menolong dalam usaha menemukan sumber alergennya , bila alergik terhadap obat-obatan , tumbuh-tumbuhan , pakaian atau yang berhubungan dengan pekerjaan.&lt;br /&gt;    Interpretasi hasil pemeriksaan&lt;br /&gt;Setelah waktu pemeriksaan ditentukan , dokter akan mencari kemungkinan adanya bercak merah, pembengkakan dan gelembung-gelembung kecil. Jika kullit normal hasil tes ditulis 0 atau negative.&lt;br /&gt;Jika ditemukan bercak kemerahan, hasilnya ditulis +1. jika ditemukan kemerahan , pembengkakan dan gelembung kecil, hasilnya ditulis 2+ 3+ , 4+. &lt;br /&gt;    Eye test&lt;br /&gt;Eye tes berguna untuk kasus –kasus yang dicurigai alergik terhadap tepung sari , debu dan bulu binatang.&lt;br /&gt;    Diet eliminasi&lt;br /&gt;Cara ini merupakan pemeriksaan yang efektif dalam menentukan penyebab alergi yang berasal dari makanan.&lt;br /&gt;    Passive transfer test&lt;br /&gt;Pemeriksaan ini didasarkan pada reaksi prausnitz – kustner. Serum dari  penderita alergik disuntik kan kepada individu yang tidak alergik.individu tsb kemudian dipaparkan terhadap allergen yang dicurigai,jika terjadi reaksi terhadap masuknya allergen , ini menunjukkan bahwa penderita alergik juga akan memberikan reaksi terhadap bahan –bahan allergen tsb.&lt;br /&gt;    Prist dan rast , metode in-vitro yang mutakhir&lt;br /&gt;Prist (paper radio immuno sorbent test) dipakai untuk mengukur kadar total IgE.&lt;br /&gt;Rast (radio alergo sorbent test) digunakan untuk mengukur kadar IgE yang spesifik , derajat , hipersensitifitas terhadap suatu allergen yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Obat-obatan untuk pengobatan alergi&lt;br /&gt;a)    Dekongestan&lt;br /&gt;Obat tetes hidung atau semprotan dekongestanseperti efedrin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah yang mensuplai lapisan tepi hidung,hingga membuat jaringan hidung mengkerut dan melapangkan sumbatan dihidung.&lt;br /&gt;b)    Bronkodilator&lt;br /&gt;Obat bronkodilator bekerja dengan melemaskan pengerutan otot- otot halus yang mempersempit jalan napas pada paru-paru penderita asma.&lt;br /&gt;c)    Emolien&lt;br /&gt;Emolien melemaskan dan melembabkan kulit dan merupakan pengobatan dasar untuk kelainan kulit seperti gatal dan bersisik.&lt;br /&gt;d)    Antihistamin&lt;br /&gt;Efektif untuk mengobati gatal-gatal dan bersin – bersin. Obat ini juga tidak menyebabkan mulut kering.&lt;br /&gt;e)    Obat anti alergi&lt;br /&gt;Golongan obat ini termasuk anti diantaranya sodium kromoglikat dan nedokromil sodium tetap unik karena obat ini bekerja dengan mencegah sel mast dan eosinofil. Melepaskan histamine dan zat kimia kompleks lainnya yang menyebabkan peradangan.&lt;br /&gt;f)    Kortikosteroid&lt;br /&gt;Kortikostteroid merupakan anti alergi dan anti peradangan yang sangat ampuh dan efektif.  Obat ini bekerjapada tingkat gen didalam sel , mencegahnya membuat zat kimia penting penyampai pesan yang disebut sitokin yang mempengaruhi system kekebalan tubuh pada tingkat yang sangat mendasar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-7138011101239797870?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7138011101239797870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7138011101239797870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/alergi-nova072012919iia.html' title='Alergi    NOVA(072012919)IIA'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01381214216526476870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3086423943687061562</id><published>2009-02-15T15:42:00.003+07:00</published><updated>2011-05-07T23:15:56.493+07:00</updated><title type='text'>Diet Autis</title><content type='html'>TERAPI DIET PADA GANGGUAN AUTISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum ada obat atau diet khusus yang dapat memperbaiki struktur otak atau jaringan syaraf yang kelihatannya mendasari gangguan autisme. Seperti diketahui gejala yang timbul pada anak dengan gangguan autisme sangat bervariasi, oleh karena itu terapinya sangat individual tergantung keadaan dan gejala yang timbul, tidak bisa diseragamkan. Namun &lt;span class="fullpost"&gt; akan sulit sekali membuat pedoman diet yang sifatnya sangat individual. Perlu diperhatikan bahwa anak dengan gangguan autisme umumnya sangat alergi terhadap beberapa makanan. Pengalaman dan perhatian orang tua dalam mengatur makanan dan mengamati gejala yang timbul akibat makanan tertentu sangat bermanfaat dalam terapi selanjutnya. Terapi diet disesuaikan dengan gejala utama yang timbul pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Diet tanpa gluten dan tanpa casein&lt;br /&gt;Berbagai diet sering direkomendasikan untuk anak dengan gangguan autisme. Pada umumnya orang tua mulai dengan diet tanpa gluten dan casein, yang berarti menghindari makanan dan minuman yang mengandung gluten dan kasein.&lt;br /&gt;Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam gandum/terigu, havermuth/oat, dan barley. Gluten memberikan kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu dan tepung sejenis, sedangkan kasein adalah protein susu. Pada umumnya diet ini tidak sulit dilaksanakan karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi yang tiak mengandung glutein. Perbaikan gejala autisme dengan diet khusus biasanya dilihat dalam waktu antara 1-3 minggu. Apabila setelah beberapa bulan menjalankan diet tersebut tidak ada kemajuan, berarti diet tersebut tidak cocok dan anak dapat diberi makanan seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Makanan yang dihindari :&lt;br /&gt;•    Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang dibuat dari terigu, havermuth, dan oat misalnya roti, mie, kue-kue, cake, biscuit, kue kering, pizza, dan lain-lain.&lt;br /&gt;•    Produk-produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk, mungkin juga menggunakan tepung terigu sebagai bahan campuran.&lt;br /&gt;•    Makanan sumber kasein, yaitu susu dan hasil olahnya misalnya es krim, keju, mentega, yogurt dan makanan yang menggunakan campuran susu.&lt;br /&gt;•    Daging, ikan atau ayan yang diawetkandan diolah seperti sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap dan sebagainya.&lt;br /&gt;•    Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;•    Makanan sumber karbohidrat dipilih yang tidak mengandung gluten, misalnya beras, singkong, ubi, talas, jagung, tepung beras dan sebagainya.&lt;br /&gt;•    Makanan sumber protein dipilih yang tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai, daging, ikan segar, unggas, telur, udang, kerang, dan lain-lain.&lt;br /&gt;•    Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, labu kuning, kangkung, tomat dan lain-lain.&lt;br /&gt;•    Buah-buahan segar seperti anggur, apel, papaya, mangga, pisang, jambu dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Diet anti yeast/ragi/jamur&lt;br /&gt;Diet ini diberikan kepada anak dengan gangguan infeksi jamur/yeast.&lt;br /&gt;Makanan yang perlu dihindari :&lt;br /&gt;•    Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti, yang menggunakan gula dan yeast.&lt;br /&gt;•    Semua jenis keju&lt;br /&gt;•    Daging, ikan atau ayam olahan&lt;br /&gt;•    Macam-macam saus, bumbu, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar atau makanan yang menggunakan cuka.&lt;br /&gt;•    Semua jenis jamur segar maupun kering&lt;br /&gt;•    Buah yang dikeringkan, misalnya kismis, aprokat, kurma dan lain-lain.&lt;br /&gt;•    Sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol dan semua minuman yang manis.&lt;br /&gt;•    Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan tersebut dianjurkan untuk dihindari 1-2 minggu. Setelah itu untuk mencobanya biasanya diberikan satu per satu. Bila tidak timbul gejala, berarti dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan :&lt;br /&gt;•    Makanan sumber karbohidrat : beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung dan talas.&lt;br /&gt;•    Makanan sumber protein seperti daging, ikan, ayam, udang dan hasil laut lain yang segar.&lt;br /&gt;•    Makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan. Namun kacang tanah tidak dianjurkan karena sering berjamur.&lt;br /&gt;•    Semua sayuran segar terutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang kol, bit, wortel dan lain-lain.&lt;br /&gt;•    Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Diet untuk alergi dan intoleransi makanan&lt;br /&gt;Cara mengatur makanan untuk anak alergi dan intoleransi makanan, pertama-tama perlu diperhatikan sumber penyebabnya. Makanan yang diduga menyebabkan gejala alergi/intoleransi harus dihindarkan. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka semua makanan yang menggunakan telur harus dihindarkan. Dengan bertambahnya umur anak, makanan tersebut dapat diperkenalkan satu per satu, sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatur makanan secara umum :&lt;br /&gt;•    Berikan makanan seimbang untuk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikan sel-sel yang rusak dan kegiatan sehari-hari&lt;br /&gt;•    Gula sebaiknya dihindari, khususnya bagi yang hiperaktif dan ada infeksi jamur. Fruktosa dapat digunakan sebagai pengganti gula karena penyerapan fruktosa lebih lambat dibanding gula/sukrosa.&lt;br /&gt;•    Minyak untuk memasak sebaiknya menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai atau minyak olive.&lt;br /&gt;•    Cukup mengonsumsi serat, khususnya serat yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar.&lt;br /&gt;•    Pilih makanan yang tidak menggunakan food additive.&lt;br /&gt;•    Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral&lt;br /&gt;•    Membaca label makanan untuk mengetahui komposisi makanan secara lengkap dan tanggal kadaluarsanya.&lt;br /&gt;•    Berikan makanan yang cukup bervariasi&lt;br /&gt;•    Hindari junk food seperti yang saat ini banyak dijual, ganti dengan buah dan sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Terapi Makanan Anak Dengan Gangguan Autisme&lt;br /&gt;Penulis : Tuti Soenardi, Susirah Sutarjo&lt;br /&gt;Penerbit : PT. Penerbitan Sarana Bob&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3086423943687061562?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3086423943687061562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3086423943687061562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/terapi-diet-pada-gangguan-autisme_15.html' title='Diet Autis'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01381214216526476870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-637872510502534365</id><published>2009-02-15T13:08:00.002+07:00</published><updated>2009-02-15T13:11:01.929+07:00</updated><title type='text'>makalah autis_camelia rezky 072022948</title><content type='html'>BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Autisme merupakan gangguan perkembangan yang sangat komplek pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usai tiga tahun.&lt;br /&gt;Autisme atau dikenal dengan sindroma keanner dengan memiliki gejala tidak mampu bersosialisasi, mengalami kesulitan menggunakan bahasa, perilaku berulang-ulang, dengan kata lain pada anak autisme dapat terjadi kelainan emosi, intelektual, dan kemauan / gangguan pervasif.&lt;br /&gt;Secara singkat dikatakan bahwa autisme merupakan suatu keadaan anak dapat berbuat semaunya sendiri baik cara berfikir atau berprilaku.&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum ada obat atau diet khusus yang dapat memperbaiki struktur otak atau jaringan syaraf yang kelihatannya mendasari gangguan autisme.Seperti diketahui gejala yang timbul pada anak gangguan autisme sangat bervariasi, oleh karena itu terapinya sangat individual tergantung keadaan dan gejala yang timbul, tidak bisa daseragamkan. Namun akan sulit sekali membuat pedoman diet ynag sifatnya sangat individual. Perlu diperhatikan bahwa anak dengan gangguan autisme umumnya sangat alergi terhadap beberapa makanan dan mengamati gejala pada yang timbul akibat makanan tertentu sangat bermanfaat dalam terapi selanjutnya. Terapi diet deisesuaikan dengan gejala utama yang timbul pada anak.&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Pengertian Autisme.&lt;br /&gt;Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat komplek pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.&lt;br /&gt;Penyebab Autisme &lt;br /&gt;Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otaksedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.&lt;br /&gt;B. Gejala Autisme &lt;br /&gt;• Tidak mampu bersosialisasi&lt;br /&gt;• Mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.&lt;br /&gt;• Terjadinya kelainan emosi, intelektual, dan kemauan atau gangguan pervasif&lt;br /&gt;• Bertindak dan berbuat semaunya sendiri&lt;br /&gt;• Sebagian anak berprilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif&lt;br /&gt;• Sering tempertantrum (Menangis dan mengamuk), tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;• Pada pemeriksaan status mental ditemukan adanya kurangnya orentasi lingkungan.&lt;br /&gt;C. Jenis Autisme&lt;br /&gt;Autisme terdiri dari 3 jenis yaitu persepsi, jenis reaksi, dan autisme yang timbul kemudian.&lt;br /&gt;1. Autisme persepsi&lt;br /&gt;Merupakan Autisme yang timbul sebelum lahir dengan gejala adanya rangsangan dari luar baik kecil maupun kuat dapat menimbulkan kecemasan.&lt;br /&gt;2. Autisme Reaktif&lt;br /&gt;Yakni dengan gejala penderita membuat gerakan-gerakan tertentu berulang-ulang dan kadang – kadang disertai kejang dan dapat diamatipada usia 6-7 tahun.Mempunyai sifat rapuh mudah terpengaruh oleh dunia luar.&lt;br /&gt;3. Autisme yang timbul kemudian&lt;br /&gt;Jenis ini diketahui setelah anak agak besar dan akan mengalami kesulitan dalam mengubah perilakunya karena sudah melekat atau ditambah dengan adanya pengalaman yang baru.&lt;br /&gt;D. Terapi diet pada gangguan Autisme&lt;br /&gt;Pada anak autis terganggunya saluran pencernaan, dinding usus penuh jamur, enzim pencernaanpun jadi terhalang. Hal ini menyebabkan enzim pencernaan berkurang. Pada anak autis, enzim DPP-4 tidak berfungsi sehinnga tidak bisa memecah gluten dan kasein. Akibatnya gluten dan kasein tidak terpecah menjadi asam amino.&lt;br /&gt;Pada orang normal protein yang bisa diserap tubuh hanya yang berbentuk asam amino. Jika ada gangguan pencernaan, sebagian gluten dan kasein tadi belum sempat terpecah menjadi asam amino, tetapi masih terdiri dari rangkaian beberapa asam amino yang disebut peptida, sedangkan peptida tidak bisa diserap tubuh karena ukurannya besar.&lt;br /&gt;Berbagai gangguan saluran pencernaan ditemukan pada hampir semua anak autis. Berikut ini beberapa gnagguan saluran pencernaan yang sering terjadi pada anak autis.&lt;br /&gt;1. Mal absorption&lt;br /&gt;Kekurangan penyerapan nutrisi makanan.&lt;br /&gt;2. Mal digestation&lt;br /&gt;Gangguan metabolisme nutrisi&lt;br /&gt;3. Microbial overgrowth&lt;br /&gt;Pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam usus oleh jamur, bakteri, dan virus, yang mengakibatkan ketidakseimbangan flora dan usus.&lt;br /&gt;4. Undishcharged paneth cells&lt;br /&gt;Pembentukan Sel panet tidak optimal, mengakibatkan gangguan lambung.&lt;br /&gt;5. Abnormal intestinasi permeability&lt;br /&gt;Peningkatan permeabilitas usus, mengakibatkan usus memiliki lubang-lubang kecil.&lt;br /&gt;6. Endoscopic Abnormality&lt;br /&gt;Kelainan pada hasil endoskopi (Pemeriksaan melalui kamera yang dimasukan dalam saluran cerna melalui mulut / anus untuk melihat keadaan.&lt;br /&gt;a. Diet Tanpa Gluten Dan Kasein&lt;br /&gt;Diet CFGT (Casein free dan Gluten free) bagi anak autis sangat penting sehinnga sangat dianjutkan. Sebelum melakukan diet CFGT, orang tua hendaknya melakukan persiapan yang cukup agar hasilnya maksimal.&lt;br /&gt;a) Melibatkan Dokter&lt;br /&gt;b) Terapi biomedis, panduan diet CFGT&lt;br /&gt;Berikut ini pemeriksaan laboratorium yang biasa dilakukan&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan Feses &lt;br /&gt;Pemeriksaan mengenai adanya jamur, bakteri, dan parasit dalam usus ,Infeksi saluran cerna dan keadaan usus sendiri&lt;br /&gt;2) Pemeriksaan urin&lt;br /&gt;Pemeriksaan logam berat yang keluar, pemeriksaan gangguan fungsi ginjal dan infeksi pada saluran kencing&lt;br /&gt;3) Pemeriksaan darah&lt;br /&gt;Meliputi pemeriksaan darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, alergi makanan, sistem kekebalan tubuh, kadar vitamin dan logam berat dalam darah&lt;br /&gt;4) Pemeriksaan rambut&lt;br /&gt;c) Mempelajari kondisi kesehatan anak &lt;br /&gt;Penting bagi orang tua mempelajari kondisi kesehatan anaknya terlebih dahuli sebelummenyusun diet yang tepat.Berikut ini beberapa contoh kondisi kesehatan yang dialami anak – anak autis:&lt;br /&gt;1) Alergi makanan&lt;br /&gt;2) Intoleransi makanan&lt;br /&gt;3) Sindrom PST (Phenol Sulfo Transferase)&lt;br /&gt;Anak yang mengidap sindrom PST mengurangi makanan yang mengandung fenol tinggi&lt;br /&gt;4) Gangguan Gizi.&lt;br /&gt;Umumnya anak autis mengalami gangguan gizi akibat sistem pencernaan yang tidak sempurna karena sulit menterap zat gizi-gizi tertentu. Gangguan gizi juga menyebabkan gangguan gizi pada otak dan sistem kekebalan tubuh. Pengaturan makanan, akan sangat membantu memperbaiki kondisi gangguan gizinyya. Berikut ini gangguan Gizi pada anak autis :&lt;br /&gt;(a) Kekurangan Seng (Zink)&lt;br /&gt;Ditemukan hampir pada 90 % anak autis.Semg diperlukan untuk perkembangan dinding usus yang sehat, pengembangan sistem kekebalan tubuh yang sempurna, metabolisme tulang, pengangkut oksigen dan pemusnahan radikal bebas.&lt;br /&gt;Kekurangan seng kronis menyebabkan gangguan fungsi pencernaan fungsi pankreas.Kerusakan permukaan saluran cerna dll. Kebutuhan seng pada bayi 3-5 mg / hr, sedangkan pada anak usia 1-9 th 8-10 mg / hr&lt;br /&gt;(b) Kekurangan Kalsium&lt;br /&gt;Fungsi kalsium untuk pembentukan tulang gigi dan kontraksi otot. Kekurangan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan mudah terjadi kejang otot. Kebutuhan pada bayi 300-400 mg / hr pada anak dewasa 500 mg / hr. sumber kalsium susu, teri, udang, telur, dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;(c) Kekurangan Magnesium&lt;br /&gt;Kebutuhan Magnesium anak dapat dihitung berdasarkan rumus 4,5 mg / kg BB / hr. Sumber magnesium sayuran hijau , serelia, kacang-kacangan, susu, coklat.&lt;br /&gt;(d) Kekurangan Mineral&lt;br /&gt;Kekurangan mineral dapat menyebabkan logam beracun tertimbun dalam gula darah dan fungsi gangguan pencernaan. Sumber – sumber pada sayuran hijau dan buah-buahan.&lt;br /&gt;(e) Kekurangan asam lemak omega –3, serat makanan, antioksidan, dan vitamin lain&lt;br /&gt;Terjadi pada hampir semua anak autis.&lt;br /&gt;(f) Kelebihan Tembaga&lt;br /&gt;Kelebihan tembaga dalam tubuh menyebabkan sirosis hati 90 % anak autis mengalami kelebihan tembaga&lt;br /&gt;b. Panduan Diet CFGF secara garis besar dari para ahli autis&lt;br /&gt;a). Pada minggu pertama&lt;br /&gt;Hindari natau kurangi makanan dari terigu dalam bentuk mie. Solusinya cari bahan makanan mirip mi ini dari tepung beras. Ex.Bihun, spageti beras, atau jagung dan kwetiau beras.&lt;br /&gt;b). Pada Minggu kedua&lt;br /&gt;Hindari atau kurangi biskuit, solusinya cari biscuit dari tepung beras yang dibuat sendiri atau yang dijual ditoko makanan anak autis.&lt;br /&gt;c). Pada Minggu Ketiga&lt;br /&gt;Hindari atau kurangi roti karena biasanya dominan mengandungtepung terigu dan ragi. Solusinya buat cemilan bebas tepung seperti singkonggoreng, ubi rebus, atau kentang goreng atau jajan pasar tanpa bahan terigu.&lt;br /&gt;d). Pada Minggu ke empat&lt;br /&gt;Hindari atau kurangi makanan dari susu sapi spt susu bubuk, susu cair, keju,coklat,yoghur, dan es krim. Solusinya ganti dengan susu kedelaidangan tambahan aroma pandandan jahe.&lt;br /&gt;e). Pada minggu kelima&lt;br /&gt;Hindari atau kurangi makanan yang banyak mengandung gula, sperti sirup, permen, minuman kotak dan soft drink. Solusinya gunakan gula merah atau pengganti gula.&lt;br /&gt;f). Pada minggu ke enam&lt;br /&gt;Atur jadwal makan buah-buahan yang biasa dikonsumsi anak. Hindari Apel, Anggur, melon, tomat, jeruk, dan strowberri. Pilih yang lebih aman bagi anak autis, seperti pepaya, nenas, sirsak, dan kiwi. Jika perlu dimasak menjadi puding.&lt;br /&gt;Gangguan Sensori pada aktivitas makan&lt;br /&gt;Anak autis memiliki gangguan sistem sensori. Hal ini membuat mereka sangat peka terhadap ransangan, misalnya sentuhan ringan terasa menyakitkan dan membuatnya tidak suka kontak fisik dengan orang lain.selain itu ada juga yang peka pendengaranya, gangguan sensori pada aktivitas makan belum banyak yang diungkap ahli medis. Anak autis dengan gangguan sensori yang parah, tidak bisa mencium aroma masakan tertentu. Banyak makanan yang dianggap lezat dan harum aromanya bagi orang normal, tetapi tidak bisa ditolerir anak autis. Gangguan ini membuat anak autis tampaknya tidak pernnnah tergiur makanan.&lt;br /&gt;c. Diet Anti – Yeast / Ragi / Jamur&lt;br /&gt;Diet ini diberikan kepada anak dengan gangguan infeksi jamur. Pertumbuhan jamur erat kaitanya dengan gula, makan-makanan yang diberikan tanpa menggunakan gula, yeast dan jamur&lt;br /&gt;Makanan yang perlu dihindari adalah :&lt;br /&gt; Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti yang menggunakan gula dan yeast.&lt;br /&gt; Semua jenis keju&lt;br /&gt; Daging,Ikan, atau ayam olahan seperti daging asap, sosis, hotdog, kornet, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Macam-macam saus (Saus tomat, saus cabai), bumbu / rempah, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar (timun, bawang,zaitun) atau makanan yang menggunakan cuka, mayonaise, atau salad dresing.&lt;br /&gt; Semua jenis jamur segar maupun kering misalnya jamur ku[ing, jamur merang, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Buah yang dikeringkan misalnya kismis, aprokat, kurma, pisang, prune, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Fruit juice/sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol, dan semua minuman yang manis.&lt;br /&gt; Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan tersebut, kecuali disimpan dalam lemari es.&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt; Makanan sumber karbohidrat beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung, dan tales atau biscuit dapat diberikan bila dibuat dari tepung yang bukan tepung terigu.&lt;br /&gt; Makanan sumber protein seperti daging, ikan , ayam, uadang, dan hasil laut lain yang segar.&lt;br /&gt; Makanan sumber protein nabati seperti kacang- kacangan (almod, mete, kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong, dan lainya). Namun kacang tanah tidak dianjurkan karena sering berjamur.&lt;br /&gt; Semua sayuran segarterutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang kol, bit, wortel, timun, labu siam, bayam, terong, sawi, tomat, buncis, kacang panjang, kangkung, tomat, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas&lt;br /&gt;d. Diet Untuk Alergi Dan Inteloransi Makanan&lt;br /&gt;Anak autis umumnya menderita alergi berat. Makanan yang sering menimbulkan alergi adalah ikan, udang, telur, susu, coklat, gandum/terigu, dan bias lebih banyak lagi.cara menagatur makanan untuk anak alergi dan intoleransi makanan, pertama tama perlu diperhatikan sumber penyebabnya.Makanan yang diduga menyebabkan gejala alergi/intoleransi harus dihindari. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka semua makanan yang menggunakan telur harus dihindari. Makanan tersebut tidak harus dipantang seumur hidup. Dengan bertambahnya umur anak, makanan tersebut dapat diperkenalkan satu persatu, sedukit demi sedikit.&lt;br /&gt;Cara mengatur makanan Umum :&lt;br /&gt;a). Berikan makanan seimbang untuk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikan sel-sel yang rusak dari kegiatan sehari – hari.&lt;br /&gt;b). Gula sebaiknya dihindari, khususnya bagi yang hiperaktif dan ada infeksi jamur. Fruktosa dapat digunakan sebagai pengganti gula karena menyerap fruktosa lebih lambatdibanding gula/sukrosa.&lt;br /&gt;c). Minyak untuk memasak sebaiknya menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, atau minyak olive. Bila perlu menambah konsumsi lemak,makanan dapat digoreng.&lt;br /&gt;d). Cukup menkonsumsi serat, khususnya serat yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar. Konsumsi sayur dan buah 3-5 porsi perhari.&lt;br /&gt;e). Pilih makanan yang tidak mengandung food additive (Zat penambah rasa, zat pewarna, zat pengawet).&lt;br /&gt;f). Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral (vitamin B6,vitamin C,seng, dan magnesium)&lt;br /&gt;g). Membaca label makanan untuk mengetahui komposisi makanan secara lengkap dan tanggal kadarluarsanya.&lt;br /&gt;h). Berikan makanan yang cukup bervariasi. Bila makanan monoton, maka anak akan bosan.&lt;br /&gt;i). Hindari junk food seperti yang saat ini banyak dijual, ganti dengan buah dan sayuran segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUP&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Autisme adalah gangguan perkembangan yang sngat komplek pada anak, yang disebabkan karena gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.&lt;br /&gt;Ditemukan fakta bahwa anak autis sensitif terhadap makanan tertentu. Untuk itu perlu terapi diet untuk anak autis yaitu :&lt;br /&gt;• Diet CFGT (casein free dan gluten free)&lt;br /&gt;• Diet anti – yeast/ ragi/jamur&lt;br /&gt;• Diet untuk alergi dan inteloransi makanan&lt;br /&gt;Untuk diet CFGT tetap memperhatikan kecukupan gizi, orang tua harus tetap berkonsultasi dengan Dokter sebelum melakukan perubahan pada diet anak autis.Pastikan orang tua mengetahui dan mencatat secara akurat yang dimakan dan tidak dimakan oleh anak sehingga dokter dapat menganjurkan pemberian suplemen yang sesuai dengan kebutuhan anak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;Setelah mengetahui tentang penyakit autis ini, maka diharapkan para pembaca dapat melakukan pencegahan dengan tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;• Hidayat, A.aziz alimul. Pengantar Ilmu Keperawatan anak I, Jakarta, Salemba medika : 2005&lt;br /&gt;• http : //www.autis.info/index.php/apa-itu-autisme &lt;br /&gt;• Soenardi,Tuti,dkk.Terapi Makanan Anak Dengan Gangguan Autisme, Jakarta, PT.Penerbitan Sarana Bobo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-637872510502534365?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/637872510502534365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/637872510502534365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/makalah-autiscamelia-rezky-072022948.html' title='makalah autis_camelia rezky 072022948'/><author><name>C_M_X</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13109633264417027893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3714861390116752157</id><published>2009-02-15T13:06:00.000+07:00</published><updated>2009-02-15T13:07:10.316+07:00</updated><title type='text'>makalah autis</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3714861390116752157?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3714861390116752157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3714861390116752157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/makalah-autis_15.html' title='makalah autis'/><author><name>C_M_X</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13109633264417027893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-2427758374849840933</id><published>2009-02-13T19:42:00.003+07:00</published><updated>2011-05-07T23:16:43.295+07:00</updated><title type='text'>Kanker Payudara</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;A. KANKER SERVIKS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kejadiannya hampir 27% di antara penyakit kanker di Indonesia. Namun demikian lebih dari 70% penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Di mana Letak Leher Rahim? Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam kelamin wanita. Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks. Bagaimana Gejalanya? Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pendarahan sesudah mati haid (menopause).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Apakah penyebabnya? Lebih dari 95 % kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan tipe 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Apa saja yang menjadi faktor resikonya? Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Sering berganti-ganti pasangan seksual.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Sering menderita infeksi di daerah kelamin.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Melahirkan banyak anak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Defisiensi vitamin A, C, E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;B. PAP SMEAR / IVA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tanpa menunggu keluhan. Beberapa medote skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA. PAP SMEAR Kanker serviks dimulai dari tahap pra kanker. Jika kanker dapat ditemukan pada tahap awal ini, akan dapat disembuhkan dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Kapan melakukannya? Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesudah petunjuk dokter. Bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, lakukanlah pemeriksaan PAP SMEAR setahun sekali. Segera mungkin melakukan pemeriksaan PAP SMEAR dan jangan menunggu sampai timbul gejala.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Bagaimana pemeriksaan dilakukan? Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka kelamin wanita. Ujung leher diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikrosop. Apabila hasil pemeriksaan posirif (terdapat sel-sel yang tidak normal), harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;C. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;SADARI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Payudara &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Payudara terdiri dari 3 unsur yaitu kelenjar pembuatan air susu. Saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar-kelejar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit payudara. Saluran kelenjar akan bermuara pada putting susu yang berada ditengah daerah kulit yang berwarna lebih gelap (areola). Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara tidak termasuk kulit payudara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kanker payudara dapat menimbulkan gejala seperti tersebut dibawah ini &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Adanya benjolan di payudara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan bentuk dan besarnya payudara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Kulit, putting susu dan areola melekuk kedalam atau berkerut.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Faktor Resiko &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.8pt;"&gt;Penyebab yang pasti dari kanker payudara belum diketahui, tapi ada beberapa faktor resiko untuk terjadinya kanker payudara yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 th.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mengalami mati haid setelah umur 50 th.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak menikah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak pernah melahirkan anak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mehirkan anak sesudah umur 35 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak pernah menyusui.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Deteksi Dini Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pemeriksaan dapat berupa:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 28.8pt; text-align: justify;"&gt;Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid, dan bagi yang telah mati haid (menopause) hendaknya dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat dari setiap bulannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis (dokter atau bidan)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 28.8pt; text-align: justify;"&gt;Dengan pemeriksaan yang saksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mammogram&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 28.8pt; text-align: justify;"&gt;Merupakan pemeriksaan radiology menggunakan sinar X untuk pemeriksaan payudara. Gambaran diambil dari arah samping dan atas untuk masing-masing payudara. Adanya gambaran mikro klasifikasi mungkin merupakan tanda dini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;D. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;BREAST CARE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Upaya keberhasilan memberi ASI seyogyanya sudah dimulai sejak masa kehamilan, yg terus dilanjutkan sampai masa menyusui itu sendiri. Pada masa kehamilan, sebaiknya payudara sudah menjadi perhatian anda. Hal ini untuk melihat apakah bentuk puting susu anda kurang menguntungkan untuk kegiatan menyusui. Misalnya, apakah puting susu berbentuk datar atau masuk kedalam. Puting susu demikian sebenarnya bukanlah halangan bagi kita untuk menyusui dengan baik. Dengan mengetahuinya sejak awal, kita mempunyai waktu untuk mengusahakannya agar puting bisa menonjol keluar, sehingga bayi dapat menghisap puting susu lebih mudah sewaktu menyusui.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Caranya :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Gunakan krem lembut, dorong puting susu secara perlahan ke arah luar dengan menggunakan kedua ibu jari tangan anda. Setelah itu masih dengan ibu jari, tariklah bagian dasar puting susu ke arah samping kiri dan kanan , serta arah atas dan bawah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; Kalaupun tidak ada masalah dengan puting anda, puting susu tetap garus disiapkan. Salah satu caranya adalah dengan menggosok puting susu secara perlahan dengan menggunakan handuk lembut setiap kali selesai mandi. Anda tidak perlu mencucinya dengan sabun apalagi menggosoknya keras-keras, sebab kelenjar yg ada di sekitar puting susu dengan sendirinya akan mengeluarkan cairan untuk menjaga kebersihannya. Selain itu perlakuan yg kasar akan membuat puting susu lecet bahkan luka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cara mempersiapkan puting :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan menggunakan krem yg lembut, pijatlah payudara serta puting susu secara teratur. Letakkan ibu jari serta telunjuk pada dasar puting susu, kemudian dengan hati-hati putarlah ke arah kiri serta kanan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Gerakan memijat lainnya adalah dengan meletakkan jari-jari serta ibu jari di dada, kemudian lakukan gerakan memutar ke seluruh payudara, dimulai dari arah atas dan berakhir&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; Pada dasarnya pemijatan ini berguna untuk menghindari timbulnya pembengkakan dan peradangan payudara saat menyusui. Selain itu pemijatan juga bermanfaat untuk merangsang kelenjar-kelenjar susu agar kelak lebih lancar mengalirkan air susu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt;Defenisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;ANC adalah pemeriksaan/ pengawasan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan ANC&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, pembedahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt;Kebijaksanaan Program&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;1 kali pada trimester I&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;1 kali pada trimester II&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;2 kali pada trimester III&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Kunjungan ANC yang ideal adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap bulan sampai umur kehamilan 28 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap 1 minggu sejak umur hamil 32 minggu sampai terjadi persalinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan khusus jika terdapat keluhan-keluhan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7 t”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.   Timbang berat badan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.   Ukur tekanan darahn.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.   Ukur tinggi fundus uteri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.   Imunisasi TT lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.   Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;6.   Tengok/ periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;7.   Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt;Konsep Pemeriksaan Kehamilan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1. Anamnesa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.  Pemeriksaan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;-  Pemeriksaan fisik umum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;-  Pemeriksaan khusus obstetri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;-  Pemeriksaan penunjang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.  Diagnosis/ kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.   Diagnosis banding.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.  Prognosis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;A. KESIMPULAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pendarahan sesudah mati haid (menopause).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;B. SARAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pesan yang perlu diingat:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Untuk melakukan skrining kanker serviks, jangan sampai menunggu adanya keluhan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Datanglah ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-weight: normal;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal; font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Jika ditemukan kelainan pra kanker ikutilah pesan petugas/dokter. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda. Karena pada tahap ini tingkat kesembuhannya hampir 100%.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 12pt; font-weight: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5pt 0pt 0.0001pt 24.1pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Doenges M., (2000), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rencana Asuhan Keperawatan, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Edisi 3, EGC, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5pt 0pt 0.0001pt 24.1pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dixon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; M., dkk, (2005), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelainan Payudara, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Cetakan I, Dian Rakyat, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mansjoer, dkk, (2000), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kapita Selekta Kedokteran, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Edisi 3, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5pt 0pt 0.0001pt 24.1pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sjamsuhidajat R., (1997), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Buku Ajar Ilmu Bedah, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Edisi Revisi, EGC, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tapan, (2005), &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kanker, Anti Oksidan dan Terapi Komplementer, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Elex Media Komputindo, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-2427758374849840933?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2427758374849840933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2427758374849840933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/makalah-kanker-payudara-angri.html' title='Kanker Payudara'/><author><name>angry</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374886574560177607</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3072688358287980733</id><published>2009-02-13T14:31:00.001+07:00</published><updated>2009-02-13T14:34:11.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugas yuche valentine'/><title type='text'>radang paru</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Radang paru adalah peradangan di paru-paru yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Pneumonia dapat membuat kita sulit bernapas sebab paru-paru harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan cukup oksigen ke dalam aliran darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radang paru biasanya selalu muncul secara tiba-tiba yang diawali dengan infeksi saluran pernafasan atas contohnya influenza atau pilek dan gejala umumnya batuk berdahak seringkali pernafasan menjadi dangkal.&lt;br /&gt;Radang paru-paru yang cukup serius dikenal dengan Pneumonia yang biasa dikenal dengan tuberkulosis atau tbc atau Tb.&lt;br /&gt;Indonesia termasuk negara endemis TB (penyakit TB terus-menerus ada sepanjang tahun) dan merupakan salah satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996).&lt;br /&gt;Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993).&lt;br /&gt;Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing (Sylvia Anderson, 1994).&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Etiologi&lt;br /&gt;Bakteri : Diplococus Pneumonia, Pneumococcus, Stretococcus Hemoliticus Aureus, Haemophilus Influenza, Basilus Friendlander (Klebsial Pneumoni), Mycobacterium Tuberculosis.&lt;br /&gt;Virus : Respiratory syntical virus, virus influenza, virus sitomegalik.&lt;br /&gt;Jamur : Citoplasma Capsulatum, Criptococcus Nepromas, Blastomices Dermatides, Cocedirides Immitis, Aspergillus Sp, Candinda Albicans, Mycoplasma Pneumonia. Aspirasi benda asing.&lt;br /&gt;Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya Bronchopnemonia adalah daya tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP), penyakit menahun, pengobatan antibiotik yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;3. Patofisiologi&lt;br /&gt;Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan broncus dan alveolus. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis.&lt;br /&gt;Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mngakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi dapat digambarkan pada skema proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manifestasi klinis&lt;br /&gt;Biasanya didahului infeksi traktus respiratorius bagian atas. Penyakit ini umumnya timbul mendadak, suhu meningkat 39-40O C disertai menggigil, napas sesak dan cepat, batuk-batuk yang non produktif “napas bunyi” pemeriksaan paru saat perkusi redup, saat auskultasi suara napas ronchi basah yang halus dan nyaring.&lt;br /&gt;Batuk pilek yang mungkin berat sampai terjadi insufisiensi pernapasan dimulai dengan infeksi saluran bagian atas, penderita batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia dan kesulitan menelan.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan penunjang&lt;br /&gt;1. Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar.&lt;br /&gt;2. Secara laboratorik ditemukan leukositosis biasa 15.000 – 40.000 / m dengan pergeseran LED meninggi.&lt;br /&gt;3. Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan Eritromicin 4 X 500 mg sehari atau Tetrasiklin 3 – 4 mg sehari.&lt;br /&gt;Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat. Obat-obat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle, poliudikocid pengobatan simtomatik seperti :&lt;br /&gt;Istirahat, umumnya penderita tidak perlu dirawat, cukup istirahat dirumah.&lt;br /&gt;Simptomatik terhadap batuk.&lt;br /&gt;Batuk yang produktif jangan ditekan dengan antitusif&lt;br /&gt;Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan broncodilator.&lt;br /&gt;Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang mempunyai spektrum sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Komplikasi&lt;br /&gt;Komplikasi dari bronchopneumonia adalah :&lt;br /&gt;o Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.&lt;br /&gt;o Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.&lt;br /&gt;o Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.&lt;br /&gt;o Infeksi sitemik&lt;br /&gt;o Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.&lt;br /&gt;o Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.&lt;br /&gt;o Tumbuh kembang anak usia 6 – 12 tahun&lt;br /&gt;Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan ciri sex sekundernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Bronchopneumonia merupakan penyakit yang menganggu sistem pernafasan karena adanya peradangan pada paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan beberapa faktor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;Untuk mencegah timbulnya radang paru-paru sebaiknya kita berpola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, berolahraga, dan menjadikan lingkungan disekitar menjadi lebih sehat dan bebas polusi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3072688358287980733?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3072688358287980733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3072688358287980733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/radang-paru.html' title='radang paru'/><author><name>"Uch3"DCOOEX'S ON 07</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04811154079111477067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-3118175179904129432</id><published>2009-02-12T17:54:00.002+07:00</published><updated>2009-02-12T18:00:31.316+07:00</updated><title type='text'>TERAPI DIET PADA GANGGUAN AUTISME. NOVIKA SARI. (072012921) GIZI IIA</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-3118175179904129432?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3118175179904129432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/3118175179904129432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/terapi-diet-pada-gangguan-autisme.html' title='TERAPI DIET PADA GANGGUAN AUTISME. NOVIKA SARI. (072012921) GIZI IIA'/><author><name>sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01381214216526476870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-6266211893036348908</id><published>2009-02-11T21:55:00.003+07:00</published><updated>2009-02-11T22:02:07.709+07:00</updated><title type='text'>Penyakit Campak-Ayu Pertiwi 072012906</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENYAKIT CAMPAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan &lt;i&gt;Paramyxovirus&lt;/i&gt;. &lt;span style="color: black;"&gt;virus ini memiliki RNA rantai tunggal, famili paramiksovirus, sampai saat ini hanya ada satu serotipe yang diketahui dapat menimbulkan penyakit pada manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: - bayi berumur lebih dari 1 tahun - bayi yang tidak mendapatkan imunisasi - remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Faktor Etiologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Daya tahan tubuh yang lemah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Belum pernah terkena campak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Belum pernah mendapat vaksinasi campak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Keadaan gizi yang kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;III.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Patogenesis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Campak, rubeola, atau measles Adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease ). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas badan - nyeri tenggorokan - hidung meler ( Coryza ) - batuk ( Cough ) - Bercak Koplik - nyeri otot - mata merah ( conjuctivitis )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Morbili dapat ditularkan dengan 3 cara,antara lain :&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Percikan ludah yang mengandung virus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kontak&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;langsung dengan penderita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penggunaan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peralatan makan &amp;amp; minum bersama.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 35.5pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penderita dapat menularkan infeksi dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;IV.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Gejala Klinis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gejala dimulai antara 7-20 hari (rata-rata 10-12 hari) sesudah terinfeksi. Gejala awal sulit dibedakan dengan influensa biasa. Dimulai dengan demam tinggi, hidung berair, batuk ringan, sariawan, nyeri menelan, dan mata merah berair. Anak menjadi cengeng dan matanya selalu terpejam akibat radang pada selaput lendir mata (konjungtivitis). Ruam dapat muncul pada selaput lendir mulut daerah pipi 2-4 hari kemudian. Ruam di daerah ini dikenal dengan istilah bercak Koplik (Koplik's spots). Nama tersebut diambil dari Henry Koplik, nama seorang dokter spesialis anak di Amerika Serikat yang pertama mendeteksi tanda itu. Bercak Koplik seringkali digambarkan seperti garam yang ditabur di atas permadani merah. Gambaran itu memang tepat, karena bercak koplik tampak sebagai titik-titik putih kecil dikelilingi oleh dasar mukosa yang merah. Bercak ini hanya muncul pada masa inkubasi dan cepat menghilang. 3-5 hari setelah gejala pertama (1-2 hari setelah munculnya bercak Koplik), demam menjadi semakin tinggi lalu diikuti dengan munculnya ruam-ruam berwarna kemerahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebagian ruam hanya berupa perubahan warna saja (makula), tapi sebagian lagi berupa lesi yang agak menonjol (papula). Oleh karena itu, erupsi yang terjadi diistilahkan sebagai erupsi makulopapula. Ruam yang terasa sedikit gatal ini mula-mula muncul di belakang telinga. 1 - 2 hari kemudian ruam akan menyebar ke leher, dada, punggung, perut, dan akhirnya lengan serta tungkai. Pada saat ini ruam di wajah mulai menghilang. Pada puncak penyakit, penderita tampak sakit berat, ruam sangat luas, dan suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40°C. Batuk dapat bertambah parah. Pada keadaan yang berat, ruam biasanya akan tampak lebih gelap (merah kehitaman). Dalam 3-5 hari setelah munculnya ruam, suhu tubuh mulai kembali normal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penderita akan merasa lebih baik dan ruam yang tersisa akan segera mengalami deskuamasi (pengelupasan lapisan tanduk kulit) dan menghilang. Walau demikian, ruam tersebut akan meninggalkan bekas berupa bercak berwarna kehitam-hitaman yang baru menghilang dalam waktu yang cukup lama (± 1 bulan). Bercak ini merupakan tanda khas bahwa seseorang baru saja terkena campak. Batuk biasanya masih tetap ada sampai beberapa hari kemudian. Kadang-kadang kadar platelet darah dapat turun sangat rendah (trombositopenia). Akibatnya penderita mudah mengalami perdarahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(ditandai dengan mudah memar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pemeriksaan Laboratorium&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Serologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Pada kasus-kasus atipik, dapat dilakukan pemeriksaan serologi untuk memastikannya. Teknik pemeriksaan yang dapat digunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Fiksasi komplemen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Inhibisi hemaglutinasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Metode antibodi fluoresensi tidak langsung&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Patologi anatomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada organ limfoid dijumpai:&lt;br /&gt;* Hiperplasia folikuler yang nyata&lt;br /&gt;* Sentrum germinativum yang besar&lt;br /&gt;* Sel Warthin-Finkeldey&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;o Sel datia berinti banyak yang tersebar secara acak&lt;br /&gt;o Sel ini memiliki nukleus eosinofilik dan jisim inklusi dalam sitoplasma&lt;br /&gt;o Sel ini merupakan tanda patognomonik campak&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada bercak Koplik dijumpai:&lt;br /&gt;* Nekrosis&lt;br /&gt;* Neutrofil&lt;br /&gt;* Neovaskularisasi&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diagnosa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan temuan klinis. Pada tahap awal, sulit untuk menegakkan diagnosa campak. Adanya konjungtivitis merupakan petunjuk berharga dalam upaya pengambilan diagnosa. Bila kita berhasil menemukan bercak Koplik, maka diagnosa dini dapat kita tegakkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hal-hal yang membantu penegakan diagnosa:&lt;br /&gt;* Riwayat kontak dengan penderita campak&lt;br /&gt;* Gejala demam, batuk, pilek dan konjungtivitis&lt;br /&gt;* Bercak Koplik (patognomonik)&lt;br /&gt;* Erupsi makulopapula dengan tahap-tahap pemunculan yang khas&lt;br /&gt;* Bercak berwarna kehitaman pada kulit setelah sembuh&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;V.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;Management&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya tidak ada pengobatan yang spesifik untuk mengatasi penyakit campak. Pada kasus yang ringan, tujuan terapi hanya untuk mengurangi demam dan batuk, sehingga penderita merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat dengan lebih baik. Dengan istirahat yang cukup dan gizi yang baik, penyakit campak (pada kasus yang ringan) dapat sembuh dengan cepat tanpa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Bila ringan, penderita campak tidak perlu dirawat. Penderita dapat dipulangkan dengan nasehat agar selalu mengupayakan peningkatan daya tahan tubuh, dan segera kontrol bila penyakit bertambah berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Umum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Isolasi untuk mencegah penularan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Tirah baring dalam ruangan yang temaram (agar tidak menyilaukan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Jaga agar penderita tetap merasa hangat dan nyaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Diet bergizi tinggi dan mudah dicerna. Bila tidak mampu makan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ba&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;nyak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berikan porsi kecil tapi sering (small but frequent)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Asupan cairan harus cukup untuk mencegah dehidrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Kompres hangat bila panas badan tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Farmakoterapi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Sampai saat ini belum ada obat yang spesifik untuk mengobati campak. Obat-obatan yang dipergunakan biasanya hanya untuk terapi simtomatik. Antibiotika dapat diberikan bila terjadi infeksi sekunder oleh bakteri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Obat-obat yang dapat diberikan antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Penurun panas (antipiretik): Parasetamol atau ibuprofen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Pengurang batuk (antitusif)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Vitamin A dosis tunggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Di bawah 1 tahun: 100.000 unit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Di atas 1 tahun: 200.000 unit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Antibiotika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Antibiotika hanya diberikan bila terjadi komplikasi berupa infeksi sekunder (seperti otitis media dan pnemonia)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;VI.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Upaya Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Imunisasi campak efektif untuk memberi kekebalan terhadap penyakit campak sampai seumur hidup. Penyakit campak yang disebabkan oleh virus yang ganas ini dapat dicegah jika seseorang mendapatkan imunisasi campak, minimal dua kali yakni semasa usia 6 – 59 bulan dan masa SD (6 – 12 tahun). Upaya imunisasi campak tambahan yang dilakukan bersama dengan imunisasi rutin terbukti dapat menurunkan kematian karena penyakit campak sampai 48%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa imunisasi, penyakit ini dapat menyerang setiap anak, dan mampu menyebabkan cacat dan kematian karena komplikasinya seperti radang paru (pneumonia), diare, radang telinga (otitis media) dan radang otak (ensefalitis) terutama pada anak dengan gizi buruk. Hingga kini penyakit campak masih menjadi penyebab utama kematian anak di bawah umur 1 tahun dan Balita umur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;1 – 4 tahun di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 30.000 anak/tahun meninggal karena komplikasi campak. Selain itu, campak berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah. Imunisasi adalah jalan utama untuk mencegah dan menurunkan angka kematian anak-anak akibat campak. &lt;span style="color: black;"&gt;Pada anak yang sehat dan cukup gizi, campak biasanya tidak menjadi masalah serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Hindari kontak dengan penderita campak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Imunisasi campak pada usia 9 bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Imunisasi MMR pada usia 15 bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Gamma globulin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Dapat diberikan pada anak berusia 6 bulan sampai 2 tahun bila ada riwayat kontak dengan penderita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Hanya memberikan perlindungan singkat (± 3 bulan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.65pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Dosis: 0.2 ml/kgBB&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Vaksinasi biasanya dapat memberikan perlindungan seumur hidup pada penerimanya. Walau demikian, pada beberapa kasus, orang yang telah mendapat vaksinasi masih bisa terkena penyakit campak. Bila ini terjadi, gejala yang dialami biasanya bersifat ringan.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-6266211893036348908?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6266211893036348908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6266211893036348908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/penyakit-campak-ayu-pertiwi-072012906.html' title='Penyakit Campak-Ayu Pertiwi 072012906'/><author><name>Ayu Pertiwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05586939969774170557</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-zBRhpq58_Mo/ToQxe-rwJUI/AAAAAAAAAAQ/JxXEPQzJwIY/s220/fruits_045.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5157867241944949297</id><published>2009-02-11T19:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T20:00:50.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugs ujian kompt 2 b'/><title type='text'>gizi buruk</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://panggahmsunindra6a.blogspot.com/2008/07/makalah-gizi-buruk.html"&gt;Makalah Gizi Buruk&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; Abstrak : Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak – Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut UNICEF saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk. Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan.&lt;br /&gt;Penyebab utama gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan memicu kasus gizi buruk, kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia. Dan juga faktor alam, manusiawi ( kultur social masyarakat setempat ), pemerintah, dan lain – lain.&lt;br /&gt;Persoalan gizi buruk masih menghantui sebagian warganya. Bagaimana bisa di era sekarang, masih dijumpai ribuan, dan ratusan ribu anak balita, yang menjadi pemegang masa depan Indonesia menderita gizi buruk. Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah mencanangkan Gerakan Penanganan Diare dan Gizi Buruk sejak Juli 2007 lalu disusul dengan Gerakan Kedaulatan Pangan yang akan dicanangkan April 2008, keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis.&lt;br /&gt;Gizi buruk akut atau busung lapar menurut Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Dari kondisi tubuh balita yang menderita gizi buruk memiliki berat badan di bawah rata-rata, berat badan/umur Balita &lt; 60 persen berada di bawah garis merah sehingga tergolong KEP berat. Ciri-ciri yang mudah terdekteksi pada tanda marasmus. Komponen biologi yang melatarbelakangi KKP antara lain malnutrisi ibu, penyakit infeksi, dan diet rendah energi &amp;amp; protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu yang mengalami KKP selama kurun waktu tersebut pada gilirannya akan melahirkan bayi berberat badan rendah. Kurang Kalori Protein (KKP) akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya, tidak tercukupi oleh diet. Sindrom kwasiorkor terjelma manakala defisiensi menampakan dominasi protein, dan maramus termanifestasi jika terjadi kekurangan energi yang parah. Kombinasi kedua bentuk ini marasmik kwasiorkor, juga tidak sedikit.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Malnutrisi Primer&lt;br /&gt;Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi, rendahnya pengetahuan, dan kurangnya asupan gizi. Gejala kinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang (maturasi) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malnutrisi Sekunder&lt;br /&gt;Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asupan Gizi&lt;br /&gt;Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Yang nampak adalah bayi-bayi dan anak-anak yang lemah, loyo dan tanpa tenaga. Yang terdengar adalah tangisan dan jeritan putus asa bayi-bayi dan anak-anak kelaparan yang sangat membutuhkan makanan. Mereka cuma bisa menangis tetapi tak mampu meronta.&lt;br /&gt;Tenaga mereka lenyap karena mengidap marasmus bahkan busung lapar. Seorang ibu yang anaknya menderita busung lapar mengakui bahwa sudah beberapa hari ini anaknya hanya makan "air bubur." memasak sedikit beras dengan air yang sangat banyak. Akibatnya makanan itu terlalu cair untuk disebut bubur. Lebih tepat disebut air bubur. Memang, tubuh anak itu bagaikan tulang-belulang yang ditutupi kulit, perutnya buncit, matanya sayu. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit. Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Pendidikan gizi diberikan kepada anak untuk mengarahkan kepada pembiasan dan cara makan yang lebih baik yang dilakukan dalam lingkup makro ( masyarkat luas ) dan mikro ( keluarga ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan ditingkat rumah tangga ( kemampuan memperoleh makanan untuk semua anggotannya ), masalah kesehatan, kemiskinan, pemerataan, dan kesempatan kerja. Indonesia mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh sudah muncul masalah baru. Masalah gizi di Indonesia terutama KEP masih lebih tinggi daripada Negara ASEAN lainnya ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Sekarang ini masalah gizi mengalami perkembangan yang sangat pesat, Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak, meskipun sering luput dari perhatian. Sebagian besar anak di dunia 80% yang menderita malnutrisi bermukim di wilayah yang juga miskin akan bahan pangan kaya zat gizi, terlebih zat gizi mikro (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi yaitu kualitas hidangan yang mengandung semua kebutuhan tubuh. Akibat dari kesehatan gizi yang tidak baik, maka timbul penyakit gizi, umumnya pada anak balita diderita penyakit gizi buruk (Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )&lt;br /&gt;Hubungan antara kecukupan gizi dan penyakit infeksi yaitu sebab akibat yang timbal balik sangat erat. Berbagai penyakit gangguan gizi dan gizi buruk akibatnya tidak baiknya mutu/jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing – masing orang. Jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani tenaga kesehatan ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ). Masalah gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi dengan pengobatan medis/kedokteran. Namun, kemudian disadari bahwa gejala klinis gizi kurang yang banyak ditemukan dokter ternyata adalah tingkatan akhir yang sudah kritis dari serangkaian proses lain yang mendahuluinya ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )&lt;br /&gt;Gizi seseorang dapat dipengaruhi terhadap prestasi kerja dan produktivitas. Pengaruh gizi terhadap perkembangan mental anak. Hal ini sehubungan dengan terhambatnya pertumbuhan sel otak yang terjadi pada anak yang menderita gangguan gizi pada usia sangat muda bahkan dalam kandungan. Berbagai factor yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama pada balita. Ketidaktahuan akan hubungan makanan dan kesehatan, prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu, adanya kebiasaan/pantangan yang merugikan, kesukaan berlebihan terhadap jenis makanan tertentu, keterbatasan penghasilan keluarga, dan jarak kelahiran yang rapat ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara )&lt;br /&gt;Kemiskinan masih merupakan bencana bagi jutaan manusia. Sekelompok kecil penduduk dunia berpikir “hendak makan dimana” sementara kelompok lain masih berkutat memeras keringat untuk memperoleh sesuap nasi. Dibandingkan orang dewasa, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak boleh dibilang sangat kecil. Namun, jika diukur berdasarkan % berat badan, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak ternyata melampaui orang dewasa nyaris dua kali lipat. Kebutuhan akan energi dapat ditaksir dengan cara mengukur luas permukaan tubuh/menghitung secara langsung konsumsi energi itu ( yang hilang atau terpakai ). Asupan energi dapat diperkirakan dengan jalan menghitung besaran energi yang dikeluarkan. Jumlah keluaran energi dapat ditentukan secara sederhana berdasarkan berat badan (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ).&lt;br /&gt;Kekurangan berat badan yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh merupakan masalah serius. Keparahan KKP berkisar dari hanya penyusutan berat badan, terlambat tumbuh sampai ke sindrom klinis yang nyata. Penilaian antropometris status gizi dan didasarkan pada berat, tinggi badan, dan usia. Ukuran antropometris bergantung pada kesederhanaa, ketepatan, kepekaan, serta ketersediaan alat ukur. Marasmus biasanya berkaitan dengan bahan pangan yang sangat parah, semikelaparan yang berkepanjangan, dan penyapihan terlalu dini, sedangkan kwashiorkor dengan keterlambatan menyapih dan kekurangan protein. Penanganan KKP berat dikelompokan menjadi dua yaitu pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa dan fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi ( Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTIFIKASI MASALAH&lt;br /&gt;Masalah – masalah gizi buruk yang kita ketahui bisa menyerang siapa saja khusunya balita dan anak – anak dengan criteria umur tertentu. Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja melainkan dari pendekatan lain. Disini penulis mengidentifikasikan gizi buruk berupa penyebab – penyebab gizi buruk, kwashiorkor, marasmus, maramus – kwashiorkor, asupan gizi, malnutrisi primer dan sekunder, langkah pengobatan, dan jumlah data penderita gizi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBATASAN MASALAH&lt;br /&gt;Penulis akan membatasi masalah yang akan dibahas pada waktu mata kuliah Seminar Biologi agar nanti dalam membahas masalah gizi buruk tidak menyebar ke semua/berbagai aspek. Pembatasan masalah sesuai dengan tema dari makalah ini yaitu Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak - anak. Termasuk di dalamnya Jenis – jenis dan penyebab masalah gizi buruk/malnutrisi, Tanda – tanda yang terlihat/terdeteksi pada malnutrisi dan langkah pengobatannya, Data penurunan gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, dan Perlunya asupan gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan makalah presentasi ini adalah ingin memberitahukan kepada masyarakat hal – hal apa saja yang menjadi ruang lingkup dari masalah gizi buruk, menambah pengetahuan bagi masyarakat agar lebih luas wawasannya mengenai gizi buruk, memberitahukan jumlah penurunan penderita gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, memberikan gambaran yang jelas mengenai penyakit gizi buruk, juga tidak lupa untuk menambah nilai mahasiswa, dan lain – lain yang bisa berdampak positif bagi penulis dan para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     TINJAUAN TEORI&lt;br /&gt;Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ serta menghasilkan energi. Akibat kekurangan gizi, maka simpanan zat gizi pada tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan apabila keadaan ini berlangsung lama maka simpanan zat gizi akan habis dan akhirnya terjadi kemerosotan jaringan. Pada saat ini orang bisa dikatakan malnutrisi. KEP seseorang yang gizi buruk disebakan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari. Pada umumnya penderita KEP berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah, tanda – tanda klinis gizi buruk dapat menjadi indicator yang sangat penting untuk mengetahui seseorang menderita gizi buruk. Kebutuhan tubuh akan zat gizi ditentukan oleh banyak factor. Data komposisi zat gizi bahan makanan yang berhubungan dengan berbagai proses pengolahan belum cukup tersedia, pemeriksaan zat gizi spesifik bertujuan untuk menilai status gizi. Zat gizi yang terdapat pada Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) hanyalah gizi yang penting yaitu energi, protein, vit A, C, B 12, Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Zink, dan Yodium ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )&lt;br /&gt;Ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan gizi yaitu penyakit gizi lebih ( obesitas ), gizi buruk ( malnutrisi ), metabolic bawaan, keracunan makanan, dan lain – lain. Gangguan gizi buruk menggambarkan suatu keadaan pathologis yang terjadi akibat ketidaksesuaian/tidak terpenuhinya antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi dalam jangka waktu yang relatif lama. Ilmu gizi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui sejak berabad – abad yang lampau.. Penyakit – penyakit yang timbul akibat makanan kurang baik seperti makanan yang tidak cukup gizinya atau kadar zat gizinya tak seimbang disebut penyakit gangguan gizi yang pertama kali dikenal adalah penyakit skorbut/sariawan. Penemuan dini terhadap penderita marasmus dan kwashiorkor sangat penting, baik dalam usaha pencegahan terjadinya gizi buruk maupun dalam usaha menurunkan angka kematian bayi dan anak. Untuk itu, para ahli kesehatan anak di berbagai Negara telah bersepakat untuk menemukan cara yang paling mudah dan sederhana untuk mendeteksi penderita KKP sedini mungkin dengan melakukan monitoring berat badan anak melalui penimbangan secara teratur setiap bulan telah dijadikan sebagai kegiatan pokok. Usaha untuk menangani masalah gizi buruk di Indonesia telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia Ke II, strategi yang digunakan untuk memperbaiki gizi di masyarakat berbeda – beda, ada caranya masing – masing. Dewasa ini gizi bukan saja dikenal akan tetapi telah menjadi bahan pembicaraan dan pembahasan di berbagai lingkungan masyarakat. Dewasa ini program perbaikan gizi merupakan salah satu dari 5 program pokok Dep Kes ( Panca Karsa/Karya Husada ) ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ).&lt;br /&gt;Kesehatan yang baik tidak terjadi karena ada perubahan yang berupa kekurangan zat makanan tertentu ( defisiensi ) atau berlebih. Kekurangan umumnya mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kelebihan umumnya mencakup konsumsi lemak, protein, dan gula. Untuk mencapai kondisi anak perlu/cukup gizi harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan serta melakukan kegiatan yang baik seperti olah raga, dan lain – lain. Konsumsi yang kurang baik kualitas dan kuantitasnya akan memberikan kondisi kesehatan gizi kurang/defisiensi. Keadaan kesehatan gizi masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hidangan. Penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong ke dalam kelompok penyakit defisiensi yang sering dihubungkan dengan infeksi yang bisa berhubungan dengan gangguan gizi. Defisiensi gizi merupakan awal dari gangguan system imun yang menghambat reaksi imunologis. Gangguan gizi dan infeksi sering saling bekerja sama akan memberikan prognosis yang lebih buruk. Ada berbagai zat gizi yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Masalah kesehatan gizi dapa timbul dalam bentuk penyakit dengan tingkat yang tinggi ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     PEMBAHASAN MASALAH&lt;br /&gt;Jakarta – Sepanjang tahun ini banyak sudah bencana kesehatan yang melanda bangsa ini. Mulai dari demam berdarah, polio dan penyakit busung lapar yang cukup mengejutkan. Kasus penderita gizi buruk terus bertambah di sejumlah daerah. Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut United Nations Children’s Fund (Unicef) saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk.&lt;br /&gt;Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia, kemiskinan memicu kasus Gizi Buruk&lt;br /&gt;Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui.&lt;br /&gt;Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWASHIORKOR&lt;br /&gt;Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:&lt;br /&gt;* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.&lt;br /&gt;* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring&lt;br /&gt;* Anemia.&lt;br /&gt;* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.&lt;br /&gt;* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia ( perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red. ), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya&lt;br /&gt;* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.&lt;br /&gt;Tanda-tanda kwashiorkor meliputi&lt;br /&gt;- edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,&lt;br /&gt;- wajah membulat dan sembab,&lt;br /&gt;- pandangan mata sayu,&lt;br /&gt;- perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,&lt;br /&gt;- rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,&lt;br /&gt;- otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,&lt;br /&gt;- bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas&lt;br /&gt;- menolak segala jenis makanan (anoreksia)&lt;br /&gt;- sering disertai anemia, diare, dan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARASMUS&lt;br /&gt;Kasus marasmik atau malnutrisi berat karena kurang karbohidrat disertai tangan dan kaki bengkak, perut buncit, rambut rontok dan patah, gangguan kulit. Pada umumnya penderita tampak lemah sering digendong, rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.&lt;br /&gt;Marasmik adalah bentuk malnutrisi primer karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya muka berkerut terlihat tua, tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah berwarna kemerahan dan terjadi pembesaran hati, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot . Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi ( pemberian cairan elektrolit ) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia ( tidak teraturnya denyut jantung ) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:&lt;br /&gt;* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.&lt;br /&gt;* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.&lt;br /&gt;* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.&lt;br /&gt;* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.&lt;br /&gt;* Sering menderita diare atau konstipasi.&lt;br /&gt;* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.&lt;br /&gt;- anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,&lt;br /&gt;- wajah seperti orang tua, cengeng, rewel, perut cekung, dan kulit keriput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARASMIK-KWASHIORKOR&lt;br /&gt;           Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.&lt;br /&gt;* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.&lt;br /&gt;* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.&lt;br /&gt;* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolic seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.&lt;br /&gt;* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.&lt;br /&gt;           Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB GIZI BURUK&lt;br /&gt;Penyebab utama gizi kurang dan gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab pertama adalah faktor alam. Secara umum tanah terkenal sebagai daerah tropis yang minim curah hujan. Kadang curah hujannya banyak tetapi dalam kurun waktu yang sangat singkat. Akibatnya, hujan itu bukan menjadi berkat tetapi mendatangkan bencana banjir. Tetapi, beberapa tahun belakangan ini tidak ada hujan menjadi kering kerontang! Tanaman jagung yang merupakan penunjang ekonomi keluarga sekaligus sebagai makanan sehari-hari rakyat gagal dipanen. Akibatnya, banyak petani termasuk anak-anak, terutama yang tinggal di daerah pelosok, memakan apa saja demi mempertahankan hidup. Dikhawatirkan gizi yang kurang dan bahkan buruk akan memperburuk pertumbuhan fisik dan fungsi-fungsi otak. Kalau ini terjadi, masa depan anak-anak ini dipastikan akan sangat kelam dan buram.&lt;br /&gt;Penyebab kedua adalah faktor manusiawi yaitu berasal dari kultur sosial masyarakat setempat. Kebanyakan masyarakat petani bersifat 'one dimensional,' yakni masyarakat yang memang sangat tergantung pada satu mata pencaharian saja. Banyak orang menanam makanan 'secukup'nya saja, artinya hasil panen itu cukup untuk menghidupi satu keluarga sampai masa panen berikutnya. Belum ada pemikiran untuk membudidayakan hasil pertanian mereka demi meraup keuntungan atau demi meningkatkan pendapatan keluarga. Adanya budaya 'alternatif' yaitu memanfaatkan halaman rumah untuk menanam sayur-mayur demi menunjang kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;Penyebab ketiga masih berkisar soal manusiawi tetapi kali ini lebih berhubungan dengan persoalan struktural, yaitu kurangnya perhatian pemerintah. Pola relasi rakyat dan pemerintah masih vertikal bukan saja menghilangkan kontrol sosial rakyat terhadap para pejabat, tetapi juga membuka akses terhadap penindasan dan ketidakadilan dan, yang paling berbahaya, menciptakan godaan untuk menyuburkan budaya korupsi. Tentu saja tidak semua aparat dan pejabat seperti itu!. Terlepas dari itu semua nampaknya masyarakat membutuhkan pendampingan agar mereka memahami hak-hak individu dan hak-hak sosial mereka sebagai warganegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALNUTRISI PRIMER&lt;br /&gt;Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi dan rendahnya pengetahuan. Gejala klinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang ( maturasi ) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut. Pada penderita malnutrisi primer dapat mempengaruhi metabolisme di otak sehingga mengganggu pembentukan DNA di susunan saraf. berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kecerdasan anak. Mortalitas atau kejadian kematian dapat terjadi pada penderita malnutri primer yang berat.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;MALNUTRISI SEKUNDER&lt;br /&gt;Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh yang mengakibatkan gagal tumbuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal dan lain-lain. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder. Malnutrisi sekunder ini gangguan peningkatan berat badan yang disebabkan karena karena adanya gangguan di sistem tubuh anak. pada malnutrisi sekunder tampak anak sangat lincah, tidak bisa diam atau sangat aktif bergerak. Tampilan berbeda lainnya, penderita malnutrisi sekunder justru tampak lebih cerdas, tidak ada gangguan pertumbuhan rambut dan wajah atau kulit muka tampak segar.&lt;br /&gt;Kasus malnutrisi sekunder sering terjadi overdiagnosis (diagnosis yang diberikan terlalu berlebihan padahal belum tentu mengalami infeksi ) tuberkulosis (TB). Overdiagnosis tersebut terjadi karena tidak sesuai dengan panduan diagnosis yang ada.&lt;br /&gt;Secara medis penanganan kasus malnutrisi sekunder lebih kompleks dan rumit. Penanganannya harus melibatkan beberapa disiplin ilmu kedokteran anak seperti bidang gastroenterologi, endokrin, metabolik, alergi-imunologi, tumbuh kembang dan lainnya. Gizi buruk memang merupakan masalah klasik bangsa ini sejak dulu. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Karena, gizi buruk bukan saja disebabkan karena masalah ekonomi atau kurangnya pengetahuan dan pendidikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDERITA GIZI BURUK MEREBAK DI BERBAGAI TEMPAT&lt;br /&gt;Gizi Buruk Masih Jadi Persoalan Pelik di NTT Sebanyak 1.466 kasus gizi buruk&lt;br /&gt;Masalah Gizi Buruk  Di SERUI Jaya Pura Perlu Penanganan Serius&lt;br /&gt;221 Balita di Trenggalek Gizi Buruk&lt;br /&gt;496 Balita di Kabupaten Blitar menderita gizi buruk.&lt;br /&gt;Bengkulu, tercatat sedikitnya 377 anak penderita gizi buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERLUNYA ASUPAN GIZI&lt;br /&gt;Banyaknya produk suplemen vitamin yang kini beredar secara bebas bisa berdampak baik sekaligus berdampak buruk. suatu produk suplemen harus menjalani uji klinis dulu sebelum dipasarkan. kita tidak terlena begitu saja dengan rayuan iklan yang terlalu bombastis. Tapi di sisi lain produk suplemen yang memang bisa dipercaya kebenarannya sangat berguna bagi kebanyakan orang yang tidak sempat mendapatkan gizi tersebut dari makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;Lebih baik kalau berbagai kebutuhan gizi didapat dari makanan langsung, bukan asupan atau suplemen yang dijual bebas. Sebab tak seorang pun yang bisa menjamin keamanannya, Kecuali kalau asupan itu memang dianjurkan oleh dokter atau didapat dari dokter. Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Air susu ibu cocok sekali untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. ASI juga mengandung zat anti efeksi.&lt;br /&gt;Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:&lt;br /&gt;* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.&lt;br /&gt;* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.&lt;br /&gt;* Maturasi tulang terlambat.&lt;br /&gt;* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.&lt;br /&gt;* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;LANGKAH PENGOBATAN&lt;br /&gt;Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal. Langkah penanganan harus didasarkan pada penyebab serta kemungkinan pemecahnya.&lt;br /&gt;Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh. Memulihkan keadaan gizinya dengan cara mengobati penyakit penyerta, peningkatan taraf gizi, dan mencegah gejala atau kekambuhan dari gizi buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH KASUS GIZI BURUK PADA BALITA MENURUN&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, berbagai upaya intervensi perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah kasus gizi kurang dan gizi buruk balita dalam beberapa tahun terakhir. "Capaiannya sudah signifikan, tapi memang belum bisa langsung membuatnya jadi tidak ada karena untuk itu memang butuh waktu lama," katanya. Ia menjelaskan, penanganan gizi buruk membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga perlu dukungan dana dari pemerintah pusat. Kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita yang pada 2004 sebanyak 5,1 juta telah turun menjadi 4,4 juta pada 2005 dan kembali turun menjadi 4,2 juta pada 2006. "Tahun 2007 angkanya juga turun lagi menjadi 4,1 juta.&lt;br /&gt;Mengalami penurunan bermakna dalam tiga tahun terakhir. Menurut Laporan Kasus Gizi Buruk Dinas Kesehatan Provinsi yang disampaikan ke Departemen Kesehatan pada 2005, jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani sebanyak 76.178 kemudian turun menjadi 50.106 pada 2006 dan turun lagi menjadi 39.080 pada 2007. Jumlah temuan kegiatan surveilans itu lebih rendah dibandingkan dengan target penemuan kasus gizi buruk pada balita yang pada 2005 seharusnya sebanyak 180.000 kasus, 94.000 kasus pada 2006 dan 75.000 kasus pada 2007.&lt;br /&gt;Guna menurunkan jumlah kasus gizi buruk seperti yang telah ditargetkan, yakni menjadi 20 persen dari total balita pada 2009, pemerintah telah melakukan upaya penanggulangan masalah gizi jangka pendek, menengah dan panjang. Targetnya tahun 2009 bisa turun menjadi 20 persen dari jumlah balita, upaya jangka pendeknya antara lain perawatan kasus sesuai prosedur di rumah sakit secara gratis, pemberian makanan bergizi tinggi bagi balita dari keluarga kurang mampu dan surveilans kasus secara periodik melalui Posyandu, serta pemberian makanan pendamping ASI gratis bagi bayi usia 6-24 bulan dari keluarga kurang mampu.&lt;br /&gt;Jangka menengah memberdayakan masyarakat untuk memperbaiki pola asuh pemeliharaan bayi seperti promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan penimbangan berat badan bayi secara rutin untuk deteksi dini kasus, pemerintah juga berusaha meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang bermutu melalui pembentukan Pos Kesehatan Desa, penempatan bidan di desa, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, penguatan Puskesmas dan pembentukan tim kesehatan keliling di daerah terpencil.&lt;br /&gt;Setiap tahun juga telah meningkatkan alokasi anggaran untuk perbaikan gizi. Jika pada 2005 alokasi dana untuk perbaikan gizi hanya Rp175 miliar, maka 2006 ditingkatkan menjadi Rp582 miliar dan kembali ditingkatkan menjadi Rp600 miliar pada 2007. "Tahun 2008 ini besaran anggarannya masih dibahas, tapi dipastikan tidak akan lebih rendah dari Rp600 miliar," Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 pemerintah mengalokasikan 2,3 persen untuk biaya kesehatan. Dengan strategi dan langkah yang telah diterapkan, pemerintah optimistis bisa menurunkan kasus gizi buruk dan kurang pada balita sesuai target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.   KESIMPULAN&lt;br /&gt;Ada 4 faktor yang melatarbelakangi KKP yaitu : masalah social, ekonomi, biologi, dan lingkungan. Kemiskinan salah satu determinan social - ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan. Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak. Kurang kalori protein sesungguhnya berpeluang menyerap siapa saja, terutama bayi dan anak yang tengah tumbuh-kembang. Marasmus sering menjangkiti bayi yang baru berusia kurang dari 1 tahun, sementara kwashiorkor cenderung menyerang setelah mereka berusia 18 bulan. Penilaian status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat mendapatkan makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari. Kecukupan zat gizi berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak.Kasus gizi buruk bukanlah jenis penyakit yang datang tiba-tiba begitu saja. Tetapi karena proses yang menahun terus bertumpuk dan menjadi kronik saat mencapai puncaknya. Masalah defisiensi gizi khususnya KKP menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukan adanya efek jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.   SARAN&lt;br /&gt;Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Dan seharusnya para ibu mengupayakan sesuatu yang terbaik untuk anaknya yang nantinya anak tersebut dapat menolong sang ibu. Ibu jangan mudah menyerah hadapilah semuanya itu, saya yakin pasti akan ada jalan keluarnya&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara.&lt;br /&gt;Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/"&gt;www.liputan6.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antara.co.id/"&gt;www.antara.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.groups.yahoo.com/"&gt;www.groups.yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.emedicine.com/"&gt;www.emedicine.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dinkes-dki.go.id/"&gt;www.dinkes-dki.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/"&gt;www.depkes.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;www.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mercksource.com/"&gt;www.mercksource.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/"&gt;http://www.suarapembaruan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/"&gt;www.sinarharapan.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;http://www.republika.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kabblitar.go.id/"&gt;www.kabblitar.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gizi.net –&lt;br /&gt;Sulung Prasetyo – sinarharapan.co.id  &lt;/div&gt;   &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;panggahms_unindra6a&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://panggahmsunindra6a.blogspot.com/2008/07/makalah-gizi-buruk.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-07-02T08:55:00-07:00"&gt;08:55&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5157867241944949297?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5157867241944949297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5157867241944949297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/gizi-buruk.html' title='gizi buruk'/><author><name>DESMI YENTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11677365290594708492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_N10N4Zcxd9c/SVrnYUqLGSI/AAAAAAAAAAU/QpoMOkab-fk/S220/1_864099038m.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5195574930595373190</id><published>2009-02-11T13:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T13:30:37.156+07:00</updated><title type='text'>KEP Ade suryani saldy (072012904)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;                                              &lt;a href="http://midwifery-23.blogspot.com/2007/07/kekurangan-energi-protein-kep.html"&gt;Kekurangan Energi Protein (KEP)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Kekurangan energi protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG. Menurut Supariasa ( 2000) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIOLOGI.&lt;br /&gt;Defisiensi kalori dan asupan gizi lain mempersulit gambaran klinik dan kimia, gejala utama malnutrisi protein disebabkan karena masukan protein tidak cukup bernilai biologis baik. Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi setiap kilogram berat badannya. Anak balita ini justru merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi Pada anak-anak KEP dapat menghambat pertumbuhan, rentan terhadap penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan (Almatsier, 2003). Penyebab langsung dari KEP adalah kekurangan kalori protein. (Sediaoetomo, 1999), masukan makanan yang kurang dan penyakit atau kelainan yang diderita anak, misalnya penyakit infeksi, malabsorbsi dan lain-lain. Penyebab tak langsung dari KEP sangat banyak, sehingga disebut juga sebagai penyakit dengan kausa multifaktorial (Sediaoetomo, 1999). Dapat juga karena penyerapan protein terganggu, seperti pada keadaan diare kronik, kehilangan protein abnormal pada proteinuria (nefrosis), infeksi perdarahan atau luka bakar, dan gagal mensintesis protein seperti pada keadaan penyakit hati kronik (Nelson, 1999), faktor ekonomi, faktor fasilitas perumahan dan sanitasi, faktor pendidikan dan pengetahuan, faktor fasilitas pelayanan kesehatan, faktor pertanian dan lain-lain. Kurang energi protein dijumpai dalam tiga bentuk yaitu marasmus, kwashiorkor dan bentuk campuran marasmic-kwashiorkor. Bentuk marasmus terjadi karena kekurangan energi terutama kekurangan energi / kalori, sedangkan kwashiorkor terutama oleh karena kekurangan zat protein Manifestasi Klinik. Bukti klinik malnutrisi protein tidak jelas tetapi meliputi letargi, apatis, atau iritabilitas. Bila terus maju, mengakibatkan pertumbuhan tidak cukup, kurang stamina, kehilangan jaringan muskuler, bertambah kerentanan terhadap infeksi, dan udem atau pembengkakan. Gejala klinik dari tiga bentuk kekurangan energi protein menurut standar pelayanan medik RSUP Dr. Sardjito (2000) adalah gejala klinik yang selalu ada, gejala klinis yang biasanya ada dan gejala klinis yang kadang-kadang ada.&lt;br /&gt;Kwashiorkor&lt;br /&gt;gejala klinis yang selalu ada.&lt;br /&gt;(a) edema (gejala cardinal, tanpa edema tidak dapat ditegakkan diagnosis kwashiorkor) karena hipoalbuminemia.&lt;br /&gt;(b) pertumbuhan terlambat.&lt;br /&gt;(c) cengeng, apatis.&lt;br /&gt;(d) brkurangnya jaringan lemak sub kutan.&lt;br /&gt;gejala klinis yang biasanya ada.&lt;br /&gt;(a) perubahan rambut (tipis, lurus, jarang, mudah dicabut tanpa rasa sakit, kemerahan karena gangguan melanogenesis), kalau terjadi akut kelainan rambut idak ada.&lt;br /&gt;(b) pigmentasi kulit (pellagroid dermatosis).&lt;br /&gt;(c) moon-face.&lt;br /&gt;(d) anemia. (30 gejala klinis yang kadang-kadang ada. Flaky-paint rash, hepatomegali (karena infiltrasi lemak), gejala defisiensi vitamin yang menyertai, gejala/tanda penyakit infeksi yang menyertai.&lt;br /&gt;B. Marasmus.&lt;br /&gt;gejala klinis yang selalu ada.&lt;br /&gt;(a) pertumbuhan yang sangat lambat.&lt;br /&gt;(b) lemak subkutan yang hampir tidak ada (sel lemak masih ada) sehingga kulit anak keriput, wajah seperti orang tua, perut tampak buncit,&lt;br /&gt;(c) jaringan otot mengecil,&lt;br /&gt;(d) tidak ada edema, BB&lt;&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lain yang menyertai adalah muka bulat, rambut tipis, kulit pecah, mengelupas dan terlihat sengsara. Secara langsung gizi buruk disebabkan terus rendahnya konsumsi energi protein, juga mikronurien dan makanan sehari-hari dalam jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;Bila anak menderita gizi buruk tidak segera ditangani, amat berisko tinggi dan berakhir dengan kematian, sehingga akan menyebabkan meningkatnya angka kematian. Padahal angka kematian menjadi salah satu indikator derajat kesehatan. Anak yang pernah menderita gizi buruk sulit mengejar pertumbuhan sesuai umurnya. Pada tingkat tertentu, kekurangan gizi akan menyebabkan berat otak, jumlah sel ukuran besar sel, dan zat-zat biokimia lain lebih rendah dari pada anak normal. Makin muda usia anak yang menderita kurang gizi maka makin berat akibat yang ditimbulkan. Keadaan akan menjadi lebih berat jika kurang gizi dialami sejak dalam kandungan. Kemunduran mental akibat gizi buruk dapat bersifat permanen atau tidak dapat diperbaiki (irreversible).&lt;br /&gt;Namun, pada keadaa kurang gizi ringan maupun sedang, kecenderungan mental dapat dipulihkan jika keadaan gizi dan lingkungan bertambah baik. Diagnosis. Pada pemeriksaan antropometri, dapat dilakukan pengukuran-pengukuran fisik anak (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas) dan dibandingkan dengan angka standar (anak yang normal). Untuk tingkat puskesmas penentuan KEP yang umum dilakukan adalah dengan hanya menimbang berat badan balita dibandingkan dengan umur anak.&lt;br /&gt;KEP ringan bila hasil penimbangan berat badan pada KMS terletak pada pita warna kuning diatas garis merah. KEP sedang bila hasil penimbangan BB pada KMS berada dibawah garis merah (BGM) atau BB/U 60%-70% baku median WHO-NHCS. KEP berat bila hasil penimbangan BB/U &lt;60%&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5195574930595373190?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5195574930595373190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5195574930595373190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/kep-ade-suryani-saldy-072012904.html' title='KEP Ade suryani saldy (072012904)'/><author><name>Rhea Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10086661591965981883</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-1457440380490673679</id><published>2009-02-11T12:58:00.004+07:00</published><updated>2009-02-11T13:11:52.402+07:00</updated><title type='text'>obesitas  Fanny Amelia (072012908)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;                                                               &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Obesitas (kegemukan)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a name="description"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apakah obesitas? Obesitas adalah memiliki Body Mass Index (BMI) lebih dari 30; masalahnya adalah cukup jarang orang yang mengerti tentang BMI. BMI adalah perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. Obesitas adalah akumulasi dari akibat-akibat lemak di dalam tubuh. Obesitas adalah penyebab penyakit kronis jangka panjang, contohnya tekanan darah tinggi. Obesitas adalah penyebab kematian yang bisa dicegah nomor 2 di Amerika. Nomor satunya adalah tembakau (rokok).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jenis Obesitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Obesitas dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu obesitas ringan (kelebihan berat badan 20-40%), obesitas sedang (kelebihan berat badan 41-100%) dan obesitas berat (kelebihan berat badan &gt;100%). Penyebab umum dari obesitas yaitu konsumsi makanan yang melebihi daripada yang dibutuhkan oleh badan, kelebihan alkohol, dan gaya hidup yang tidak membutuhkan gerak badan yang cukup. Obesitas bisa dicegah dengan berbagai cara. Di antaranya menghindari konsumsi alkohol, hindari stres, depresi, frustrasi, mengubah perilaku makan yang tidak sehat, menghindari konsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak dan gula, serta berolah raga teratur. Olah raga sebaiknya dilakukan setidaknya 30 menit sehari, tiga kali seminggu dan mencoba melakukan aktivitas seperti berjalan. Ini lebih baik dilakukan daripada menggunakan eskalator. &lt;a name="risk"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Akibat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;p&gt;&lt;/strong&gt;Obesitas dapat menyebabkan penyakit-penyakit kronis berikut:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Insulin resistance. Ini adalah kondisi pra-diabetes,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diabetes tipe 2,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekanan darah tinggi, hipertensi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolesterol tinggi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stroke,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serangan jantung,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gagal jantung,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanker; Kanker rektum, kanker prostat, kanker kandung kemih, kanker uterus, kanker payudara (terutama pada masa menopause),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Osteoartritis, terutama pada lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah.&lt;br /&gt;&lt;a name="causes"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyebab utama obesitas adalah kalori yang digunakan lebih kecil dari kalori yang dikonsumsi dari makanan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Obesitas umum ditemui di lngkungan keluarga. Penyebabnya selain genetis adalah kebiasaan makan dan gaya hidup.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Obesitas juga dapat disebabkan oleh emosi. Orang mungkin makan berlebihan ketika depresi, merasa putus asa, marah, bosan, dan berbagai sebab lain yang sebenarnya tidak butuh makan. Ini umum terjadi pada wanita muda. Perasaan mereka berpengaruh terhadap kebiasaan makanya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebiasaan makan seseorang terpengaruh oleh kebiasaan makan orang-orang di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jenis kelamin berpengaruh terhadap obesitas. Pria memiliki lebih banyak otot dibandingkan dengan wanita. Otot membakar lebih banyak lemak daripada sel-sel lain. Oleh karena wanita lebih sedikit memiliki otot, maka wanita memperoleh kesempatan yang lebih kecil untuk membakar lemak. Hasilnya, wanita lebih berresiko mengalami obesitas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kehamilan. Wanita yang hamil umumnya bertambah berat badannya antara 2 s/d 3 kg. Dan ini dapat berakumulasi dengan kehamilan-kehamilan berikutnya.&lt;br /&gt;Pengobatan juga dapat menyebabkan obesitas, misalnya obat hyphotyroidsm, depresi, steroid, anti depressant, dan pil KB.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masalah hormon bisa juga menyebabkan obesitas meskipun jarang&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana mengatasi obesitas ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. Tanpa obat (non farmakologis)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Modifikasi gaya hidup1. Diet:     - Rendah kalori: 1000-1500 kal.    - Sangat rendah kalori: 400 - 500 kal.    - Rendah lemak: 1200 - 2300 kal, 20 - 30% lemak2. Aktivitas fisik - Aerobik3. Kombinasi aktivitas fisik dan diet4. Terapi perilaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;B. Dengan obat (farmakoterapi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dilakukan bila:- Indeks Masa Tubuh &gt; 30- Indeks Masa Tubuh &gt; 27 disertai faktor risiko: Hipertensi, DM tipe 2, Penyakit Jantung Koroner- Terdapat penyakit lain seperti: SLeep apnea, osteoarthritis&lt;br /&gt;*Keterangan : Penggunaan obat harus dengan pengawasan dokter !!!&lt;br /&gt;Adapun Fakta yang memprihatinkan kita selaku orang tua yaitu, kini semakin banyak anak-anak yang mengalami obesitas.Jumlah anak yang mengalami obesitas meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun dimana angka tersebut sebesar 10 persennya terjadi pada anak berusia 6 tahun dan meningkat menjadi 17 persen pada mereka yang berusia 15 tahun. Hal ini diperparah dengan buruknya pola makan dan jarangnya berolahraga sehingga serangan jantung dan stroke bisa dialami di usia-usia dini.&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;Perubahan gaya hidup seperti mengurangi jumlah makan dan mengatur pola makan&lt;br /&gt;Kurangi coffee break ketika kerja, jalan-jalan (dan makan) bersama teman, nonton TV sambil ngemil, makan permen ketika malam, makan fast food karena malas memasak, snack. Kesadaran terhadap gaya hidup Anda yang tidak sehat akan membantu Anda menghindari masalah kesehatan di masa depan.&lt;br /&gt;Olah raga lebih sering.&lt;br /&gt;Jangan malas untuk beraktifitas, misalnya jalan menuju tempat kerja atau tempat belanja kurang dari 2 km lebih baik daripada naik motor, angkot atau taksi meskipun Anda mampu.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-1457440380490673679?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1457440380490673679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/1457440380490673679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/obesitas-fanny-amelia-072012908.html' title='obesitas  Fanny Amelia (072012908)'/><author><name>fuNniesT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10717323707776293135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnTcg4bPkN4/SZJZAgNSVqI/AAAAAAAAAAM/IrCDmbLlnzU/S220/Hmm...jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-4405536411747206662</id><published>2009-02-11T12:58:00.001+07:00</published><updated>2009-02-11T12:58:47.664+07:00</updated><title type='text'>obesitas</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-4405536411747206662?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4405536411747206662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/4405536411747206662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/obesitas.html' title='obesitas'/><author><name>fuNniesT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10717323707776293135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nnTcg4bPkN4/SZJZAgNSVqI/AAAAAAAAAAM/IrCDmbLlnzU/S220/Hmm...jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-2311049896445811722</id><published>2009-02-11T12:38:00.001+07:00</published><updated>2009-02-11T12:40:51.919+07:00</updated><title type='text'>tulisan NADYA SABRINA 072012917</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Autisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.&lt;br /&gt;Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. &lt;br /&gt;         Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.&lt;br /&gt;Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;        Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).&lt;br /&gt;        Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).&lt;br /&gt;         Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita, dengan perbandingan 4:1 &lt;br /&gt;Terapi Diet pada Gangguan Autisme&lt;br /&gt;1. Diet tanpa gluten dan tanpa kasein&lt;br /&gt;Berbagai diet sering direkomendasikan untuk anak dengan gangguan autisme. Pada umumnya, orangtua mulai dengan diet tanpa gluten dan kasein, yang berarti menghindari makanan dan minuman yang mengandung gluten dan kasein.&lt;br /&gt;Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam keluarga “rumput” seperti gandung/terigu, havermuth/oat, dan barley. Gluten memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu dan tepung bahan sejenis, sedangkan kasein adalah protein susu. Pada orang sehat, mengonsumsi gluten dan kasein tidak akan menyebabkan masalah yang serius/memicu timbulnya gejala. Pada umumnya, diet ini tidak sulit dilaksanakan karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi yang tidak mengandung gluten. Beberapa contoh resep masakan yang terdapat pada situs Autis.info ini diutamakan pada menu diet tanpa gluten dan tanpa kasein. Bila anak ternyata ada gangguan lain, maka tinggal menyesuaikan resep masakan tersebut dengan mengganti bahan makanan yang dianjurkan. Perbaikan/penurunan gejala autisme dengan diet khusus biasanya dapat dilihat dalam waktu antara 1-3 minggu. Apabila setelah beberapa bulan menjalankan diet tersebut tidak ada kemajuan, berarti diet tersebut tidak cocok dan anak dapat diberi makanan seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Makanan yang dihindari adalah :&lt;br /&gt;• Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang dibuat dari terigu, havermuth, dan oat misalnya roti, mie, kue-kue, cake, biscuit, kue kering, pizza, macaroni, spageti, tepung bumbu, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Produk-produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk, mungkin juga menggunakan tepung terigu sebagai bahan campuran. Jadi, perlu hati-hati pemakaiannya. Cermati/baca label pada kemasannya. &lt;br /&gt;• Makanan sumber kasein, yaitu susu dan hasil olahnya misalnya, es krim, keju, mentega, yogurt, dan makanan yang menggunakan campuran susu. &lt;br /&gt;• Daging, ikan, atau ayam yang diawetkan dan diolah seperti sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap, dan sebagainya. Tempe juga tidak dianjurkan terutama bagi anak yang alergi terhadap jamur karena pembuatan tempe menggunakan fermentasi ragi. &lt;br /&gt;• Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;• Makanan sumber karbohidrat dipilih yang tidak mengandung gluten, misalnya beras, singkong, ubi, talas, jagung, tepung beras, tapioca, ararut, maizena, bihun, soun, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein dipilih yang tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai, daging, dan ikan segar (tidak diawetkan), unggas, telur, udang, kerang, cumi, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kacang mede, kacang kapri dan kacang-kacangan lainnya. &lt;br /&gt;• Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, labu kuning, kangkung, tomat, wortel, timun, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Buah-buahan segar seperti anggur, apel, papaya, mangga, pisang, jambu, jeruk, semangka, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diet anti-yeast/ragi/jamur&lt;br /&gt;Diet ini diberikan kepada anak dengan gangguan infeksi jamur/yeast. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pertumbuhan jamur erat kaitannya dengan gula, maka makanan yang diberikan tanpa menggunakan gula, yeast, dan jamur.&lt;br /&gt;Makanan yang perlu dihindari adalah :&lt;br /&gt;• Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti, yang menggunakan gula dan yeast. &lt;br /&gt;• Semua jenis keju. &lt;br /&gt;• Daging, ikan atau ayam olahan seperti daging asap, sosis, hotdog, kornet, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Macam-macam saus (saus tomat, saus cabai), bumbu/rempah, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar (timun, bawang, zaitun) atau makanan yang menggunakan cuka, mayonnaise, atau salad dressing. &lt;br /&gt;• Semua jenis jamur segar maupun kering misalnya jamur kuping, jamur merang, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Buah yang dikeringkan misalnya kismis, aprokot, kurma, pisang, prune, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Fruit juice/sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol, dan semua minuman yang manis. &lt;br /&gt;• Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan tersebut, kecuali disimpan dalam lemari es.&lt;br /&gt;Makanan tersebut dianjurkan untuk dihindari 1-2 minggu. Setelah itu, untuk mencobanya biasanya diberikan satu per satu. Bila tidak menimbulkan gejala, berarti dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;• Makanan sumber karbohidrat: beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung, dan tales. Roti atau biscuit dapat diberikan bila dibuat dari tepaung yang bukan tepung terigu. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein seperti daging, ikan, ayam, udang dan hasil laut lain yang segar. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan (almod, mete, kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong, dan lainnya). Namun, kacang tanah tidak dianjurkan karena sering berjamur. &lt;br /&gt;• Semua sayuran segar terutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang kol, bit, wortel, timun, labu siam, bayam, terong, sawi, tomat, buncis, kacang panjang, kangkung, tomat, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas.&lt;br /&gt;3. Diet untuk alergi dan inteloransi makanan&lt;br /&gt;Anak autis umumnya menderita alergi berat. Makanan yang sering menimbulkan alergi adalah ikan, udang, telur, susu, cokelat, gandum/terigu, dan bias lebih banyak lagi. Cara mengatur makanan untuk anak alergi dan intoleransi makanan, pertama-tama perlu diperhatikan sumber penyebabnya. Makanan yang diduga menyebabkan gejala alergi/intoleransi harus dihindarkan. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka semua makanan yang menggunakan telur harus dihindarkan. Makanan tersebut tidak harus dipantang seumur hidup. Dengan bertambahnya umur anak, makanan tersebut dapat diperkenalkan satu per satu, sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatur makanan secara umum&lt;br /&gt;1. Berikan makanan seimbang untuk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikan sel-sel yang rusak dan kegiatan sehari-hari. &lt;br /&gt;2. Gula sebaiknya dihindari, khususnya bagi yang hiperaktif dan ada infeksi jamur. Fruktosa dapat digunakan sebagai pengganti gula karena penyerapan fruktosa lebih lambat disbanding gula/sukrosa. &lt;br /&gt;3. Minyak untuk memasak sebaiknya menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai, atau minyak olive. Bila perlu menambah konsumsi lemak, makanan dapat digoreng. &lt;br /&gt;4. Cukup mengonsumsi serat, khususnya serat yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar. Konsumsi sayur dan buah 3-5 porsi per hari. &lt;br /&gt;5. Pilih makanan yang tidak menggunakan food additive (zat penambah rasa, zat pewarna, zat pengawet). &lt;br /&gt;6. Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral (vitamin B6, vitmin C, seng, dan magnesium). &lt;br /&gt;7. Membaca label makanan untuk mengetahui komposisi makanan secara lengkap dan tanggal kadaluwarsanya. &lt;br /&gt;8. Berikan makanan yang cukup bervariasi. Bila makanan monoton, maka anak akan bosan. &lt;br /&gt;9. Hindari junk food seperti yang saat ini banyak dijual, ganti dengan buah dan sayuran segar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;• http://www.autis.info/index.php/tentang-autisme/apa-itu-autisme&lt;br /&gt;• http://www.autis.info/index.php/terapi-autisme/terapi-makanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-2311049896445811722?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2311049896445811722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/2311049896445811722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/tulisan-nadya-sabrina-072012917.html' title='tulisan NADYA SABRINA 072012917'/><author><name>nadya's blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04541606007049921446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5574747647539486358</id><published>2009-02-11T12:38:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T12:39:20.108+07:00</updated><title type='text'>Autisme dan Terapi Diet</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Autisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.&lt;br /&gt;Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. &lt;br /&gt;         Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.&lt;br /&gt;Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;        Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).&lt;br /&gt;        Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).&lt;br /&gt;         Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita, dengan perbandingan 4:1 &lt;br /&gt;Terapi Diet pada Gangguan Autisme&lt;br /&gt;1. Diet tanpa gluten dan tanpa kasein&lt;br /&gt;Berbagai diet sering direkomendasikan untuk anak dengan gangguan autisme. Pada umumnya, orangtua mulai dengan diet tanpa gluten dan kasein, yang berarti menghindari makanan dan minuman yang mengandung gluten dan kasein.&lt;br /&gt;Gluten adalah protein yang secara alami terdapat dalam keluarga “rumput” seperti gandung/terigu, havermuth/oat, dan barley. Gluten memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu dan tepung bahan sejenis, sedangkan kasein adalah protein susu. Pada orang sehat, mengonsumsi gluten dan kasein tidak akan menyebabkan masalah yang serius/memicu timbulnya gejala. Pada umumnya, diet ini tidak sulit dilaksanakan karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi yang tidak mengandung gluten. Beberapa contoh resep masakan yang terdapat pada situs Autis.info ini diutamakan pada menu diet tanpa gluten dan tanpa kasein. Bila anak ternyata ada gangguan lain, maka tinggal menyesuaikan resep masakan tersebut dengan mengganti bahan makanan yang dianjurkan. Perbaikan/penurunan gejala autisme dengan diet khusus biasanya dapat dilihat dalam waktu antara 1-3 minggu. Apabila setelah beberapa bulan menjalankan diet tersebut tidak ada kemajuan, berarti diet tersebut tidak cocok dan anak dapat diberi makanan seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Makanan yang dihindari adalah :&lt;br /&gt;• Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang dibuat dari terigu, havermuth, dan oat misalnya roti, mie, kue-kue, cake, biscuit, kue kering, pizza, macaroni, spageti, tepung bumbu, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Produk-produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk, mungkin juga menggunakan tepung terigu sebagai bahan campuran. Jadi, perlu hati-hati pemakaiannya. Cermati/baca label pada kemasannya. &lt;br /&gt;• Makanan sumber kasein, yaitu susu dan hasil olahnya misalnya, es krim, keju, mentega, yogurt, dan makanan yang menggunakan campuran susu. &lt;br /&gt;• Daging, ikan, atau ayam yang diawetkan dan diolah seperti sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap, dan sebagainya. Tempe juga tidak dianjurkan terutama bagi anak yang alergi terhadap jamur karena pembuatan tempe menggunakan fermentasi ragi. &lt;br /&gt;• Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;• Makanan sumber karbohidrat dipilih yang tidak mengandung gluten, misalnya beras, singkong, ubi, talas, jagung, tepung beras, tapioca, ararut, maizena, bihun, soun, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein dipilih yang tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai, daging, dan ikan segar (tidak diawetkan), unggas, telur, udang, kerang, cumi, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kacang mede, kacang kapri dan kacang-kacangan lainnya. &lt;br /&gt;• Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, labu kuning, kangkung, tomat, wortel, timun, dan sebagainya. &lt;br /&gt;• Buah-buahan segar seperti anggur, apel, papaya, mangga, pisang, jambu, jeruk, semangka, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diet anti-yeast/ragi/jamur&lt;br /&gt;Diet ini diberikan kepada anak dengan gangguan infeksi jamur/yeast. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pertumbuhan jamur erat kaitannya dengan gula, maka makanan yang diberikan tanpa menggunakan gula, yeast, dan jamur.&lt;br /&gt;Makanan yang perlu dihindari adalah :&lt;br /&gt;• Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti, yang menggunakan gula dan yeast. &lt;br /&gt;• Semua jenis keju. &lt;br /&gt;• Daging, ikan atau ayam olahan seperti daging asap, sosis, hotdog, kornet, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Macam-macam saus (saus tomat, saus cabai), bumbu/rempah, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar (timun, bawang, zaitun) atau makanan yang menggunakan cuka, mayonnaise, atau salad dressing. &lt;br /&gt;• Semua jenis jamur segar maupun kering misalnya jamur kuping, jamur merang, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Buah yang dikeringkan misalnya kismis, aprokot, kurma, pisang, prune, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Fruit juice/sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol, dan semua minuman yang manis. &lt;br /&gt;• Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan tersebut, kecuali disimpan dalam lemari es.&lt;br /&gt;Makanan tersebut dianjurkan untuk dihindari 1-2 minggu. Setelah itu, untuk mencobanya biasanya diberikan satu per satu. Bila tidak menimbulkan gejala, berarti dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;Makanan yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;• Makanan sumber karbohidrat: beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung, dan tales. Roti atau biscuit dapat diberikan bila dibuat dari tepaung yang bukan tepung terigu. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein seperti daging, ikan, ayam, udang dan hasil laut lain yang segar. &lt;br /&gt;• Makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan (almod, mete, kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong, dan lainnya). Namun, kacang tanah tidak dianjurkan karena sering berjamur. &lt;br /&gt;• Semua sayuran segar terutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang kol, bit, wortel, timun, labu siam, bayam, terong, sawi, tomat, buncis, kacang panjang, kangkung, tomat, dan lain-lain. &lt;br /&gt;• Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas.&lt;br /&gt;3. Diet untuk alergi dan inteloransi makanan&lt;br /&gt;Anak autis umumnya menderita alergi berat. Makanan yang sering menimbulkan alergi adalah ikan, udang, telur, susu, cokelat, gandum/terigu, dan bias lebih banyak lagi. Cara mengatur makanan untuk anak alergi dan intoleransi makanan, pertama-tama perlu diperhatikan sumber penyebabnya. Makanan yang diduga menyebabkan gejala alergi/intoleransi harus dihindarkan. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka semua makanan yang menggunakan telur harus dihindarkan. Makanan tersebut tidak harus dipantang seumur hidup. Dengan bertambahnya umur anak, makanan tersebut dapat diperkenalkan satu per satu, sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatur makanan secara umum&lt;br /&gt;1. Berikan makanan seimbang untuk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikan sel-sel yang rusak dan kegiatan sehari-hari. &lt;br /&gt;2. Gula sebaiknya dihindari, khususnya bagi yang hiperaktif dan ada infeksi jamur. Fruktosa dapat digunakan sebagai pengganti gula karena penyerapan fruktosa lebih lambat disbanding gula/sukrosa. &lt;br /&gt;3. Minyak untuk memasak sebaiknya menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai, atau minyak olive. Bila perlu menambah konsumsi lemak, makanan dapat digoreng. &lt;br /&gt;4. Cukup mengonsumsi serat, khususnya serat yang berasal dari sayuran dan buah-buahan segar. Konsumsi sayur dan buah 3-5 porsi per hari. &lt;br /&gt;5. Pilih makanan yang tidak menggunakan food additive (zat penambah rasa, zat pewarna, zat pengawet). &lt;br /&gt;6. Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral (vitamin B6, vitmin C, seng, dan magnesium). &lt;br /&gt;7. Membaca label makanan untuk mengetahui komposisi makanan secara lengkap dan tanggal kadaluwarsanya. &lt;br /&gt;8. Berikan makanan yang cukup bervariasi. Bila makanan monoton, maka anak akan bosan. &lt;br /&gt;9. Hindari junk food seperti yang saat ini banyak dijual, ganti dengan buah dan sayuran segar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;• http://www.autis.info/index.php/tentang-autisme/apa-itu-autisme&lt;br /&gt;• http://www.autis.info/index.php/terapi-autisme/terapi-makanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5574747647539486358?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5574747647539486358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5574747647539486358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/autisme-dan-terapi-diet.html' title='Autisme dan Terapi Diet'/><author><name>nadya's blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04541606007049921446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-6808325102710465691</id><published>2009-02-11T11:32:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T11:33:40.130+07:00</updated><title type='text'>pepi efni(072012925)</title><content type='html'>MAKALAH KESEHATAN TENTANG TRAUMA THORAX &lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Trauma thorax sering ditemukan sekitar 25% dari penderita multi-trauma ada component trauma toraks.90% dari penderita dengan trauma thorax ini dapat diatasi dengan tindakan yang sederhana oleh dokter di Rumah Sakit (atau paramedic di lapangan), sehingga hanya 10% yang memerlukan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan makalah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Anatomi&lt;br /&gt;2. Fisiologi &lt;br /&gt;3. Pemeriksaan fisik paru&lt;br /&gt;4. Airway&lt;br /&gt;5. Trauma Thorax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan&lt;br /&gt;• Tujuan Instruksionil Umum&lt;br /&gt;Setelah selesai membaca bab ini peserta diharapkan mengetahui serta dapat mendemontrasikan penatalaksanaan penderita trauma thorax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tujan Instruksionil Khusus&lt;br /&gt;1. Dapat melakukan pemeriksaan fisik thorax pada penderita trauma thorax.&lt;br /&gt;2. Dapat mengenali keadaan yang harus dikenali pada penderita trauma thorax &lt;br /&gt;3. Dapat mengenali keadaan-keadaan yang harus dikenali pada secondary survey penderita trauma thorax.&lt;br /&gt;4. Dapat melakukan resusitasi dan penatalaksanaan penderita trauma thorax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TRAUMA THORAKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Anatomi&lt;br /&gt;a. Dinding Dada&lt;br /&gt;Dinding dada merupakan bungkus untuk organ di dalamnya, yang terbesar adalah jantung dan paru-paru. Tulang-tulang iga (kesta 1-12) bersama dengan otot interkostal, serta diafragma pada bagian caudal membentuk rongga thorax&lt;br /&gt;b. Pleura&lt;br /&gt;Pleura parietals melapisi satu sisi dari thorax (kiri dan kanan). Sedangkan pleura viseralis melapisi seluruh paru (kanan dan kiri). Antara pleura parietals dengan viseralis ada tekanan negative (“menghisap”), sehingga pleura parietals da viseralis erring bersinggungan. Ruangan antara kedua pleura disebut rongga pleura. Bila ada hubungan antara udara luar (tekanan 1 atm). Dengan rongga pleura, misalnya karena luka tusuk, maka tekanan positif akan memasuki rongga pleura, sehingga terjadi “open pneumo-thorax”. Tentu saja paru (bersama pleura viseralis) akan kuncup (collaps).&lt;br /&gt;Bila karena suatu sebab, permukaan pleura viseralis robek, dan ada hubungan antara bronchus dengan rongga pleura, sedangkan pleura viseralis tetap utuh, maka udara akan masuk rongga pleura sehingga juga dapat terjadi pnuemotorax. Apabila ada sesuatu mekanisme “ventiel” sehingga udara dari bronchus masuk rongga pleura, tetapi tidak dapat masuk kembali, maka akan terjadi peunomothorax yang semakin berat yang pada akhirnya akan mendorong paru sebelahnya. Keadaan ini dikenal sebagai “tension pneumothorax”.&lt;br /&gt;Apabila terdapat perdarahan dalam rongga pleura, maka keadaan ini dikenal sebagai hemothorax.&lt;br /&gt;c. Paru-Paru&lt;br /&gt;Terdapat dua masing-masing di kiri dan kanan. Dari pangkal paru (jilus) keluar bronkus utama kiri dan kanan yang bersatu membentuk trakea.&lt;br /&gt;d. Mediasinum&lt;br /&gt;Antara kedua paru (dan pleura viseralis) terdapat antara lain jantung dan pembuluh darah besar. Apabila ada tension pneumothorax maka mediastinum terdorong ke sisi yang sehat, sehingga ada gangguan arus balik darah melalui cava. Keadaan ini akan menimbulkan syok, karena jantung tidak maksimal mencurahkan darah.&lt;br /&gt;Jantung berdenyut dalam suatu kantong, yang dikenal sebagai pericardium, Apabila ada luka tusuk jantung, maka darah mungkin akan keluar dari jantung dan mengisi rongga pericardium, sedemikian rupa sehingga denyut jantung akan terhambat. Akan timbul syok, yang bukan syok hemoragik, melainkan syok kardiogenik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Fisiologi&lt;br /&gt;1. Pernapasan&lt;br /&gt;Pernapasan terdiri dari inspirasi (menarik napas) dan kespirasi (mengeluarkan napas)&lt;br /&gt;Pernafasan normal umumnya berkisar antara 12-20 kali/menit. Pernafasan yang lebih dari 24 kali/menit dikenal sebagai tachypnoe (taghi-pe-nu).&lt;br /&gt;Apabila pernafasan buatan dibuat lebih dari 24 kali/menit, maka dikenal sebagai hiperventilasi.&lt;br /&gt;Tachypnoe dapat sebagai akibat keadaan fisiologi (ketakutan, kecapaian, dsb) tetapi juga dapat merupakan indikator bahwa ada yang tidak beres dengan masalah breathing.&lt;br /&gt;2. Hipoksia dan hiperkapnia&lt;br /&gt;Pada dasarnya proses pernafasan bertujuan untuk memasukan oksigen ke dalam tubuh, yang Kemudian akan berdifusi dalam darah.&lt;br /&gt;Gangguan pernafasan akan mengakibatkan gangguan oksigenasi (kadar O2 rendah ) yang dikenal sebagai hipoksia. Apabila gangguan pernafasan disertai dengan penimbunan CO2 dalam darah, maka akan timbul hiperkapnia.&lt;br /&gt;Pada umumnya hipoksia akan bermanifestasi sebagai dyspnoe (dis-pe-nu) sedangkan hiperkapnia yang berat akan bermanifestasi sebagai sianosis.&lt;br /&gt;Hipoksia ringan umumnya sudah akan memberikan gejala tachypnoe dan dyspnoe. Keadaan ini juga dikenal memakai “pulse oxymeter” yang mengukur saturasi O2 dalam darah. Saturasi O2 di atas 95% berarti normal.&lt;br /&gt;Hiperkapnia ringan tidak mungkin dikenal secara klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Pemeriksaan Fisik Paru&lt;br /&gt;a. Infeksi&lt;br /&gt;Pemeriksaan paru dilakukan dengan melihat peranjakan ke-2 sisi anda simetris atau tidak.&lt;br /&gt;b. Palpasi&lt;br /&gt;Palpasi dilakukan dengan ke-2 tangan memegang ke-2 sisi dada. Dinilai peranjakan kedua sisi ada (simetris atau tidak) dan bila ada suara penderita, apakah teraba simetris atau tidak oleh ke-2 tangan pemeriksa&lt;br /&gt;c. Perkusi&lt;br /&gt;Dengan mengetukan jari tengah terhadap jari tengah yang lain yang diletakan mendatar di atas dada.&lt;br /&gt;Pada daerah paru berbunyi sonor, pada daerah jantung berbunyi redup (dull), sedangkan di atas lambung (dan usus) berbunyi timpani.&lt;br /&gt;Pada keadaan pneumothorax akan berbunyi hipersonor, berbeda dengan Bagian paru yang lain.&lt;br /&gt;Pada keadaan hemothorax, akan berbunyi redup (dull).&lt;br /&gt;d. Auskultasi&lt;br /&gt;Auskultasi dilakukan pada 4 tempat yakni bawah ke-2 klavikula, pada garis mid-klavikularis, dan pada kedua aksila.&lt;br /&gt;Bunyi nafas harus sama kiri-kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Airway&lt;br /&gt;Pengelolaan airway merupakan hal utama yang harus diperhatikan lebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 Trauma Thorax&lt;br /&gt;1. Ada 2 keadaan yang harus dikenal pada survey primer:&lt;br /&gt;a. Open pneumo-thorax&lt;br /&gt;Dapat timbul karena trauma tajam, sedemikian rupa, sehingga ada hubungan udara luar dengan rongga pleura, sehingga paru menjadi kuncup. Seringkali hal ini terlihat sebagai luka pada dinding dada yang mengisap pada setiap inspirasi (sucking chest wound)&lt;br /&gt;Apabila lubang ini lebih besar daripada 1/3 diameter trachea, maka pada inspirasi, udara lebih mudah melewati lubang pada dinding dada dibandingkan melewati mulut, sehingga terjadi sesak yang hebat. Dengan demikian maka pada oper pneumothorax, usaha pertama adalah menutup lubang pada dinding dada ini, sehingga open pneumothorax menjadi close pneumothorax (tertutup). Harus segera ditambahkan bahwa Apabila selain lubang pada dinding dada, juga ada lubang pada paru, maka usaha menutup lubang ini dapat mengakibatkan terjadinya tension pneumothorax. Dengan demikian maka yang harus dilakukan adalah:&lt;br /&gt;- Menutup dengan kasa 3 sisi. Kasa ditutup dengan plester pada 3 sisinya, sedangkan pada sisi yang atas dibiarkan terbuka (kasa harus dilapisi zalf/sofratulle pada sisi dalamnya supaya kedap udara)&lt;br /&gt;- Menutup dengan kasa kedap udara. Apabila dilakukan cara ini maka harus sering dilakukan evaluasi paru. Apabila ternyata timbul tanda tension pneumothorax, maka kasa harus dibuka pada luka yang sangat besar, maka dapat dipakai palastik infuse yang digunting sesuai ukuran.&lt;br /&gt;b. Tension Pneumothorax&lt;br /&gt;Apabila ada mekanisme ventil karena lubang pada paru, maka udara akan semakin banyak pada satu sisi rongga pleura, akibatnya adalah&lt;br /&gt;- Paru sebelahnya akan tertekan, dengan akibat sesak yang berat&lt;br /&gt;- Mediastinum akan terdorong, dengan akibat timbul syok&lt;br /&gt;Apabila keadaan berat, maka paramedic harus mengambil tindakan dengan melakukan tindakan dengan melakukan “needle thoracosynthesis”, yakni menusukan dengan jarum besar pada ruang interkostal 2, pada garis mid-klavikuler.&lt;br /&gt;c. Hematothorax&lt;br /&gt;Pada keadaan ini terjadi perdarahan hebat dalam rongga dada. Tidak banyak yang dapat dilakukan pra-RS pada keadaan ini. Satu-satunya cara adalah membawa penderita secepat mungkin ke RS dengan harapan masih dapat terselamatkan dengan tindakan cepat di UGD.&lt;br /&gt;d. Flail Chest&lt;br /&gt;Tulang iga patah pada 2 tempat, pada lebih dari 2 iga, sehingga ada satu segmen dinding dada yang tidak ikut pada pernafasan. Pada ekspirasi, segmen akan menonjol keluar, pada inspirasi justru akan masuk ke dalam, ini dikenal sebagai pernafasan paradoksal.&lt;br /&gt;Kelainan ini akan mengganggu ventilasi, namun yang lebih diwaspadai adalah adanya kontusio paru yang terjadi.&lt;br /&gt;Sesak berat yang mungkin terjadi harus dibantu dengan oksigenasi dan mungkin diperlukan ventilasi tambahan.&lt;br /&gt;Di RS penderita akan dipasang pada respirator, Apabila analisis gas darah menunjukan pO2 yang rendah atau pCO2 yang tinggi.&lt;br /&gt;e. Tamorade Jantung&lt;br /&gt;Terjadi paling sering karena luka tajam jantung, walaupun trauma tumpul juga dapat menyebabkannya&lt;br /&gt;Karena darah terkumpul dalam rongga perkardium, maka kontraksi jantung terganggu sehingga timbul syok yang berat (syok kardiogenik). Biasanya ada pelebaran pembuluh darah vena leher, disertai bunyi jantung yang jauh dan nadi yang kecil.&lt;br /&gt;Pada infuus guyur tidak ada atau hanya sedikit respon&lt;br /&gt;Seharusnya pada penderita ini dilakukan perikardio-sintesis (penusukan rongga pericardium) dengan jarum besar untuk mengeluarkan darah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beberapa keadaan yang dapat dikenali pada survei sekunder&lt;br /&gt;a. Fraktur Iga&lt;br /&gt;Fraktur iga sering ditemukan, gejalanya adalah nyeri pada pernafasan, ketakutan akan nyeri pada gejala ini menyebabkan pernafasan menjadi dangkal, serta takut batuk keadaan ini dapat menyebabkan komplikasi pada paru sehingga kadang-kadang memerlukan blok pada n.interkostalis di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;Patah tulang iga sendiri tidak berbahaya, dan di pra-RS tidak memerlukan tindakan apa-apa, yang harus diwaspadai adalah timbulnya pneumo/hemato-thorax&lt;br /&gt;b. Kontusi paru&lt;br /&gt;Pemadatan paru karena trauma, timbulnya agak lambat, sehingga pada fase pra-RS tidak menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;c. Keadaan lain seperti reptur aorta, rupture diafragma, perforasi esophagus dan sebagainya tidak mungkin dapat dikenal pada fase pra-RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma thorax dapat timbul karena trauma tajam, sedemikian rupa sehingga ada hubungan udara luar dan dengan rongga pleura, sehingga paru menjadi kuncup, Seringkali hal ini terlihat sebagai luka pada dinding dada yang menghisap pada setiap inspirasi/sucking chost woundl&lt;br /&gt;Trauma thorax sering ditemukan, sekitar 25% dari penderita multi-trauma ada komponen ada komponen trauma thorax, 90% dari penderita dengan trauma thorax ini dapat diatasi dengan tindakan yang sederhana oleh dokter di Rumah sakit/paramedic di lapangan, sehingga hanya 10% yang memerlukan operasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-6808325102710465691?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6808325102710465691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/6808325102710465691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/pepi-efni072012925.html' title='pepi efni(072012925)'/><author><name>pepi efni(072012925)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01412840273108646953</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_EsnJ9gNiATg/SZJWi1r4nqI/AAAAAAAAADU/VA7hTeBlkjM/S220/Imo3t.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-7984571896848489319</id><published>2009-02-10T15:15:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T15:52:02.187+07:00</updated><title type='text'>REFNITA FEBRIANI ( 072012926 ) GIZI II.A</title><content type='html'>HAMIL WASPADAI ANEMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;    Anemia merupakan kekurangan zat besi yang biasa diderita oleh wanita hamil pada dasarnya anemia merupakan masalah rasional dan berpengaruh sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia.&lt;br /&gt;Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20%-89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. How Swie Tjioeng menemukan angka anemia kehamilan 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II, dan 24,8% pada trimester III. Akrib Sukarman menemukan sebesar 40,1% di Bogor. Bakta menemukan 50,7% di Puskesmas kota Denpasar sedangkan Sindu menemukan 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia kurang gizi.&lt;br /&gt;Selain itu didaerah pedesaan banyak dijumpai ibu hamil dengan malnutrisi atau kekurangan gizi; kehamilan dan persalinan dengan jarak yang berdekatan; dan ibu hamil dengan pendidikan dan tingkat sosial ekonomi rendah.&lt;br /&gt;B.    PENGERTIAN&lt;br /&gt;    Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, jenis anemia yang pengobatannya relatif mudah, bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia.&lt;br /&gt;Anemia hmil disebut ” potential danger to matter and child (potensial membahayangkan ibu dan anak) ”, karena itulah anemia memerlukan perhatian khusus dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan.&lt;br /&gt;Baik di negara maju maupun di negara berkembang, seseorang disebut menderita anemia bila kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 10 gr %, disebut anemia berat atau bila kurang dari 6 gr %, disebut anemia gravis.&lt;br /&gt;Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12 – 15 gr % dan hematokrit 35-54 %, angka – angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil, terutama wanita yang mendapat pengawasan selama hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan hematokrit dan hemogloblin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal. Sebaiknya pemerintahan dilakukan setiap 3 bulan atau paling sedikit 1 kali pada pemeriksaan pertama atau pada triwulan pertama dan sekali lagi pada triwulan akhir.&lt;br /&gt;Penyebab anemia umumnya adalah :&lt;br /&gt;    1.    Kurang gizi ( malnutrisi )&lt;br /&gt;    2.    Kurang zat besi dalam diet&lt;br /&gt;    3.    Malabsorpsi&lt;br /&gt;    4.    Kehilangan daerah yang banyak : persalinan yang lalu, haid, dll&lt;br /&gt;    5.    Penyakit-penyakit kronik : tbc, paru, cacing usus, malaria, dll&lt;br /&gt;Dalam kehamilan, jumlah darah bertambah ( hiperemia / hipervolumia )karena itu terjadi pengenceran darah karena sel-sel darah tidak sebanding pertambahannya dengan plasma darah. Perbandingan tersebut adalah :&lt;br /&gt;    •    Plasma darah bertambah : 30%&lt;br /&gt;    •    Sel-sel darah bertambah : 18%&lt;br /&gt;    •    Hemoglobin bertambah : 19%&lt;br /&gt;Secara fisiologis, pengeceran darah ini adalah untuk membantu meringankan kerja jantung.&lt;br /&gt;a.1.1. Bentuk-bentuk Anemia&lt;br /&gt;1. Anemia defresiasi besi (62,3%)&lt;br /&gt;Anemia jenis ini biasanya berbentuk normositik dan hipokromik serta banyak dijumpai. Penyebabnya sebagai penyebab anemia umumya.&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Keperluan zat besi untuk wanita hamil, non-hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah :&lt;br /&gt;     FNB Amerika Serikat (1958) : 12 mg-15mg-15mg&lt;br /&gt;     LIPI Indonesia (1968) : 12mg-17mg-17mg&lt;br /&gt;Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parenteral&lt;br /&gt;     Peroral : sulfas ferasus ata glukonas ferosus denan dosis 3-5x0,20 mg&lt;br /&gt;     Parenteral : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorbsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intramuskuler atan intravera. Kemasan ini antara : imferon, jectofer dan ferrigen.&lt;br /&gt;Hasil lebih cepat dari pada peroral.&lt;br /&gt;a.1.2. Anamia Megaloblastik biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa penyebab:&lt;br /&gt;     Kekurangan asam folik&lt;br /&gt;     Kekurangan Vit B12&lt;br /&gt;     Malnutrisi dan infeksi yang kronit&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;     Asam Folik 15 – 30 mg per hari&lt;br /&gt;     Vit B12 3x1 tablet per hari&lt;br /&gt;     Sulfas Ferosus 3x1 tablet per hari&lt;br /&gt;     Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban maka dapat diberikan tanfusi darah.&lt;br /&gt;a.1.3 Anemia hipoplasti (8,0%)&lt;br /&gt;Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang belakang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan :&lt;br /&gt;     Darah tepi lengkap&lt;br /&gt;     Pemeriksaan fungsi sternal&lt;br /&gt;     Pemeriksaan retikulosh&lt;br /&gt;Penyebab belum diketahui pasti, kecuali yang disebabkan oleh infeksi berat (sepsis), keracunan, dan sinar rontgen atau sinar radiasi&lt;br /&gt; Pengobatan  :&lt;br /&gt;Terapi dengan obat-obatan tidak memuaskan mungkin pengobatan yang paling balik yaitu transfusi darah yang yang perlu sering diulang.&lt;br /&gt;a.1.4. Anemia Hemolitik ( sel sickle )(0,7%)&lt;br /&gt;Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.&lt;br /&gt;Ini dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;a)    faktor intrakorpuskoler : dijumpai pada anemia hemolitik, heriditer, talasemia, anemia sel sitkle (sabit), hemoglobinopati C,D,G,H,I dan paraksimal noktural hemoglobinuria.&lt;br /&gt;b)    Faktor ekstrakorpuskoler : disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam dan dapat beserta obat-obatan : leukimia, penyakit hodgkin,dll.&lt;br /&gt;Gejala utama :&lt;br /&gt;     Anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah&lt;br /&gt;     Kelelahan dan kelemahan&lt;br /&gt;     Gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;Bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil. Maka transfusi darah yang berulang dapat membantu penderita.&lt;br /&gt;B. Pengaruh Anemia pada Kehamilan&lt;br /&gt;1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan&lt;br /&gt;    a. Bahaya selama kehamilan&lt;br /&gt;    •    Dapat terjadi abortus&lt;br /&gt;    •    Persalinan prematuritas&lt;br /&gt;    •    Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim&lt;br /&gt;    •    Mudah terjadi infeksi&lt;br /&gt;    •    Ancaman dekoinpensasi kordis (Hb &lt; 6 gr%)&lt;br /&gt;    •    Mola Hidatidosa&lt;br /&gt;    •    Hiperemesis Gravidarum&lt;br /&gt;    •    Pendarahan antepartum&lt;br /&gt;    •    Ketuban pecah dini ( KPO )&lt;br /&gt;    b. Bahaya saat persalinan&lt;br /&gt;    •    Gangguan his – kekuatan mengejan&lt;br /&gt;    •    Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi portus terlantai&lt;br /&gt;    •    Kala kedua berlangsung lama sehingga dapat melelehkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.&lt;br /&gt;    •    Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan pendarahan postpartum karena atonia uteri&lt;br /&gt;    •    Kala keempat dapat terjadi pendarahan post partum sekunder dan atonia uteri&lt;br /&gt;c. Pada Kala nifas&lt;br /&gt;    •    Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan pendarahan post partum&lt;br /&gt;    •    Memudahkan infeksi puerpertum&lt;br /&gt;    •    Pengeluaran ASI berkurang&lt;br /&gt;    •    Terjadinya dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan&lt;br /&gt;    •    Anemia kala nifas&lt;br /&gt;    •    Mudah terjadi infeksi mainmae&lt;br /&gt;2. Bahaya terhadap janin&lt;br /&gt;Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk :&lt;br /&gt;    •    Abortus&lt;br /&gt;    •    Terjadi kematian intro uterin&lt;br /&gt;    •    Persalinan prematuritas tinggi&lt;br /&gt;    •    Berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;    •    Dapat terjadi cacat bawaan&lt;br /&gt;    •    Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinantal&lt;br /&gt;    •    Intelegensi lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER PUSTAKA&lt;br /&gt;Manuaba, Ida Bagus Gede.1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan &amp;amp; Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;Mochtar, Rustam. 1998, Sinopsis Obstetri, Jilid I, EGC Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-7984571896848489319?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7984571896848489319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7984571896848489319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/refnita-febriani-072012926-gizi-iia.html' title='REFNITA FEBRIANI ( 072012926 ) GIZI II.A'/><author><name>Refnita Febriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13416861568413826372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iH6dgCM02Xw/ToQwmvCtEMI/AAAAAAAAAA0/LxHqE4l_Gsc/s220/NarSiz.%2521%25281660%2529.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-7018320487334569105</id><published>2009-02-10T15:14:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T15:28:49.709+07:00</updated><title type='text'>makalah KEP (nikki inna safitri) II b</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;LATAR BELAKANG&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span class="grame"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; color: black;"&gt;Saat ini masalah kegemukan &lt;em&gt;(overweight clan obesitas) &lt;/em&gt;di Indonesia ada kecenderungan meningkat seeara konsisten dan sudah dialami oleh kelompok penduduk usia muda. &lt;/span&gt;&lt;span class="grame"&gt;Masalah gizi tidak terlepas dari masalah makanan karena masalah gizi timbul sebagai akibat kekurangan atau kelebihan kandungan zat gizi dalam makanan.&lt;/span&gt; &lt;span class="grame"&gt;Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih yang terutama terjadi di kalangan masyarakat perkotaan.&lt;/span&gt; Dilain pihak empat masalah gizi kurang seperti gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), anemia gizi besi (AGB), kurang viatmin A(KVA), kurang energi protein (KEP) masih tetap merupakan gangguan khususnya di pedesaan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Dengan meningkatnya taraf hidup sebagian masyarakat yang tinggal baik di perkotaan maupun di pedesaan &lt;span class="grame"&gt;akan&lt;/span&gt; memberikan perubahan pada gaya hidup. &lt;span class="grame"&gt;Pemilihan makanan yang cenderung menyukai makanan siap santap dimana kandungan gizinya tidak seimbang.&lt;/span&gt; &lt;span class="grame"&gt;Rata-rata makanan jenis ini mengandung lemak dan garam tinggi, tetapi kandungan serat yang rendah.&lt;/span&gt; &lt;span class="grame"&gt;Disamping itu masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan dimana pemenuhan kebutuhan makanan kurang sehingga timbul masalah gizi kurang.&lt;/span&gt; &lt;span class="grame"&gt;Jadi masalah gizi yang timbul, baik masalah gizi kurang maupun masalah gizi lebih sebenarnya disebabkan oleh perilaku makan seseorang yang salah yaitu tidak adanya keseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Untuk mengatasi masalah gizi, pemerintah menggalakkan program perbaikan gizi antara lain melalui peningkatan mutu konsumsi pangan dan penganekaragaman konsumsi pangan. &lt;span class="grame"&gt;Disamping itu sasaran program perbaikan gizi juga ditujukan untuk menanamkan perilaku gizi yang baik dan benar sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (Kodyat, 1997).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span class="grame"&gt;PUGS merupakan acuan bagi setiap individu untuk berperilaku gizi yang baik dan benar sesuai dengan situasi dan kondisi kesehatan atau gizi seseorang dan lingkungannya (Rai, 1997).&lt;/span&gt; &lt;span class="grame"&gt;PUGS yang terdiri dari 13 pesan dasar, merupakan pedoman bagi setiap individu agar selalu mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan aman guna mempertahankan status gizi dan kesehatannya secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 5pt 7.2pt 5pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="grame"&gt;&lt;span&gt;B. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="grame"&gt;TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Untuk memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat, bahwa dalam hal masalah pangan dan gizi, kita tidak hanya berhadapan dengan beban kemiskinan, gizi-kurang dan gizi-buruk, tetapi juga sudah mulai menghadapi masalah gizi-lebih, kegemukan segala konsekwensinya terhadap penyakit jantung, stroke dan sejenisnya. Masalah terakhir ini lebih komplek dan lebih mahal penanggulangannya. Selain itu juga diharapkan mulai ada upaya-upaya pencegahan terhadap masalah kegemukan ini di Indonesia seperti yang telah dilakukan di negara-negara tetangga. Dalam seminar tersebut juga dibahas upaya-upaya negara tetangga di Asia seperti Thailand, Malaysia dan Singapore, dalam mencegah bahaya kegemukan yang saat ini sudah merupakan masalah gizi utama di negara-negara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-right: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-right: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-right: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-right: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;BAB II&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;PEMBAHASAN&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pengertian Gizi      seimbang&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Sangatlah penting bagi kita untuk memilih apa yang kita makan setiap hari. Makanan tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal perut tetapi lebih dari itu makanan adalah sebagai penghasil energi, penting untuk pertumbuhan juga mengatur metabolisme tubuh. Oleh karena itu sangat perlu bagi masyarakat untuk memahami perilaku yang baik untuk memilih bahan makanan yang akan dimakan yang sesuai dengan kebutuhan gizi yang seimbang.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Keadaan sosial ekonomi suatu keluarga sangat mempengaruhi permasalahan gizi yang timbul. Pada masyarakat yang kaya dan tinggal di daerah perkotaan, masalah yang ada adalah kelebihan gizi atau gizi lebih dimana akan memunculkan masalah kegemukan atau bahkan penyakit jantung, darah tinggi, kanker, stroke atau diabetes. Sedangkan pada masyarakat miskin masalah ketidakseimbangan gizi timbul akibat kekurangan gizi yang menimbulkan masalah penyakit infeksi misalnya diare atau penyakit lain yang diperparah akibat kurang gizi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Apabila ke dua masalah gizi tersebut dalam jumlah yang besar, akan menjadi masalah masyarakat dan selanjutnya menjadi masalah bangsa. Masyarakat yang terdiri dari keluarga yang menyandang masalah gizi, akan menyandang masalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas rendah. Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan tantangan berat dalam menghadapi persaingan bebas di era globalisasi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Pendidikan gizi merupakan salah satu unsur yang terkait dalam meningkatkan status gizi masyarakat jangka panjang. Melalui penyampaian pesan-pesan gizi yang praktis akan membentuk suatu keseimbangan bangsa antara gaya hidup dengan pola konsumsi masyarakat. Pengembangan pedoman gizi seimbang baik untuk petugas maupun masyarakat adalah salah satu strategi dalam mencapai perubahan pola konsumsi makanan yang ada di masyarakat dengan tujuan akhir yaitu tercapainya status gizi masyarakat yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 5pt 7.2pt 5pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;B. &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengertian Gizi dan Masalah Osbessitas&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: times new roman;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Obesitas ringan : kelebihan      berat badan 20-40%&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Obesitas sedang : kelebihan      berat badan 41-100%&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Obesitas berat : kelebihan      berat badan &gt;100%.&lt;br /&gt;Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Dibanding pria, wanita lebih mudah mengalami kelebihan berat badan (&lt;em&gt;obesitas&lt;/em&gt;). Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah fase hidup wanita yang berbeda dari pria. Kekurangan zat gizi saat dalam kandungan, haid dini, berat badan yang berlebihan ketika hamil, dan aktivitas fisik yang berkurang akibat menopause, mengakibatkan wanita rentan terhadap obesitas.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Angka kejadian kegemukan terus meningkat tajam dari tahun ke tahun, tidak hanya di negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa, tetapi juga di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara-negara Asia. Bahkan suatu sumber mengatakan bahwa bumi kita sekarang ini lebih banyak dihuni orang dengan kelebihan lemak dibandingkan yang kelaparan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan, lebih dari satu miliar penduduk kelebihan berat badan. Angka ini melampaui 800 juta penduduk yang kekurangan gizi. Indonesia dari survei epidemiologi yang dilakukan di Jakarta tahun 1993 memperlihatkan peningkatan prevalensi kelebihan berat badan dari 4,2 persen menjadi 10,9 persen.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Pemantauan yang dilakukan oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat tentang masalah gizi lebih, sesuai kriteria WHO dengan menggunakan nilai metabolisme basal, kelebihan berat badan adalah suatu keadaan ditemukan adanya kelebihan lemak dalam tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Resiko Osbesitas&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Walaupun obesitas bukan merupakan penyakit menular, tetapi obesitas memiliki risiko morbiditas dan mortalitas terhadap beberapa penyakit seperti diabetes, dislipidemia, hipertensi, kardiovaskuler, bahkan ada peneliti lain mengatakan kemandulan bisa juga diakibatkan salah satunya adalah gangguan dari kelebihan berat badan. Karena itu, kelebihan berat badan lebih penting dilihat dari sisi risiko menderita penyakit bukan hanya dari sisi kosmetik saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Menurunkan berat badan dengan sendirinya akan memberikan manfaat bagi kesehatan tidak hanya fisik, namun juga mentalnya. Obesitas merupakan masalah yang kompleks. Selain terapi dengan obat-obat juga memerlukan bimbingan dan konseling gizi, perubahan perilaku/gaya hidup, peningkatan aktivitas fisik/olah raga dan terkadang konseling kesehatan jiwa sampai pembedahan, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Tentu saja biaya untuk itu cukup merogoh dompet kita dan dapat menimbulkan efek samping terutama pada pemakaian obat-obat pelangsing tanpa pengawasan dokter ahli seperti hipertensi, memperberat penyakit kardiovaskuler, hipertiroid, glaucoma, gelisah, berdebar-debar, malabsorbsi kronis dan masih banyak lagi. Sampai sekarang belum ada cara yang ampuh untuk menanggulangi masalah obesitas ini, dan dari penelitian dikatakan bahwa penggunaan obat-obat oral saja hanya dapat menurunkan 10 persen dari total berat badan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Apakah Kegemukan Menular ???&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;SAAT ini banyak cara ditawarkan untuk melangsingkan tubuh, mulai dari jamu gendong, program pelangsingan tubuh, sampai sedot lemak. Hal ini menunjukkan betapa kegemukan telah menjadi suatu masalah bagi masyarakat. Namun, ternyata banyak yang tidak berhasil karena kegemukan bukan suatu masalah yang sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Pada umumnya setiap orang mendambakan berat badan yang ideal, apalagi wanita. Namun, tidak sedikit juga yang memiliki masalah dengan kegemukan, bahkan sampai obesitas. Obesitas merupakan masalah yang mendunia, tidak terkecuali di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Angka obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun. &lt;span lang="IT"&gt;Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003 menyebutkan, di dunia lebih dari 300 juta orang dewasa menderita obesitas. Bahkan, di Amerika Serikat, sebanyak 280.000 orang meninggal setiap tahunnya karena obesitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Di Jakarta diperkirakan 10 dari 100 penduduk menderita obesitas. Biasanya kondisi ini menjadi pemicu penyakit-penyakit seperti jantung, artritis, diabetes tipe 2, serta tekanan darah tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Orang-orang yang punya masalah dengan obesitas cenderung disalahkan oleh masyarakat sebagai orang yang tidak memiliki semangat yang kuat untuk menurunkan berat badan (lack of will power). Selama ini faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab obesitas, antara lain, pola makan, kurang olahraga, kelainan metabolisme, serta faktor genetika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;*&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Faktor Genetika&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Sejak hormon leptin ditemukan sepuluh tahun lalu, yaitu hormon pengontrol nafsu makan serta pengatur proses pembakaran lemak dalam tubuh, penelitian tentang gen-gen yang berperan dalam obesitas berkembang dengan pesat, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan jumlah restoran-restoran “all you can eat” yang sekarang marak di mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Paling tidak, sudah dua gen yang diteliti berasosiasi dengan obesitas, yaitu gen ob (obesity) yang memproduksi leptin, serta gen db (diabetic) yang memproduksi reseptor leptin. &lt;/span&gt;Leptin dihasilkan oleh sel-sel lemak, lalu dikeluarkan ke dalam peredaran darah. Saat leptin mengikat reseptor leptin yang berada di otak, maka terjadi proses penghambatan pengeluaran neuropeptida Y, di mana neuropeptida Y berpengaruh meningkatkan nafsu makan. Karena itu, apabila tidak ada leptin, nafsu makan menjadi tidak terkontrol.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Sejumlah orang yang memiliki masalah obesitas telah diteliti, dan ternyata mengalami mutasi, baik pada gen yang memproduksi leptin atau gen reseptor leptin, sehingga berpengaruh pada kontrol makanan dalam tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Dengan teknik rekayasa genetika, kloning gen leptin dari manusia ke dalam bakteri Escherichia coli telah dilakukan, dengan tujuan memproduksi leptin dalam jumlah besar. Percobaan pada tikus yang mengalami mutasi pada gen penghasil leptin menunjukkan adanya penurunan berat badan saat diberikan terapi dengan leptin. Akan tetapi, pada kenyataannya, tidak semua orang yang menderita obesitas diakibatkan karena mutasi pada gen penghasil leptin. Jadi, tentu ada faktor lain yang ikut berperan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;** &lt;strong&gt;Infeksi virus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Penemuan Dr Nikhil Dhurandhar dari University of Wisconsin, Madison, berhasil membuka misteri lain dari obesitas di luar faktor genetika, yang selama ini dituduh menjadi penyebab utama obesitas. Ternyata obesitas bisa merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus. Virus ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh sehingga disebut dengan virus lemak/fat virus.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Virus lemak pertama kali ditemukan pada ayam. Ayam yang terinfeksi virus lemak lebih gemuk dibandingkan dengan ayam yang tidak terinfeksi, hal lain, yang mengherankan kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam normal. Keadaan yang sama juga terjadi pada manusia yang terinfeksi virus lemak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Saat infeksi terjadi, virus lemak menyebar ke dalam darah dan sel-sel lemak, berikutnya virus memacu sel-sel lemak untuk mengambil kolesterol dan trigliserida dari dalam darah sehingga terjadi penumpukan pada sel-sel lemak. Itulah sebabnya pada orang yang terinfeksi, kadar kolesterol dalam darahnya menjadi lebih rendah dari orang normal. Penemuan ini telah dipublikasikan di International Journal of Obesity 2000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Studi yang dilakukan terhadap ayam, tikus, dan monyet yang disuntik dengan virus lemak, menunjukkan peningkatan lemak dalam tubuh dengan kisaran 50-100 persen dibandingkan dengan hewan yang tidak disuntik virus walaupun diberikan porsi makanan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Virus lemak merupakan kelompok Adenovirus-36. Sampai saat ini telah diketahui 50 jenis adenovirus manusia dan mengakibatkan penyakit-penyakit seperti radang otak, influenza, bahkan diare. Adenovirus biasanya dapat ditularkan lewat udara, kontak langsung, bahkan lewat air. Lalu apakah virus lemak (Adenovirus-36) dapat ditularkan dengan cara yang sama, hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut untuk meneliti mekanisme infeksi dari virus lemak tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Survei terhadap sejumlah penderita obesitas di Amerika Serikat menunjukkan 30 persen di antaranya terinfeksi virus lemak, dan kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya juga lebih rendah sebesar 35 mg, dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi. Penemuan ini merupakan suatu terobosan besar dalam bidang ilmu pengetahuan, dan mungkin bisa mengubah banyak hal dalam mengatasi obesitas. Walaupun tidak semua orang yang menderita obesitas diakibatkan karena infeksi virus, telah terbukti bahwa infeksi virus lemak berperan penting sebagai penyebab obesitas.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Dalam surat kabar Washington Post Agustus 2004, Asosiasi Obesitas Amerika melaporkan teknik laboratorium yang telah dikembangkan untuk mendeteksi virus lemak dari darah. Orang-orang yang terinfeksi virus lemak tidak menyadari adanya infeksi ini sampai dilakukan tes laboratorium, karena tidak adanya gejala klinis yang spesifik.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;*** &lt;/span&gt;Mikro-organisme&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Penemuan-penemuan terakhir tentang adanya kaitan antara mikro-organisme (bakteri, cendawan, virus) dan beberapa penyakit begitu mengherankan. Hal-hal yang semula dianggap tidak berkaitan dengan infeksi sekarang mulai terlihat berhubungan. Sebagai contoh: bakteri Chlamidia pneumoniae yang sebelumnya diketahui hanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan ternyata juga dapat mengakibatkan penyakit jantung, begitu pula dengan cytomegalovirus (CMV).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Contoh lain adalah sakit mag yang selama ini dikenal disebabkan oleh stres, makanan pedas, atau produksi asam lambung yang berlebih, ternyata diakibatkan oleh bakteri &gt;f 3002f 3001&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Begitu pula dengan autisme. Penelitian terakhir menunjukkan infeksi bakteri Clostridium tetani berperan penting mengakibatkan terjadinya autisme. Artinya, penyakit-penyakit yang selama ini diduga berhubungan dengan faktor fisiologi ataupun metabolisme tubuh ternyata diakibatkan oleh infeksi mikroorganisme.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Kembali ke obesitas, apabila nanti telah terbukti sebagian besar obesitas diakibatkan infeksi virus lemak, maka tantangan ke depan yang perlu dilakukan adalah mendesain vaksin untuk mengatasi serangan virus lemak.&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;PENTINGNYA      MEMANTAU BERAT BADAN&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Pembangunan Sumber Daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Perhatian utama adalah untuk mempersiapkan dan meningkatkan kualitas penduduk usia kerja agar benar-benar memperoleh kesempatan serta turut berperan dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan hal tersebut adalah pembangunan dibidang kesehatan dan gizi.&lt;br /&gt;Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masa penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerjanya. Oleh karena itu pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan oleh setiap orang secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif. Oleh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang.&lt;br /&gt;Pedoman ini bertujuan memberikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat badan normal berdasarkan IMT dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih seimbang dan cara lain yang sehat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;IMT Sebagai      alat pemantau berat badan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Dengan IMT akan diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan normal, kurus atau gemuk. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur &gt; 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:&lt;br /&gt;Berat Badan (Kg)&lt;br /&gt;IMT = ——————————————————-&lt;br /&gt;Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)&lt;br /&gt;Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Disebutkan bahwa batas ambang normal untuk laki-laki adalah: 20,1â€“25,0; dan untuk perempuan adalah : 18,7-23,8. Untuk kepentingan pemantauan dan tingkat defesiensi kalori ataupun tingkat kegemukan, lebih lanjut FAO/WHO menyarankan menggunakan satu batas ambang antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan yang digunakan adalah menggunakan ambang batas laki-laki untuk kategori kurus tingkat berat dan menggunakan ambang batas pada perempuan untuk kategorigemuk tingkat berat. Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalam klinis dan hasil penelitian dibeberapa negara berkembang. Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;* &lt;strong&gt;Kategori IMT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kurus&lt;br /&gt;Kekurangan berat badan tingkat berat &lt; 17,0&lt;br /&gt;Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 â€“ 18,4&lt;br /&gt;Normal 18,5 â€“ 25,0&lt;br /&gt;Gemuk&lt;br /&gt;Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 â€“ 27,0&lt;br /&gt;Kelebihan berat badan tingkat berat &gt; 27,0&lt;br /&gt;Jika seseorang termasuk kategori :&lt;br /&gt;1.IMT &lt; 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.&lt;br /&gt;2.IMT 17,0 â€“ 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.&lt;br /&gt;Contoh cara menghitung IMT:&lt;br /&gt;Eko dengan tinggi badan 148 cm, mempunyai berat badan 38 kg.&lt;br /&gt;38&lt;br /&gt;——————– = 17,3&lt;br /&gt;(1,48 X 1,4 &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; m&lt;br /&gt;Status gizi Eko adalah kurus tingkat ringan. Eko dianjurkan menaikkan berat badan sampai menjadi normal antara 41- 54 kg dengan IMT 18,5 â€“ 25,0.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;** &lt;strong&gt;PERHATIAN !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang termasuk kategori kekurangan berat badan tingkat ringan (KEK ringan) sudah perlu mendapat perhatian untuk segera menaikkan berat badan.&lt;br /&gt;3.IMT 18,5 â€“ 25,0 : keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.&lt;br /&gt;4.IMT 25,1 â€“ 27,0 : keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.&lt;br /&gt;5.IMT &gt; 27,0 : keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Contoh cara menghitung :&lt;br /&gt;Opong dengan tinggi badan 159 cm, mempunyai berat badan 70 kg. Maka IMT Opong adalah :&lt;br /&gt;70 70&lt;br /&gt;——————– = ——– = 27,7&lt;br /&gt;(1,59 X 1,59) m 2,53&lt;br /&gt;Berarti status gizi Opong adalah gemuk tingkat berat, dan Opong dianjurkan menurunkan berat badannya sampai menjadi 47- 63 kg agar mencapai berat badan normal (dengan IMT 18,5 â€“ 25,0).&lt;br /&gt;*** &lt;strong&gt;PERHATIAN !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dengan IMT &gt; 25,0 harus berhati-hati agar berat badan tidak naik. Dianjurkan untuk menurnkan berat badannya sampai dalam batas normal.&lt;br /&gt;**** &lt;strong&gt;BADAN ANDA KURUS ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyebab&lt;br /&gt;Karena konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan yang mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan.&lt;br /&gt;Kerugian&lt;br /&gt;1.Penampilan cenderung kurang menarik&lt;br /&gt;2.Mudah letih&lt;br /&gt;3.Resiko sakit tinggi, beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain : penyakit infeksi, depresi, anemia dan diare.&lt;br /&gt;4.Wanita kurus kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.&lt;br /&gt;5.Kurang mampu bekerja keras.&lt;br /&gt;***** Cara Menaikkan Berat Badan&lt;br /&gt;1.Makanlah secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang&lt;br /&gt;2.Makanlah lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu.&lt;br /&gt;3.Tetap berolahraga secara teratur&lt;br /&gt;4.Cukup istirahat&lt;br /&gt;Perlu diketahui&lt;br /&gt;Seseorang yang termasuk dalam kategori kurus dapat disebabkan oleh penyakit tertentu. Oleh kaena itu dianjurkan ntuk memeriksakan kesehatannya pada tenaga medis.&lt;br /&gt;Tips&lt;br /&gt;Agar dapat memantau IMT dengan baik, timbanglah berat badan anda secara teratur.&lt;br /&gt;****** &lt;strong&gt;BERAT BADAN ANDA NORMAL ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa diwujudkan dengan mengkonsumsi energi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh, sehingga tidak terjadi penimbunan energi dalam bentuk lemak, maupun penggunaan lemak sebagai sumber energi.&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;1.Penampilan baik.&lt;br /&gt;2.Lincah&lt;br /&gt;3.Resiko penyakit rendah.&lt;br /&gt;Cara Mempertahankan Berat Badan Normal&lt;br /&gt;1.Pertahankan kebiasaan makan sehari-hari dengan susunan menu gizi seimbang.&lt;br /&gt;2.Pertahankan kebiasaan olah raga yang teratur dan tetap melakukan&lt;br /&gt;3.Kebiasaan fisik sehari-hari&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kesimpulan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;Kelambanan Indonesia menangani masalah gizi makro dalam bentuk gizi kurang dan gizi buruk menurut pendapat saya ada kaitannya dengan kebijakan program gizi kita yang masih mengedepankan pangan, makanan dan konsumsi sebagai penyebab utama masalah gizi. Kebijakan ini cenderung mengabaikan peran faktor lain sebagi penyebab timbulnya masalah gizi seperti air bersih, kebersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan dasar. Akibatnya program gizi lebih sering menjadi program sektoral yang masing-masing berdiri sendiri dengan persepsi berbeda mengenai masalah gizi dan indikatornya. Kebijakan ini dalam makalah ini saya sebut sebagai kebijakan dengan paradigma input.&lt;br /&gt;Salah satu kelemahan paradigma input bagi program perbaikan gizi adalah digunakannya indikator agregatif makro seperti persediaan energi dan protein perkapita. Indikator ini tidak dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya diri individu anggota keluarga terutama anak dan wanita. Paradigma ini tidak mengenal indikator pertumbuhan anak dan status gizi yang mengukur “the real thing”.&lt;br /&gt;Sudah saatnya indikator pertumbuhan dan status gizi anak menjadi salah satu indikator kesejahteraan. Untuk itu program gizi memerlukan pendekatan paradigma baru, yang didalam makalah ini saya namakan paradigma outcome. Dengan paradigma ini beberapa hal dibawah ini memerlukan perhatian lebih besar dalam program gizi .&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Saran – saran&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;dalam menangani masalah gizi makro, khususnya kurang energi protein, titik tolak kebijakannya terletak pada adanya pertumbuhan dan status gizi anak yang tidak normal. Dengan demikian tujuan program adalah memperbaiki pola pertumbuhan anak dan status gizi anak dari tidak normal menjadi normal atau lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt;secara bertahap perlu ada “perombakan” kurikulum di lembaga pendidikan tenaga gizi di semua tingkatan untuk lebih memahami perlunya paradigma baru yang berorientasi pertumbuhan dan status gizi anak sebagai titik tolak dan tujuan program.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman; font-weight: bold;" align="center"&gt;BAB IV&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman; font-weight: bold;" align="center"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt; font-family: times new roman;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;Gabr, M. 2001. IUNS in the Twenty Century on the shoulders of the Twentieth Century giants of Nutrition. VIIth International Congress of Nutrition 27-29 Agustus 2001.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;WHO.2000.Nutrition for Health and Development.WHO, Geneva;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;Departemen Kesehatan. 2001. Rencana Aksi Pangan dan      Gizi Nasional 2001-2005&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;Web : www.gizi.net dan linknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;Carriere, R.C. 2000. Revitalizing and Optimizing      Posyandu. Growth Monitoring and promotion. Makalah. Unicef. Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-7018320487334569105?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7018320487334569105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/7018320487334569105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/makalah-kep-nikki-inna-safitri-ii-b.html' title='makalah KEP (nikki inna safitri) II b'/><author><name>K_du</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01956717940945926879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-8363275641053528176</id><published>2009-02-10T15:04:00.002+07:00</published><updated>2009-02-10T15:09:32.923+07:00</updated><title type='text'>PUGS (nica agus seventeen ashar) IIB</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Masalah gizi tidak terlepas dari masalah makanan karena masalah gizi timbul sebagai akibat kekurangan atau kelebihan kandungan zat gizi dalam makanan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih yang terutama terjadi di kalangan masyarakat perkotaan. Dilain pihak empat masalah gizi kurang seperti gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), anemia gizi besi (AGB), kurang viatmin A(KVA), kurang energi protein (KEP) masih tetap merupakan gangguan khususnya di pedesaan.&lt;br /&gt;Dengan meningkatnya taraf hidup sebagian masyarakat yang tinggal baik di perkotaan maupun di pedesaan akan memberikan perubahan pada gaya hidup. Pemilihan makanan yang cenderung menyukai makanan siap santap dimana kandungan gizinya tidak seimbang. Rata-rata makanan jenis ini mengandung lemak dan garam tinggi, tetapi kandungan serat yang rendah. Disamping itu masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan dimana pemenuhan kebutuhan makanan kurang sehingga timbul masalah gizi kurang. Jadi masalah gizi yang timbul, baik masalah gizi kurang maupun masalah gizi lebih sebenarnya disebabkan oleh perilaku makan seseorang yang salah yaitu tidak adanya keseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizinya.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah gizi, pemerintah menggalakkan program perbaikan gizi antara lain melalui peningkatan mutu konsumsi pangan dan penganekaragaman konsumsi pangan. Disamping itu sasaran program perbaikan gizi juga ditujukan untuk menanamkan perilaku gizi yang baik dan benar sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (Kodyat, 1997).&lt;br /&gt;PUGS merupakan acuan bagi setiap individu untuk berperilaku gizi yang baik dan benar sesuai dengan situasi dan kondisi kesehatan atau gizi seseorang dan lingkungannya (Rai, 1997). PUGS yang terdiri dari 13 pesan dasar, merupakan pedoman bagi setiap individu agar selalu mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan aman guna mempertahankan status gizi dan kesehatannya secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Perilaku Makan Dan Gaya Hidup&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan yang salah akan menyebabkan masalah gizi dan perilaku makan tersebut dipengaruhi oleh aneka faktor sosial, ekonomi, budaya dan ketersediaan pangan. Analisis menggunakan data Susenas menunjukkan adanya kecenderungan perilaku konsumsi makanan jadi (termasuk minuman) yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi makanan yang berasal dari terigu seperti roti, mie, kue kering dan konsumsi kue basah serta minuman es merupakan bagian dari makanan tradisional yang cenderung menurun (Surbakti, S dkk 1997).&lt;br /&gt;Pola umum perilaku konsumen makanan jadi adalah semakin tinggi pendapatan semakin besar proporsi pengeluaran makanan jadi terhadap pengeluaran pangan total. Pada tahun 1996 sekitar seperlima pengeluaran pangan rumah tangga diperkotaan dialokasikan pada makanan jadi, sedangkan oleh rumah tangga di pedesaan sekitar seperdelapan dari pengeluaran pangan. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta pengeluaran untuk makanan jadi (termasuk fast food) lebih besar lagi yaitu seperempat dari total pengeluaran pangan.&lt;br /&gt;Kini makanan fast food telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak sekolah dan remaja diluar rumah diberbagai kota (Mudjianto, dkk 1997) dan diperkirakan cenderung akan semakin meningkat. Kelebihan dan daya tarik bisnis fast food ini terletak pada teknik promosi, hadiah, media campuran, penciptaan suasana, tempat dan pelayanan yang meningkatkan gengsi konsumen.&lt;br /&gt;Perubahan perilaku hidup atau gaya hidup sangat mempengaruhi pola makan masyarakat. Akibat perubahan perilaku masyarakat dalam gaya hidup yang kemudian berlanjut pada perubahan konsumsi makanan sehari-hari telah terbukti mempengaruhi prevalensi obesitas dan penyakit kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Kegiatan fisik atau olahraga perlu dikembangkan secara terus menerus karena dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Dimana kegiatan fisik dan olahraga mempunyai tujuan ganda yaitu disatu sisi untuk peningkatan pengeluaran energi sebagai upaya penyeimbangan masukan dan pengeluaran energi dalam tubuh manusia, sedangkan dipihak lain merupakan upaya peningkatan kebugaran tubuh dan organ tubuh termasuk sistem kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Pemberian makanan yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan kecerdasan bayi. Dampak kekurangan makanan pada masa bayi akan diderita seumur hidup. Cara terbaik memberi makanan bayi adalah menyusui secara ekslusif. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif berarti bayi hanya minum ASI saja dan tidak diberikan makanan tambahan, air atau cairan lain kecuali obat-obatan dan vitamin. Berdasarkan studi IPB, Depkes dan WHO tahun 2001 dikota Bogor diperoleh data dari 1102 bayi, yang diberi ASI ekslusif sampai umur 4 bulan hanya 22,8% (BKKBN, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Masalah Gizi Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.1.&lt;!--[endif]--&gt;Masalah Gizi Lebih&lt;br /&gt;Memasuki era Pembangunan Jangka Panjang II (PJP II) Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu masalah gizi lebih dan masalah gizi kurang dengan berbagai resiko penyakit yang menyertainya. Salah makan yang sebagian atau seluruhnya dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang, merupakan faktor resiko yang sumbangannya sangat tinggi terhadap munculnya penyakit-penyakit degeneratif. Makan lebih banyak dari kebutuhan, dan makan tidak seimbang dalam arti kebanyakan, faktor resiko dalam makanan dan kurangnya faktor proteksi dapat menyebabkan keadaan gizi lebih, yang pada gilirannya dapat membawa resiko masalah kesehatan. Di negara maju kelompok masyarakat usia 20-45 tahun dengan gizi lebih memiliki resiko relatif sebesar 5,9 kali untuk hipertensi dan 2,9 kali untuk diabetes mellitus, dibandingkan dengan kelompok gizi normal. Uji toleransi glukose penderita kelebihan berat badan hampir selalu menunjukan ketidaknormalan yang merupakan indikator resistensi diabetes mellitus.&lt;br /&gt;Contoh-contoh berbagai penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit gaya hidup seperti penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes melitus dll).&lt;br /&gt;Anak-anak yang kekurangan gizi akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik, mental dan intelektual. Gangguan tersebut akan menyebabkan tingginya angka kematian dan kesakitan serta berkurangnya potensi belajar, daya tahan tubuh dan produktifitas kerja. Dampak kekurangan gizi pada umur dini dimanifestasikan dalam bentuk fisik yang lebih kecil dengan tingkat produktivitas yang lebih rendah dan beberapa hasil analisis mengungkapkan terjadinya penyakit degeneratif pada masa dewasa yang justru merupakan umur produktif.&lt;br /&gt;Konsekuensi gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) adalah retardasi mental, gangguan perkembangan sistem syaraf, gangguan pertumbuhan fisik, kegagalan reproduksi dan kematian anak. Yang amat mengkhawatirkan bagi pengembangan SDM adalah akibat negatif terhadap sistem syaraf pusat yang berdampak pada kecerdasan dan perkembangan sosial. Setiap penderita gondok akan mengelami defisit 10 IQ point, kretin 50 point dan GAKI lain 10 IQ point dibawah normal. Dengan perkiraan sekitar 42 juta penduduk tinggal di daerah defisiensi yodium dimana 10 juta menderita gondok, 750-900 ribu menderita kretin endemik dan 3,5 juta menderita GAKI lainnya maka pada saat ini Indonesia telah mengalami defisit 132,5 – 140 juta IQ point akibat GAKI. Dengan kondisi yang sama, setiap tahun akan terus bertambah kehilangan IQ point sebesar 10 juta point.&lt;br /&gt;Anemia gizi yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi merupakan masalah gizi yang besar dan luas diderita oleh penduduk Indonesia. Akibat nyata anemia gizi terhadap kualitas SDM tergambar pada dampaknya meningkatkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), menurunkan prestasi belajar anak sekolah serta menurunnya produktivitas para pekerja, yaitu 10 –20%.&lt;br /&gt;Kekurangan Vitamin A (KVA) mempunyai dampak yang besar terhadap pengembangan kualitas SDM karena fungsi vitamin A yang penting bagi kesehatan. Fungsi vitamin A antara lain dalam hal penglihatan, pertumbuhan, perkembangan tulang, perkembangan dan pemeliharaan jaringan epithel, serta proses imunologi dan reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pembahasan&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyadari penyebab terjadinya masalah gizi karena adanya perubahan pola pangan dan gaya hidup maka disusun pedoman perilaku makan untuk bangsa Indonesia yang dikenal dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Disamping itu PUGS merupakan tindak lanjut dari Konferensi Gizi Internasional di Roma-Itali pada bulan Desember 1992. Hampir semua negara yang mengikuti konferensi tersebut menilai perlunya disusun Nutritional Guidelines atau Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang berguna untuk mencegah berbagai permasalahan gizi.&lt;br /&gt;Kelahiran PUGS pada dasarnya merupakan suatu proses dinamisasi dan penjabaran secara operasional dari slogan empat sehat lima sempurna. Faktor-faktor yang diperhatikan sebagai dasar penyusunan PUGS adalah : a) Masalah gizi yang dihadapi, b) Keadaan sosial budaya, c) Penemuan-penemuan mutakhir dibidang gizi dan d) Slogan empat sehat lima sempurna (Rai, 1997).&lt;br /&gt;PUGS memuat 13 pesan dasar tentang perilaku makan yang diharapkan akan dapat mencegah permasalahan gizi dan menghindari terjadinya penyakit lain yang menyertainya. Ke 13 pesan tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.      &lt;!--[endif]--&gt;Makanlah anekaragam makanan&lt;br /&gt;Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi&lt;br /&gt;Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi&lt;br /&gt;Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi&lt;br /&gt;Gunakan garam beryodium&lt;br /&gt;Makanlah makanan sumber zat besi&lt;br /&gt;Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan&lt;br /&gt;Biasakan makan pagi&lt;br /&gt;Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya&lt;br /&gt;Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur&lt;br /&gt;Hindari minum minuman beralkohol&lt;br /&gt;Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan&lt;br /&gt;Bacalah label pada makanan yang dikemas (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;4.1. Makna Pesan-Pesan PUGS&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;a.      &lt;!--[endif]--&gt;Makanlah anekaragam makanan&lt;br /&gt;Semua bahan makanan mengandung zat gizi dengan jumlah yang bervariasi (FAO,1997). Oleh karena itu mengkonsumsi bahan makanan yang beragam akan memberikan nilai gizi yang lebih baik daripada makanan yang dikonsumsi secara tunggal. Makin beranekaragam jenis bahan makanan yang dikonsumsi, makin terjamin keseimbangan zat gizi dalam tubuh (Kodyat, 1995).&lt;br /&gt;Mengkonsumsi makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan, sebab kekurangan zat gizi tertentu pada satu jenis makanan akan dilengkapi oleh zat gizi serupa pada makanan yang lain (Depkes, 1995). Kekurangan satu jenis zat gizi dalam konsumsi makanan sehari-hari akan menyebabkan penggunaan zat gizi lainnya tidak optimal. Misalnya zat besi (Fe), penyerapannya oleh tubuh akan berkurang bila konsumsi vitamin C rendah (Kodyat, 1995).&lt;br /&gt;Makanan yang beranekaragam paling tidak terdiri dari salah satu jenis dari masing-masing golongan pangan berikut: makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah.&lt;br /&gt;Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi&lt;br /&gt;Setiap orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung sumber zat tenaga atau energi. Kecukupan energi bagi seseorang ditandai dengan berat badan yang normal. Dengan berat badan yang normal kita dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan baik. Seseorang yang ingin mengetahui status gizi, sebenarnya harus melakukan pengukuran antropometri dan dibandingkan dengan standar (Roedjito, 1989). Untuk mengetahui berat badan dapat dilakukan dengan menimbang berat badan satu kali sebulan yang disesuaikan dengan grafik Indeks Massa Tubuh, sehingga diketahui keadaan berat badan.&lt;br /&gt;Apabila makanan yang dikonsumsi tidak cukup mengandung energi atau kekurangan energi yang berlangsung lama mengakibatkan penurunan berat badan dan apabila berlanjut dapat menyebabkan kurang gizi, namun sebaliknya apabila kelebihan energi akan menyebabkan kelebihan berat badan dan apabila berlanjut akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu resiko gangguan kesehatan seperti penyakit diabetes, jantung, tekanan darah tinggi dan sebagainya (Depkes, 1995). Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.&lt;br /&gt;Makanan sumber karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam hidangan di Indonesia seperti nasi, jagung, ubi atau sagu. Energi yang berasal dari makanan digunakan untuk aktivitas di dalam tubuh dan aktivitas di luar tubuh . Aktivitas dalam tubuh misalnya kerja jantung, proses metabolisme sel, proses pencernaan dan sebagainya. Sedangkan aktivitas di luar tubuh seperti jalan, bekerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;Terdapat 2 kelompok sumber karbohidrat yaitu sumber karbohidrat komplek (padi-padian, umbi-umbian, tepung dan sebagainya) dan sumber karbohidrat sederhana (gula). Konsumsi karbohidrat yang berlebih dapat mengurangi peluang terpenuhinya zat gizi lain. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah kecukupan energi atau sekitar 3-4 sendok makan setiap hari dan konsumsi karbohidrat perlu dibatasi setengah dari kebutuhan energi (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.&lt;br /&gt;Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berperan sebagai sumber dan cadangan energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E dan K, sumber asam lemak esensial, penyebab makanan mempunyai tekstur khusus (lunak atau keras) dan menambah lezat hidangan serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama (Sediaoetama, A,B, 1989 dan Muhilal dkk, 1998).&lt;br /&gt;Berdasarkan kemudahan proses pencernaan, lemak dibagi 3 yaitu : lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda, asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak jenuh (Depkes, 1995). Asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh tunggal mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan nabati (kecuali minyak kelapa). Asam lemak jenuh tidak mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan hewani.&lt;br /&gt;Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu mengkonsumsi lemak atau minyak perlu dibatasi 1/4 dari kecukupan energi atau jika dalam bentuk minyak antara 2 - 4 sendok makan sehari. Dalam hidangan sehari-hari, cukup makan 2 - 4 jenis makanan yang berminyak atau berlemak (Depkes,1995).&lt;br /&gt;Gunakan garam beryodium&lt;br /&gt;Garam yodium merupakan salah satu zat gizi yang berperan untuk pembentukan hormon tiroksin dari kelejar thyroid, yang diperlukan untuk perkembangan fisik dan mental, untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak (Muhilal dkk, 1998). Apabila dalam keadaan kekurangan yodium, kelenjar gondok akan berupaya membuat kompensasi dengan menambah jaringan kelenjar gondok yang disebut dengan penyakit gondok (Sediaoetama, 1989 dan Muhilal, 1998).&lt;br /&gt;Jumlah yodium pada makanan tergantung kandungan yodium dalam tanah, sehingga rendahnya kadar yodium dalam tanah mengakibatkan kadar yodium dalam air dan tumbuh-tumbuhan menjadi rendah (Moehji, 1986). Pada daerah-daerah yang kandungan yodiumnya rendah, konsumsi yodium tidak memenuhi kecukupan sehingga dianjurkan untuk menggunakan garam yodium yang telah diiodisasi.&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan garam yodium dianjurkan untuk mengkonsumsi garam yodium 150 m g perhari atau 1 sendok teh (2,5 gram) perhari dan tidak boleh lebih dari 6 gram sehari atau 2,5 sendok teh karena akan berdampak negatif pada kesehatan (tekanan darah tinggi) (Depkes,1995). Sebaiknya membubuhi garam beryodium setelah makanan dimasak karena kandungan yodium bisa rusak atau hilang saat makanan dimasak (Kodyat, 1998).&lt;br /&gt;Makanlah makanan sumber zat besi.&lt;br /&gt;Zat besi merupakan komponen utama dalam pembentukan sel darah merah dan penting untuk menjaga kerja sel tubuh sebagaimana mestinya (FAO,1997). Manfaat lain dari mengkonsumsi makanan sumber zat besi adalah terpenuhinya kecukupan vitamin B karena makanan sumber zat besi biasanya juga merupakan sumber vitamin B (Depkes, 1995)&lt;br /&gt;Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi besi (kurang darah) dimana pembentukan sel-sel darah merah terganggu (FAO, 1995). Gejala umum anemia gizi adalah, lemah, letih, lesu, mudah lelah yang dapat mengganggu produktifitas kerja dan konsentrasi belajar. Anemia gizi besi terutama banyak diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui, wanita usia subur, anak sekolah, remaja, pekerja berpenghasilan rendah, balita, pria dewasa dan wanita usia lanjut.&lt;br /&gt;Untuk mencegah anemia gizi besi dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan sumber zat besi yaitu lauk pauk dan sayuran hijau yang merupakan bagian dari anekaragam makanan. Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan sumber zat besi dari pangan hewani (Muhilal, 1998).&lt;br /&gt;Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan&lt;br /&gt;      ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena ASI memenuhi seluruh kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan kesehatan sampai berumur 6 bulan (Suhardjo,1989). Selain itu ASI sangat menguntungkan ditinjau dari segi gizi, kesehatan, ekonomi maupun sosio-psikologis diantaranya membantu tumbuh kembang anak, mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit infeksi ( Depkes,1995).&lt;br /&gt;Didalam ASI terkandung zat kekebalan, asam lemak omega 3 yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak serta nilai psikologis atau kejiwaan berupa jalinan kasih sayang antara ibu dan anak. Bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif umumnya mudah terkena penyakit infeksi terutama infeksi usus (diare), sehingga dianjurkan untuk memberikan ASI saja pada bayi sampai berumur 4 bulan (ASI Ekslusif).&lt;br /&gt;      h. Biasakan makan pagi&lt;br /&gt;Makan pagi penting bagi tubuh karena selama satu malam atau 12 sampai 13 jam kita tidak makan lagi dan semua zat makanan yang diperoleh dari makan malam sudah diubah dan diedarkan keseluruh tubuh. Jika tidak makan pagi dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti menurunnya kadar gula dalam darah sehingga untuk menaikkan kadar gula darah, tubuh mengambil cadangan hidrat arang dan jika ini habis maka cadangan lemaklah yang diambil sehingga tubuh tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik.&lt;br /&gt;Jenis makanan yang dimakan untuk makan pagi sangat menentukan kestabilan kadar gula darah karena gula yang didalam darah merupakan sumber energi untuk bekerja. Kadar normalnya adalah 80-120 miligram per 100 cc darah. Makan pagi sebaiknya terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.&lt;br /&gt;Makan pagi secara teratur dalam jumlah yang cukup amat penting untuk memelihara ketahanan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktifitas kerja (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;        i. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya&lt;br /&gt;Tubuh manusia mengandung 60%-70% air dari seluruh berat badan sehingga bila tubuh kehilangan 20% air saja dapat mengakibatkan kematian (FAO,1997). Tubuh orang dewasa membutuhkan paling sedikit 8 gelas air setiap hari. Air berperan penting dalam metabolisme sel.&lt;br /&gt;Air bersih dan aman adalah air bersih yang jernih, tidak mengandung kuman penyakit dan bahan beracun, tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau dan sebelum diminum harus dimasak sampai mendidih (Depkes, 1996).&lt;br /&gt;       j. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur&lt;br /&gt;Kegiatan fisik dan olahraga secara teratur bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot, meningkatkan suplai darah ke hati, membantu mempertahankan kekuatan otot dan kelenturan tulang sendi serta memperlambat proses penuaan, membantu mengurangi kegelisahan dan tidur lebih nyenyak, membantu mengatur nafsu makan (FAO, 1997). Kegiatan fisik dan olahraga yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi dapat mengakibatkan berat badan berlebih atau kurang yang dapat mmeningkatnya resiko berkembangnya beberapa penyakit kronis seperti penyakit hati, tekanan darah tinggi dan diabetes (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;Olahraga yang cukup dapat dilakukan dengan memenuhi prinsip FIT (Frequency, Intensity, dan Time). FIT yang baik adalah frekwensi 3 X seminggu dengan intensitas mencapai denyut nadi sebesar 70-85% dari denyut nadi maksimum yaitu angka 220 dikurangi umur dan dilakukan selama 20 menit. Berjalan, naik tangga, berkebun, kegiatan rumah tangga merupakan bagian dari kegiatan fisik yang dianjurkan.&lt;br /&gt;       k. Hindari minum minuman beralkohol&lt;br /&gt;Meminum alkohol meskipun sedikit akan merusak dua organ utama yaitu otak dan jantung, dimana alkohol akan mengurangi kesanggupan jantung untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh. Depkes (1995) menjelaskan kebiasan minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan terhambatnya proses penyerapan zat gizi, hilangnya zat gizi yang penting sehingga menyebabkan kurang gizi, ketagihan serta kehilangan kendali diri. Oleh sebab itu dianjurkan tidak meminum minuman alkohol.&lt;br /&gt;        l. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan&lt;br /&gt;Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus bebas dari kuman, cemaran, racun, tidak mengalami perubahan bentuk, warna, aroma, rasa dan diolah dengan cara yang benar sehingga kandungan gizinya tidak rusak dan tidak bertentangan dengan nilai agama yang dianut (halal) (Depkes, 1995) Makanan yang aman dan sehat merupakan faktor penting untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tanda umum makanan yang tidak aman bagi kesehatan antara lain : berlendir, berjamur, aroma dan rasa serta warna berubah, khusus untuk makanan olahan pabrik terjadi kerusakan pada kemasan seperti kaleng karatan, kaleng tidak utuh (menggelembung atau peot) dan tidak melewati tanggal kadaluarsa.(Depkes, 1995).&lt;br /&gt;Akibat mengkonsumsi makanan yang tidak aman dapat menimbulkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit perut, diare dan demam yang dimulai 1 jam sampai 36 jam setelah mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar sehingga dianjurkan untuk makan makanan yang aman bagi kesehatan (FAO,1997).&lt;br /&gt;       m. Bacalah label pada makanan yang dikemas&lt;br /&gt;Label adalah keterangan tentang isi, jenis, komposisi zat gizi, tanggal daluarsa dan keterangan penting lain yang dicantumkan pada kemasan (Depkes, 1995).&lt;br /&gt;Semua keterangan yang rinci pada label makanan yang dikemas sangat membantu konsumen untuk mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam makanan tersebut. Selain itu dapat memperkirakan bahaya yang mungkin terjadi pada konsumen yang beresiko tinggi karena punya penyakit tertentu, misalnya alergi (Nurjanah dkk, 1992). Oleh karena itu maka dianjurkan untuk membaca label pada makanan yang dikemas terutama keterangan tentang tanggal daluarsa sebelum membeli atau mengkonsumsi makanan tersebut (Depkes, 1995).&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; BAB III&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebagai penutup tulisan ini dapat dikemukakan hal-hal berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.      &lt;!--[endif]--&gt;Dengan pergeseran gaya hidup dan perubahan perilaku makan telah menimbulkan masalah gizi ganda yaitu masalah gizi lebih dan gizi kurang.&lt;br /&gt;13 pesan Pedoman Umum Gizi Seimbang merupakan pedoman untuk berperilaku makan dan perilaku hidup sehat yang diharapkan dapat mencegah permasalahan gizi dan menghindari terjadinya penyakit yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anonim. 1995. Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Departemen Kesehatan RI. Direktora Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Departemen Kesehatan. Jakarta.&lt;br /&gt;Anonim. 1997. Get The Best from Your Food. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Italy. &lt;br /&gt;BKKBN.2002. Upaya Mencapai Keluarga Sejahtera. &lt;a href="http://www.bkkbn.go.id/hqweb/"&gt;http://www.bkkbn.go.id/hqweb/&lt;/a&gt; pikas/2002/artikel170502.html&lt;br /&gt;Karyadi, Elvina. 1997. 13 Pesan “Pengganti” 4 Sehat 5 Sempurna. &lt;a href="http://www/"&gt;http://www&lt;/a&gt;. Indomedia.com/intisari/1997/april/pugs.htm&lt;br /&gt;Kodyat,B. 1995. Gizi Seimbang untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Departemen Kesehatan. Jakarta.&lt;br /&gt;Kodyat, B. 1997. Overview Masalah dan Program Kesehatan dan Gizi Masyarakat di Indonesia. Makalah disampaikan pada Training Peningkatan Kemampuan Penelitian Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Biotrop 18-30 Agustus 1997. Bogor.&lt;br /&gt;Mudjianto D.Susanto, E.Luciasari dan Hermana.1997. Kebiasaan Makanan Golongan Remaja Di enam Kota Besar Di Indonesia. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Gizi. Bogor.&lt;br /&gt;Muhilal ; J.Idrus ; Husaini ; Dj. Fasli dan Ig. Tarwotjo. 1998. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan dalam Risalah Widyakarya Pangan dan Gizi VI. Jakarta.&lt;br /&gt;Ray,N.K. 1997. Pemasaran Sosial PUGS dan ACMI. Pra Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI. Jakarta.&lt;br /&gt;Surbakti, S dan Ahmat A.1997. Arah Perkembangan Konsumsi Makanan dan Minuman Dari 1987 – 1996. Pra Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI, Jakarta.&lt;br /&gt;Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. PAU. IPB. Bogor.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-8363275641053528176?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/8363275641053528176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/8363275641053528176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/pugs-nica-agus-seventeen-ashar-iib.html' title='PUGS (nica agus seventeen ashar) IIB'/><author><name>nicha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02555459727461713366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-5024467846785283998</id><published>2009-02-10T14:41:00.002+07:00</published><updated>2009-02-10T14:44:35.389+07:00</updated><title type='text'>makalah malaria : riska rahma ramaini IIB</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div id="main-wrapper"&gt;&lt;div class="main section" id="main"&gt;&lt;div class="widget Blog" id="Blog1"&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;a. Latar Belakang&lt;br /&gt;Siapa tak kenal makhluk bernama nyamuk? Serangga yang satu ini pasti sangat dikenal oleh manusia. Antara nyamuk dan manusia, bisa dikatakan, hidup berdampingan, bahkan nyaris tanpa batas. Hanya sayangnya, berdampingannya manusia dengan nyamuk bukan dalam makna positif, yakni terciptanya simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Yang terjadi, kehadiran nyamuk dianggap mengganggu kehidupan umat manusia. Meski jumlah nyamuk yang dibunuh manusia jauh lebih banyak daripada jumlah manusia yang meninggal karena nyamuk, perang terhadap nyamuk seolah menjadi kegiatan tak pernah henti yang dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;Nyamuk Anopheles bisa menyebabkan penyakit malaria. Nyamuk ini suka menggigit dalam posisi menungging alias posisi badan, mulut, dan jarum yang dibenamkan ke kulit manusia dalam keadaan segaris. Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis plasmodium ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Mengetahui pengertian penyakit malaria&lt;br /&gt;2. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan penyakit malaria&lt;br /&gt;3. Agar pembaca dapat melakukan upaya penanganan terhadap pasien malaria&lt;br /&gt;4. Agar pembaca mengetahui jenis obat-obatanyang diperlukan untuk mengobati penyakit malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian Malaria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang disebut Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Plasmodium yang menyebarkan penyakit malaria berasal dari spesies Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi.&lt;br /&gt;Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles, terutamanya Anopheles sundaicus di Asia dan Anopheles gambiae di Afrika. Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Jenis Plasmodium&lt;br /&gt;Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana.&lt;br /&gt;- Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai malaria tersiana.&lt;br /&gt;- Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariaeatau malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat.&lt;br /&gt;- Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malari vivax. Malaria ini merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb1  dari kiri ke kanan:P. Vivax,P.Falciparum,P.Malariae,P.Ovale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Proses Kehidupan Plasmodium&lt;br /&gt;Sebagaimana makhluk hidup lainnya, plasmodium juga melakukan proses kehidupan yang meliputi: Pertama, metabolisme (pertukaran zat). Untuk proses hidupnya, plasmodium mengambil oksigen dan zat makanan dari haemoglobin sel darah merah. Dari proses metabolisme meninggalkan sisa berupa pigmen yang terdapat dalam sitoplasma. Keberadaan pigmen ini bisa dijadikan salah satu indikator dalam identifikasi.&lt;br /&gt;Kedua, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ini adalah perubahan morfologi yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, warna, dan sifat dari bagian-bagian sel. Perubahan ini mengakibatkan sifat morfologi dari suatu stadium parasit pada berbagai spesies, menjadi bervariasi.Setiap proses membutuhkan waktu, sehingga morfologi stadium parasit yang ada pada sediaan darah dipengaruhi waktu dilakukan pengambilan darah. Ini berkaitan dengan jam siklus perkembangan stadium parasit. Akibatnya tidak ada gambar morfologi parasit yang sama pada lapang pandang atau sediaan darah yang berbeda.&lt;br /&gt;Ketiga, pergerakan. Plasmodium bergerak dengan cara menyebarkan sitoplasmanya yang berbentuk kaki-kaki palsu (pseudopodia). Pada Plasmodium vivax, penyebaran sitoplasma ini lebih jelas terlihat yang berupa kepingan-kepingan sitoplasma. Bentuk penyebaran ini dikenal sebagai bentuk sitoplasma amuboit (tanpa bentuk).&lt;br /&gt;Keempat, berkembang biak. Berkembang biak artinya berubah dari satu atau sepasang sel menjadi beberapa sel baru. Ada dua macam perkembangbiakan sel pada plasmodium, yaitu:&lt;br /&gt;d. Pembiakan seksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh nyamuk melalui proses sporogoni.&lt;br /&gt;Bila mikrogametosit (sel jantan) dan makrogametosit (sel betina) terhisap vektor bersama darah penderita, maka proses perkawinan antara kedua sel kelamin itu akan terjadi. Dari proses ini akan terbentuk zigot yang kemudian akan berubah menjadi ookinet dan selanjutnya menjadi ookista. Terakhir ookista pecah dan membentuk sporozoit yang tinggal dalam kelenjar ludah vektor.&lt;br /&gt;Perubahan dari mikrogametosit dan makrogametosit sampai menjadi sporozoit di dalam kelenjar ludah vektor disebut masa tunas ekstrinsik atau siklus sporogoni. Jumlah sporokista pada setiap ookista dan lamanya siklus sporogoni, pada masing-masing spesies plasmodium adalah berbeda, yaitu: Plasmodium vivax: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 30-40 butir dan siklus sporogoni selama 8-9 hari. Plasmodium falsiparum: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 10-12 butir dan siklus sporogoni selama 10 hari. Plasmodium malariae: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 6-8 butir dan siklus sporogoni selama 26-28 hari.&lt;br /&gt;2. Pembiakan aseksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh manusia melalui proses sizogoni yang terjadi melalui proses pembelahan sel secara ganda. Inti troposoit dewasa membelah menjadi 2, 4, 8, dan seterusnya sampai batas tertentu tergantung pada spesies plasmodium. Bila pembelahan inti telah selesai, sitoplasma sel induk dibagi-bagi kepada setiap inti dan terjadilah sel baru yang disebut merozoit.&lt;br /&gt;Kelima, reaksi terhadap rangsangan. Plasmodium memberikan reaksi terhadap rangsangan yang datang dari luar, ini sebagai upaya plasmodium untuk mempertahankan diri seandainya rangsangan itu berupa ancaman terhadap dirinya. Misalnya, plasmodium bisa membentuk sistem kekebalan (resistensi) terhadap obat anti malaria yang digunakan penderita.&lt;br /&gt;Dengan adanya proses-proses pertumbuhan dan pembiakan aseksual di dalam sel darah merah manusia, maka dikenal ada tiga tingkatan (stadium) plasmodium yaitu:&lt;br /&gt;a. Stadium tropozoit, plasmodium ada dalam proses pertumbuhan.&lt;br /&gt;b. Stadium sizon, plasmodium ada dalam proses pembiakan.&lt;br /&gt;c. Stadium gametosit, plasmodium ada dalam proses pembentukan sel kelamin.&lt;br /&gt;Oleh karena dalam setiap stadium terjadi proses, maka dampaknya bagi morfologi parasit juga akan mengalami perubahan. Dengan demikian, dalam stadium-stadium itu sendiri terdapat tingkatan umur yaitu: tropozoit muda, tropozoit setengah dewasa, dan tropozoit dewasa. Sizon muda, sizon tua, dan sizon matang. Gametosit muda, gametosit tua, dan gametosit matang.&lt;br /&gt;Untuk sizon berproses berawal dari sizon dewasa pecah menjadi merozoit-merozoit dan bertebaran dalam plasma darah. Merozoit kemudian menginvasi sel darah merah yang kemudian tumbuh menjadi troposoit muda berbentuk cincin atau ring form. Ring form tumbuh menjadi troposoit setengah dewasa, lalu menjadi troposoit dewasa. Selanjutnya berubah menjadi sizon muda dan sizon dewasa. Pada saat menjadi merozoit-merozoit, sizon dewasa mengalami sporulasi yaitu pecah menjadi merozoit-merozoit baru.&lt;br /&gt;Di sini dapat dikatakan, proses dari sizon dewasa untuk kembali ke sizon lagi, disebut satu siklus. Lamanya siklus ini dan banyaknya merozoit dari satu sizon dewasa, tidak sama untuk tiap spesies plasmodium. Pada plasmodium falsiparum: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 32 dan lama siklusnya 24 jam. Artinya reproduksi tinggi dan cepat sehingga kepadatan troposoit pada darah sangat tinggi.&lt;br /&gt;Plasmodium vivax: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 16 dan lama siklusnya 48 jam. Artinya reproduksi rendah dan lebih lambat, sehingga kepadatan troposoit pada darah sering rendah. Plasmodium malariae: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak delapan dan lama siklusnya 72 jam. Artinya reproduksi lebih rendah dan lebih lambat. Ini mungkin yang menjadi penyebab jarangnya spesies ini ditemukan.&lt;br /&gt;Akhirnya, karena perbedaan proses perkembangan, maka masa tunas atau pre paten atau masa inkubasi plasmodium di dalam tubuh manusia (intrinsik) masing-masing spesies lamanya berbeda. Plasmodium falsiparum selama 9-14 hari, Plasmodium vivax selama 12-17 hari, dan Plasmodium malariae 18 hari&lt;br /&gt;Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia, akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). Setelah sel hati pecah, akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit.&lt;br /&gt;Sebagian besar Merozoit masuk kemabli ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidupnya di tubuh nyamuk (stadium sporogoni).&lt;br /&gt;Didalam lambung nyamuk, terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Zigot berubah menjadi ookinet, kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah, keluar sporozoit yang berpindah ke kelenjar liur nyamuk dan siap untuk ditularkan ke manusia.&lt;br /&gt;Khusus Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan) sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit, akan tetapi tertanam di jaringan hati –disebut hipnosit-. Bentuk hipnosit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada penderita yang mengandung hipnosoit, apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah, sibuk, stress atau perubahan iklim (musim hujan), hipnosoit dalam tubuhnya akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul kembali gejala penyakit. Misalnya 1 – 2 tahun sebelumnya pernah menderita Plasmodium vivax/ovale dan sembuh setelah diobati, bila kemudia mengalami kelelahan atau stress, gejala malaria akan muncul kembali sekalipun yang bersangkutan tidak digigit oleh nyamuk anopheles. Bila dilakukan pemeriksaan, akan didapati SD positif Plasmodium vivax/ plasmodium ovale.&lt;br /&gt;Pada Plasmodium falciparum serangan dapat meluas ke berbagai organ tubuh lain dan menimbulkan kerusakan seperti di otak, ginjal, paru, hati dan jantung, yang mengakibatkan terjadinya malaria berat atau komplikasi. Plasmodium Falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua – bila jaringan tersebut berada di dalam otak- peristiwa ini disebut sekustrasi. Pada penderita malaria berat, sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20-50% hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. Malaria pada anak kecil dapat terjadi sekuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Jenis Malaria&lt;br /&gt;Penyakit ini memiliki empat jenis dan disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Jenis malaria itu adalah:&lt;br /&gt;- Malaria tertiana (paling ringan), yang disebabkan Plasmodium vivax dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi).&lt;br /&gt;- Demam rimba (jungle fever), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau dan kematian.&lt;br /&gt;- Malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari.&lt;br /&gt;- Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Gejala Malaria&lt;br /&gt;Gejala serangan malaria pada penderita yaitu:&lt;br /&gt;e. Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas); atau yang pertama kali menderita malaria. Gejala ini merupakan suatu parokisme, yang terdiri dari tiga stadium berurutan:&lt;br /&gt;- menggigil (selama 15-60 menit), terjadi setelah pecahnya sizon dalam eritrosit dan keluar zat-zat antigenik yang menimbulkan mengigil-dingin.&lt;br /&gt;- demam (selama 2-6 jam), timbul setelah penderita mengigil, demam dengan suhu badan sekitar 37,5-40 derajad celcius, pada penderita hiper parasitemia (lebih dari 5 persen) suhu meningkat sampai lebih dari 40 derajad celcius.&lt;br /&gt;- berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam, terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Kadang-kadang dalam keadaan berat, keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. Biasanya setelah berkeringat, penderita merasa sehat kembali.&lt;br /&gt;b. Gejala malaria dalam program pemberantasan malaria:&lt;br /&gt;- Demam&lt;br /&gt;- Menggigil&lt;br /&gt;- Berkeringat&lt;br /&gt;- Dapat disertai dengan gejala lain: Sakit kepala, mual dan muntah.&lt;br /&gt;- Gejala khas daerah setempat: diare pada balita (di Timtim), nyeri otot atau pegal-pegal pada orang dewasa (di Papua), pucat dan menggigil-dingin pada orang dewasa (di Yogyakarta).&lt;br /&gt;c. Gejala malaria berat atau komplikasi, yaitu gejala malaria klinis ringan diatas dengan disertai salah satu gejala di bawah ini:&lt;br /&gt;- Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit)&lt;br /&gt;- Kejang, beberapa kali kejang&lt;br /&gt;- Panas tinggi diikuti gangguan kesadaran&lt;br /&gt;- Mata kuning dan tubuh kuning&lt;br /&gt;- Perdarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan&lt;br /&gt;- Jumlah kencing kurang (oliguri)&lt;br /&gt;- Warna urine seperti I tua&lt;br /&gt;- Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri)&lt;br /&gt;- Nafas sesak&lt;br /&gt;d. Kadar darah putih, leukosit, cenderung meningkat. Jika tidak segera diobati biasanya akan timbul jaundice ringan (sakit kuning) serta pembesaran hati dan limpa.&lt;br /&gt;e. Kadar gula darah rendah.&lt;br /&gt;f. Jika sejumlah parasit menetap di dalam darah kadang malaria bersifat menetap. Menyebabkan penurunan nafsu makan, rasa pahit pada lidah, lemah, sertai demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala malaria berdasarkan jenis malaria antara lain:&lt;br /&gt;a. Gejala Malaria Vivax &amp;amp; Ovale&lt;br /&gt;Gejala yang terlihat sangat samar; berupa demam ringan yang tidak menetap, keringat dingin, dan berlangsung selama 1 minggu membentuk pola yang khas. Biasanya demam akan terjadi antara 1 – 8 jam. Setelah demam reda, pengidap malaria ini merasa sehat sampai gejala susulan kembali terjadi. Gejala jenis malaria ini cenderung terjadi setiap 48 jam.&lt;br /&gt;b. Gejala Malaria Falciparum&lt;br /&gt;Gejala awal adalah demam tinggi, suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. Serangan bisa berlangsung selama 20 – 36 jam, dan penderita mengalami sakit kepala hebat. Setelah gejala utama mereda, pengidap akan merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;d. Gejala Malaria Malariae (kuartana)&lt;br /&gt;Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai malaria vivax, dengan selang waktu setiap 72 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Diagnosa Penyakit Malaria&lt;br /&gt;Tes diagnostik cepat (RDTs) digunakan untuk mendiagnosa penyakit malaria. Test ini berdasar pada pendeteksian antigen parasit malaria di dalam darah, dengan menggunakan metoda immunochromatographic. Paling sering mereka menggunakan dipstick atau test strip yang untuk pengujian monoclonal antidibodies yang secara langsung menyerang target antigens dari parasit tersebut. Test dapat dilakukan sekitar 15 menit. Beberapa kotak test sekarang ini banyak tersedia di pasaran. Bidang ilmu ini sedang dikembangkan dengan cepat, dan peningkatan teknis secara terus menerus dapat meningkatkan kemampuan RDTs untuk menegakkan diagnosa malaria.&lt;br /&gt;Antigens yang Ditargetkan Sekarang Disediakan oleh RDTs :&lt;br /&gt;Ø Histidine-rich protein II (HRP-II) adalah suatu protein yang dapat larut dalam air yang diproduksi oleh trophozoites dan muda (tetapi belum matang) gametocytes P. falcipatarum. Kotak yang tersedia dipasaran sekarang ini hanya tersedia untuk mendeteksi HRP-ll yang berasal dari P. falciparum saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Laktat parasit Dehydrogenase (Pldh) diproduksi oleh asexual dan sexual stages (gametocytes) yang berasal dari parasit malaria. Kotak tes yang sekarang ini tersedia mendeteksi Pldh berasal dari semua empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Mereka dapat membedakan jenis P.falciparum dan jenis yang non-falciparum, tetapi tidak bisa membedakan antara P.vivax, P.ovale dan P. malariae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Antigen(S) yang lain kini hadir dalam semua empat jenis yang juga ditargetkan di dalam kotak yang berkombinasi untuk pendeteksian menyangkut antigen HRP-II dari P.falciparum bersama-sama dengan sesuatu, hingga kini tak bisa ditentukan, antigen “pan-malarial” yang menyangkut jenis lain.&lt;br /&gt;Beberapa kotak yang mendeteksi semua empat jenis Plasmodium menyebutkan di dalam merk dagang mereka atau dalam pemasaran mereka hanya dua jenis (“PF/PV”). Ini lebih dapat mendorong kearah kebingungan tentang kemampuan diagnostik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Test Umum (Variasi Antar kotak) :&lt;br /&gt;Ø Spesimen darah finger-prick dikumpulkan (2-50 ml, tergantung pada kotak), menggunakan berbagai tabung microcapillarv. Beberapa pabrik menyatakan bahwa plasma atau darah anticoagulated dapat juga digunakan.&lt;br /&gt;Ø Spesimen darah dicampur (di dalam tabung test terpisah atau tempat yang melengkung, atau pada sample pad) dengan larutan buffer yang berisi campuran haemolysing sama seperti antibody yang spesifik yang berlabel dengan visually detecble marker (seperti emas colloidal). Jika antigen yang sudah diselidiki telah hadir, maka antigen atau antibody yang kompleks telah terbentuk. Dalam beberapa kotak, antibody yang berlabel adalah pre-deposited yang selama pembuatan memakai sample pad atau di dalam tempat yang melengkung dan hanya satu lysing atau washing buffer yang ditambahkan pada darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Antigen-antibody yang berlabel yang kompleks pindah tempat atas test strip (paling sering nitrocellulose atau serat glass) dengan prinsip kapiler pada bahan reaksi test-specific yang selama pembuatan telah pre-deposited. Ini meliputi (a) satu baris menangkap antibody yang spesifik untuk antigen di bawah penyelidikan (beberapa bentuk digunakan jika beberapa antigens sedang diselidiki) dan (b) sebuah prosedur mengontrol garis, dengan antibody yang akan menangkap antibody yang berlabel.&lt;br /&gt;Ø Washing buffer kemudian ditambahkan untuk memindahkan haemoglobin dan permit visualisasi dari semua garis yang berwarna di atas strip. Buffer adalah menambahkan dengan menyimpan secara langsung di atas strip, dengan menempatkannya di dalam tempat yang lengkung dimana yang berpindah tempat itu adalah strip, atau dengan mencuci keseluruhan strip di dalam tabung test.&lt;br /&gt;Ø Jika yang berada di bawah penyelidikan adalah darah yang berisi antigen, antigen-antibody yang berlabel yang kompleks akan dihentikan pada garis pre-deposited yang menangkap antibody dan akan dapat ditemukan secara visual. Apakah darah tidak berisi antigen atau tidak, garis pengontrol akan menjadi kelihatan sama seperti antibody yang berlabel ditangkap oleh antibody garis pre-deposited dari antibody yang secara langsung melawannya. (Catatan: desain ini mengakibatkan garis kendali tidak muncul sekalipun tidak ada darah yang bercampur dengan haemolysing buffer) Tes yang lengkap memakan waktu bervariasi dari dari 5 sampai 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Performance dari RDTs&lt;br /&gt;Tes Performance dari RDTs telah ditaksir secara ekstensif di dalam situasi klinis berbeda, kedua-duanya di negara-negara tidak endemik dan endemik. Kegunaan dari penilaian ini telah disepakati sedikit banyaknya variasi di dalam metodologi dan ukuran sample yang biasanya berukuran kecil. Lanjutan penilaian seperti itu akan menjadi diperlukan dengan peningkatan pengenalan teknik atau dalam pengembangan kotak peralatan yang terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDTs mendeteksi empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia, tergantung pada antigens yang menjadi dasarnya. Beberapa RDTs hanya mendeteksi P. falciparum dan parasit malaria lainnya di dua bagian yang terpisah. Sampai saat ini, tidak ada RDT yang dipasarkan telah dilaporkan untuk dapat mempercayai pembedaan antara P.vivax, P.ovale dan P.malariae, walaupun begitu riset untuk pengembangan test seperti itu selalu dilanjutkan.&lt;br /&gt;Kepekaan dari RDTs yang telah dipelajari untuk P.falciparum, sejak kotak untuk P.falciparum (target banyak diarahkan P.falciparum HRP-II) telah tersedia untuk waktu lebih lama. Tenaga ahli yang dibandingkan dengan mikroskopi (kadang-kadang yang dilengkapi oleh polymerase reaksi berantai), RDTs yang biasanya mencapai suatu kepekaan lebih dari 90% di dalam mendeteksi P.falciparum pada kepadatan di atas 100 parasit per ml darah (9.24 dan dilaporkan pada saat pertemuan). Di bawah tingkatan 100 parasit per ml darah, dengan jelas kepekaan dapat berkurang.&lt;br /&gt;Kepekaan RDT untuk jenis yang non-falciparum menjadi lebih sedikit yang dipelajari. Penyelidikan yang diselenggarakan sampai saat ini menunjukkan bahwa kotak Pldh boleh mencapai suatu kepekaan untuk P.vivax yang dapat diperbandingkan dengan P.falciparum. Ini belum termasuk kasus kotak yang menargetkan antigens “pan-malarial” yang berbeda.&lt;br /&gt;Ketegasan dari RDTs, diukur dalam penyelidikan yang sama, apakah yang seragam mempunyai hasil yang tinggi (kebanyakan &gt; 90%). Bagaimanapun, hasil positif palsu telah dilaporkan di dalam darah dari pasien dengan faktor rheumatoid, terutama di dalam versi yang lebih awal dari satu kotak HRP-II; masalahnya, mungkin dihubungkan dengan reaksi silang dengan antibody monoclonal yang berlabel, terakhir sudah dilaporkan dengan benar didalam beberapa versi kotak terbaru. Sebagai tambahan, test HRP-II dapat positif tinggal untuk 7-14 hari yang mengikuti kemoterapi di dalam proporsi substansil individu, sungguhpun pasien ini tidak lagi mempunyai gejala atau parasitaernia (seperti ketika ditaksir oleh blood smears). Derajat tingkat kepositifan yang persisten seperti itu kelihatannya tidak ditemui di dalam test yang mengarahkan antigens lain.Nilai-nilai yang bersifat prediksi, kedua-duanya ditemukan hal positif dan hal negatif, tukar menukar parasit merupakan hal yang dianggap biasa dan sering ditemukan untuk menjadi bisa diterima.&lt;br /&gt;RDTs yang dilaporkan selalu sama untuk menjadi lebih mudah dilaksanakan dibanding semua teknik diagnostik berkenaan dengan malaria lain, dengan beberapa format RDT yang sedang ditemukan menjadi lebih mudah dioperasikan dibanding dengan yang lain. Kesehatan para pekerja dengan ketrampilan minimal dapat dilatih; terlatih di dalam teknik RDT dalam periode yang bermacam-macam dalam tiga jam selama satu hari.&lt;br /&gt;RDTs adalah lebih lebih sederhana untuk dilaksanakan dan untuk diinterpretasikan. Mereka tidak memerlukan pelatihan dengan menggunakan listrik. Peralatan yang spesial atau pelatihan penggunaan mikroskop. Bagi para pekerja kesehatan (dan pekerja kesehatan lainnya seperti sukarelawan) dapat mengajarkan prosedur yang berarti dalam beberapa jam, dengan ketrampilan ingatan yang baik di atas periode satu tahun.&lt;br /&gt;RDTs relatif sempurna dalam tes performance dan dalam tukar menukar intrepretasi relatif lebih sedikit antar para pemakai. Lebih dari itu, kebanyakan kotak dapat dikirimkan dan disimpan dalam kondisi yang sesuai dengan lingkungan.&lt;br /&gt;Sejak RDTs mendeteksi perputaran antigens, itu dapat mendeteksi infeksi P. falciparum bahkan ketika parasit disita di kompartemen vaskuler dan tidak begitu bisa mendeteksi oleh pengujian mikroskopik dari sekeliling blood smear. Pada wanita-wanita dengan placental malaria (seperti ketika dipertunjukkan oleh placental smears), RDTs sudah mendeteksi putaran HRP-II sungguhpun blood smears hasilnya negatif dari P.falciparum pada plasenta.&lt;br /&gt;Sekarang ini sudah tersedia dipasaran RDTs secara yang mengarahkan HRP-II dapat mendeteksi hanya pada P.falciparum. Kotak itu akan mendeteksi hanya sebagian dari kasus di mana ada Plasmodium jenis lain itu merupakan co-endemik. Mereka tidaklah pantas untuk mendiagnosa kasus malaria yang di import dari area di mana P.falciparum bukan jenis lazim.&lt;br /&gt;Target RDTs itu HRP-II dari P.falciparum dapat memberi hasil positif untuk sampai dua minggu mengikuti pemeriksaan parasit dan chemotherapi seperti yang telah dikonfirmasikan oleh mikroskopi Alasan untuk antigen ini perlu untuk diperjelas. Menunggu keputusan klarifikasi, RDTs mengarahkan HRP-II mungkin meng-hasilkan keputusan yang membingungkan dalam hubungannya dengan penilaian kegagalan perawatan perlawanan obat atau RDTs yang sekarang jadilah lebih mahal dibanding dengan menggunakan mikroskop (mikroskopi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pengobatan Malaria&lt;br /&gt;Tujuan pengobatan malaria adalah menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mengurangi kesakitan, mencegah komplikasi dan relaps, serta mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria). Tentunya, obat yang ideal adalah yang memenuhi syarat:&lt;br /&gt;-Membunuh semua stadium dan jenis parasit&lt;br /&gt;-Menyembuhkan infeksi akut, kronis dan relaps&lt;br /&gt;-Toksisitas dan efek samping sedikit&lt;br /&gt;-Mudah cara pemberiannya&lt;br /&gt;-Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam pengobatan didapatkan hambatan operasional dan teknis. Hambatan operasioanal itu adalah:&lt;br /&gt;- produksi obat, penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik, bahkan    obat palsu.&lt;br /&gt;- distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas.&lt;br /&gt;- kualitas tenaga kesehatan, pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;- kesadaran penderita, penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal, klorokuin untuk tiga hari, hanya diminum satu hari saja)&lt;br /&gt;Sementara itu, hambatan teknisnya adalah gagal obat atau resistensi terhadap obat. Obat yang ideal yaitu:&lt;br /&gt;- Membunuh semua stadium dan jenis parasit&lt;br /&gt;- Menyembuhkan infeksi akut, kronis dan relaps&lt;br /&gt;- Toksisitas dan efek samping sedikit&lt;br /&gt;- Mudah cara pemberiannya&lt;br /&gt;- Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat&lt;br /&gt;Sedangkan hambatan operasional dalam pengobatan adalah:&lt;br /&gt;- produksi obat, penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik, bahkan    obat palsu.&lt;br /&gt;-  distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas.&lt;br /&gt;- kualitas tenaga kesehatan, pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar      yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;- kesadaran penderita, penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal klorokuin untuk 3 hari, hanya diminum 1 hari saja).&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis obat yang dikenal umum yang dapat digunakan dalam pengobatan penyakit malaria, antara lain:&lt;br /&gt;1. Klorokuin&lt;br /&gt;Kerja obat :&lt;br /&gt;- sizon darah : sangat efektif terhadap semua jenis parasit malaria dengan menekan gejala klinis dan menyembuhkan secara klinis dan radikal; obat pilihan terhadap serangan akut, demam hilang dalam 24 jam dan parasitemia hilang dalam 48-72 jam; bila penyembuhan lambat dapat dicurigai terjadi resistensi (gagal obat); terhadap Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin masih dapat mencegah kematian dan mengurangi penderitaan.&lt;br /&gt;gametosit : tidak evektif terhadap gamet dewasa tetapi masih efektif terhadap gamet muda.&lt;br /&gt;Farmokodinamika :&lt;br /&gt;- menghambat sintesa enzim parasit membentuk DNA dan RDA&lt;br /&gt;- obat bersenyawa dengan DNA sehingga proses pembelahan dan pembentukan RNA terganggu. &lt;br /&gt;Toksisitas :&lt;br /&gt;- Dosis toksis: 1500 mg basa (dewasa)&lt;br /&gt;- Dosis lethal: 2000 mg basa (dewasa) atau 1000 mg basa pada anak-anak atau lebih besar / sama dengan 30 mg basa/kg BB. &lt;br /&gt;Efek samping :&lt;br /&gt;- gangguan gastro-intestinal seperti mual, muntah, diare terutama bila perut dalam    keadaan kosong&lt;br /&gt;- pandangan kabur&lt;br /&gt;- sakit kepala, pusing (vertigo)&lt;br /&gt;- gangguan pendengaran&lt;br /&gt;Formulasi  obat:&lt;br /&gt;- Tablet (tidak berlapis gula): Klorokuin difosfat 150 mg basa setara dengan 250 mg berntuk garam dan Klorokuin sulfat 150 mg basa setara dengan 204 mg garam.&lt;br /&gt;- Ampul: 1 ml berisi 100 ml basa klorokuin disulfat per ampul dan 2 ml berisi 200 ml basa klorokuin disulfat per ampul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Primakuin&lt;br /&gt;Kerja obat :&lt;br /&gt;- sizon jaringan: sangat efektif terhadap p.falciparum dan p.vivax, terhadap p. malariae tidak diketahui.&lt;br /&gt;- sizon darah: aktif terhadap p.falciparum dan p.vivax tetapi memerlukan dosis tinggi sehingga perlu hati-hati.&lt;br /&gt;- gametosit: sangat efektif terhadap semua spesies parasit.&lt;br /&gt;- hipnosoit: dapat memberikan kesembuhan radikal pada p.vivax dan p.ovale.&lt;br /&gt;Farmakodinamika : Menghambat proses respirasi mitochondrial parasit (sifat oksidan) sehingga lebih berefek pada parasit stadium jaringan dan hipnosoit&lt;br /&gt;Toksisitas :&lt;br /&gt;- Dosis toksis 60-240 mg basa (dewasa) atau 1-4 mg/kgBB/hari&lt;br /&gt;- Dosis lethal lebih besar 240 mg basa (dewasa) atau 4 mg/kg/BB/hari&lt;br /&gt;Efek samping :&lt;br /&gt;- Gangguan gastro-intestinal seperti mual, muntah, anoreksia, sakit perut terutama bila dalam keadaan kosong&lt;br /&gt;- Kejang-kejang/gangguan kesadaran&lt;br /&gt;- Gangguan sistem haemopoitik&lt;br /&gt;- Pada penderita defisiensi G6 PD terjadi Hemolysis&lt;br /&gt;Formulasi obat : Tablet tidak berlapis gula, 15 mg basa per tablet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kina&lt;br /&gt;Kerja obat :&lt;br /&gt;- sizon darah: sangat efektif terhadap penyembuhan secara klinis dan radikal&lt;br /&gt;- Gametosit: tidak berefek terhadap semua gamet dewasa P. falciparum dan terhadap spesies lain cukup efektif.&lt;br /&gt;Farmakodinamika : Terikat dengan DNA sehingga pembelahan RNA terganggu yang kemudian menghambat sintesa protein parasit.&lt;br /&gt;Toksisitas :&lt;br /&gt;- dosis toksis: 2-8 gr/hari (dewasa)&lt;br /&gt;- dosis lethal: lebih besar dari 8 gr/hari (dewasa)&lt;br /&gt;Efek samping : Chinchonisme Syndrom dengan keluhan antara lain pusing, sakit kepala, gangguan pendengaran –telinga berdenging (tinuitis dll), mual dan muntah, tremor dan penglihatan kabur.&lt;br /&gt;Formulasi obat:&lt;br /&gt;- Tablet (berlapis gula), 200 mg basa per tablet setara 220 mg bentuk garam.&lt;br /&gt;- Injeksi: 1 ampul 2 cc kina HCl 25% berisi 500 mg basa (per 1 cc berisi 250 mg basa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sulfadoksin Pirimetamin (SP)&lt;br /&gt;Kerja obat :&lt;br /&gt;- sizon darah: sangat efektif terhadap semua p. falciparum dan kuang efektif terhadap parasit lain dan menyembuhkan secara radikal. Efeknya bisa lambat bila dipakai dosis tunggal sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain (Pirimakuin)&lt;br /&gt;- Gametosit: tidak efektif terhadap gametosit tetapi pirimetamin dapat mensterilkan gametosit&lt;br /&gt;Farmakodinamika :&lt;br /&gt;- primetamin, terikat dengan enzym Dihidrofolat reduktase sehingga sintesa asam folat terhambat sehingga pembelahan inti parasit terganggu&lt;br /&gt;- SP menghambat PABA ekstraseluler membentuk asam folat merupakan bahan inti sel dan sitoplasma parasit&lt;br /&gt;Toksisitas :&lt;br /&gt;- sulfadoksin, dosis toksis 4-7gr/hari (dewasa); dosis lethal lebih besar 7 gr/hari (dewasa)&lt;br /&gt;- pirimetamin, dosis toksis 100-250 mg/hari (dewasa); dosis lethal lebih besar 250 mg/hari (dewasa)&lt;br /&gt;Efek samping :&lt;br /&gt;- gangguan gastro-intestinal seperti mual, muntah&lt;br /&gt;- pandangan kabur&lt;br /&gt;- sakit kepala, pusing (vertigo)&lt;br /&gt;- haemolisis, anemia aplastik, trombositopenia pada penderita defisiensi G6PD&lt;br /&gt;Kontra indikasi :&lt;br /&gt;- idiosinkresi&lt;br /&gt;- bayi kurang 1 tahun&lt;br /&gt;- Defisiensi G6PD&lt;br /&gt;Formulasi obat : 500 mg sulfadoksin ditambah 25 mg pirimetamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sambiloto&lt;br /&gt;Bila sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dipilih sebagai obat alternatif, bagian yang digunakan adalah daunnya. Tanaman ini tumbuh lurus dengan banyak cabang. Tingginya Cuma 50 – 80 cm. Daunnya terbukti tidak beracun dan memiliki sifat antipiretik (menghilangkan demam). Sifat antipiretik inilah yang bisa membantu penderita malaria dalam melawan penyakitnya. Dalam penelitian in vivo (di dalam tubuh makhluk hidup), daun sambiloto memang tidak mematikan P. berghei pada mencit. Namun, mencit yang tertular bisa diperpanjang masa hidupnya karena hati dan limpanya terlindung dari kerusakan. Dengan demikian penggunaan daun sambiloto dapat menunjang penggunaan obat plasmodicide (bersifat menghancurkan plasmodia). Hasilnya, sudah terlihat pada pemberian pertama. Meski begitu, dianjurkan untuk menggunakannya secara terus-menerus. Daun sambiloto bisa digunakan sebagai obat oral tunggal tradisional. Setiap kali hendak menggunakannya diperlukan sekitar setengah genggam daun sambiloto segar. Bahan itu dicuci, direbus dengan tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ¾ bagiannya. Setelah disaring dan ditambahi madu (kalau dirasa perlu), air rebusan sudah siap dijadikan obat tradisional untuk malaria. Dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali, masing-masing sebanyak ¾ gelas minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pulai&lt;br /&gt;Kalau di dekat rumah tumbuh pohon pulai (Alstonia scholaris R. Br.), ada baiknya tanaman ini yang dipilih. Tinggi pohon ini bisa mencapai 25 m dengan diameter batang 40 – 60 cm. Di Jawa, pulai umumnya ditemukan di daerah berketinggian di bawah 900 m di atas permukaan laut. Bagian tanaman yang digunakan bukan lagi daunnya, tapi kulit pohonnya. Rasa bagian pohon ini pahit dan tak berbau. Menurut Perry, kulit kayu tsb. Baik untuk pengobatan malaria kronis yang disertai pembesaran limpa. Di dalamnya terkandung senyawa alkaloid. Air dari seduhan kulit tanaman ini terbukti tidak beracun. Secara in vitro (di dalam tabung percobaan) terbukti ekstraknya bersifat plasmodicide pada konsentrasi 10 – 100 mikrogram/mikroliter. Apakah alkaloid yang dikandungnya bersifat plasmodicide, belum terbukti. Untuk menggunakannya sebagai obat tradisional malaria, diperlukan kulit batangnya sebesar tiga jari. Kulit itu direbus di dalam tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ½-nya. Setelah disaring dan diberi pemanis berupa gula atau madu, air rebusan tsb. Sudah bisa diminum sebagai obat tradisional. Sekali minum cukup ¾ gelas dan dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Johar&lt;br /&gt;Tanaman johar (Cassia siamea Lamk.) juga sudah banyak diteliti kemungkinannya sebagai obat malaria. Tanaman ini berupa pohon dan cepat tumbuhnya. Di Jawa, tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah dengan ketinggian di bawah 1.000 m di atas permukaan laut. Tingginya bisa mencapai 15 m dengan batang berdiameter 40 – 50 cm. Kayunya termasuk kuat dan awet. Daunnya merupakan bagian yang bisa digunakan sebagai obat malaria. Di dalamnya terdapat alkaloid bersifat racun dan oxymethylanthraquinone. Namun, zat-zat tsb. Belum terbukti bertanggungjawab terhadap khasiatnya sebagai obat malaria.&lt;br /&gt;Dalam penelitian diketahui, sampai dosis 100 mg serbuk daun/100 g tikus dalam bentuk infus oral tidak mengurangi jumlah eritrosit (sel darah merah) tertular parasit (plasmodium). Ada kemungkinan perlu dosis lebih besar dan dengan frekuensi lebih sering supaya efek yang diharapkan bisa dicapai. Juga telah dibuktikan bahwa ekstrak daun johar termasuk bahan yang tidak beracun. Secara in vivo ekstrak tersebut tidak bersifat plasmodicide pada P. berghei, tapi memperpanjang masa hidup mencit tertular, lantaran limpa dan hatinya tidak rusak. Daun johar juga memiliki daya imunostimulasi (merangsang produksi zat kekebalan tubuh), bersifat antipiretik yang potensinya seperti asetosal. Infusnya juga bersifat hepatoproteksif (melindungi hati dari kerusakan).&lt;br /&gt;Seperti dikutip Heyne, dalam harian Indische dagbladen Juni 1917 disebutkan seorang bernama Wilkens di Surakarta menganjurkan penggunaan daun johar untuk pengobatan malaria. Segenggam daun mudanya direbus dengan enam cangkir air hingga airnya tersisa separuhnya (tiga cangkir). Hasil rebusan ini diminum tiga kali sehari, masing-masing secangkir. Kalau penderita merasa agak baik, dosisnya diturunkan menjadi dua kali sehari, masing-masing secangkir. Setelah kesehatannya normal, dosisnya diturunkan kembali menjadi secangkir dalam sehari.&lt;br /&gt;Di masa sekarang, ramuan itu sedikit berubah meskipun prinsipnya sama. Untuk menggunakannya dalam proses pengobatan malaria digunakan ¾ genggam daun johar segar. Semuanya direbus di dalam 3 gelas minum air hingga air rebusannya tersisa ¾-nya. Air rebusan ini diminum 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bratawali&lt;br /&gt;Tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif bahan obat tradisional adalah bratawali (Tinospora crispa Miers.). Tanaman ini tumbuh merambat dengan gemang batang sebesar kelingking orang dewasa. Batangnya dipenuhi benjolan-benjolan kecil.&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan malaria adalah batangnya. Di dalamnya terkandung alkaloid. Batang ini rasanya sangat pahit, sehingga binatang pun enggan menyentuhnya. Demikian pahitnya hingga kalau air rebusannya dikonsumsi begitu saja dapat menyebabkan muntah-muntah. Meski begitu, rebusan ini telah lama digunakan sebagai obat demam yang sukar diobati. Bahkan, sejak lebih dari setengah abad lampau khasiatnya sebagai obat deman telah diuji oleh dokter-dokter angkatan bersenjata. Mereka berkesimpulan khasiatnya baik pada beberapa kasus demam berselang (mungkin demam sebagai gejala malaria).&lt;br /&gt;Serbuk batang bratawali termasuk bahan yang PNT. Infusnya bersifat antipiretik. Sifat inilah yang meringankan penderitaan penderita malaria. Namun, belum diketahui apakah sifat ini disebabkan alkaloid yang dikandungnya atau oleh sebab lain. Yang pasti, dalam penelitian bahan ini tidak menurunkan jumlah eritrosit mencit yang tertular P. berghei.&lt;br /&gt;Untuk menjadikannya sebagai obat tunggal tradisional diperlukan ¾ jari batang bratawali segar. Batang itu dipotong-potong seperlunya lalu direbus di dalam 4 ½ gelas minum air hingga tinggal separuhnya. Air rebusan disaring, diberi pemanis gula atau madu secukupnya. Hasilnya siap diminum sebagai obat oral. Tiap hari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali, masing-masing ¾ gelas minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Vaksin&lt;br /&gt;Kurang memuaskannya hasil penanganan selama ini mengakibatkan para ahli sependapat bahwa harapan untuk memenangkan perang melawan malaria terletak pada ditemukannya vaksin antimalaria. Dari ke empat spesies plasmodium, yang paling banyak menimbulkan kematian adalah P falciparum sehingga prioritas penemuan vaksin ditujukan terhadap spesies ini. Sementara ini telah diteliti empat kemungkinan pendekatan tata kerja vaksin:&lt;br /&gt;1. pada stadium pre erythrocyt (sel darah merah),&lt;br /&gt;2. pada tingkat blood stage.&lt;br /&gt;3. pada transmission blocking.&lt;br /&gt;4. kombinasi ketiganya atau multi stage vaccine.&lt;br /&gt;Vaksin yang bekerja pada stadium pre erythrocyte di desain untuk mencegah infeksi ke sel darah merah yakni mencegah pelepasan merozoit dari hati. Makanya vaksin tersebut sangat penting peranannya bagi strategi penemuan multi stage vaccine selanjutnya.&lt;br /&gt;Sementara vaksin yang bekerja pada blood stage bekerja membatasi multiplikasi parasit di dalam darah. Sehingga mengurangi gejala klinis penyakit, namun tidak dapat mencegah terjadinya infeksi. Kemungkinan mekanisme kerjanya adalah menginduksi antibodi terhadap protein permukaan merozoite, protein dari sel darah merah yang sudah terinfeksi atau menginduksi toksin antimalaria&lt;br /&gt;Sedangkan vaksin transmission-blocking vaccinee (TBVs) bertujuan mencegah transmisi parasit dari manusia ke nyamuk dan vaksin jenis ini digabungkan dengan vaksin berbagai tingkat yang lain (liver dan blood stage).&lt;br /&gt;Begitu pula vaksin multi stage. Vaksin ini di disain untuk berefek pada semua tingkat pada siklus parasit malaria. Pertama diuji coba pada manusia dengan tipe SPF66 suatu tipe peptide vaksin. Pada awalnya SPF66 memberikan hasil yang menjanjikan, namun dalam percobaan skala besar penelitian fase III hasilnya negatif. Saat ini formula baru vaksin ini sedang dikembangkan serta vaksin multi stage berbasis DNA juga mulai dikembangkan .&lt;br /&gt;Untuk mengatasi plasmodium memang diperlukan vaksin kompleks namun ternyata penambahan berbagai elemen justru hasilnya kontra produktif. Penemuan genetic tools yang baru seperti transcriptome dan teknologi analisa proteome diharapkan membuat para ahli dapat lebih memahami biologi dari plasmodium sehingga dapat menolong untuk pengembangan vaksin dan obat antimalaria yang baru.&lt;br /&gt;Walau strategi mengatasi malaria belum sepenuhnya berhasil, namun tetap harapannya terletak pada vaksin-vaksin tersebut. Meski sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang memenuhi syarat, bahkan pengembangannya masih banyak tantangan. Para ahli tetap mengupayakan ditemukannya vaksin antimalaria terutama vaksin multi stage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pencegahan Malaria&lt;br /&gt;Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu langkah yang penting untuk mencegah gigitan nyamuk yang aktif di malam hari ini. Keberhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat setempat. Pencegahan tanpa obat, yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;1. Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur, lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida.&lt;br /&gt;2. Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).&lt;br /&gt;3. Menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot maupun lainnya.&lt;br /&gt;4. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.&lt;br /&gt;5. Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak.&lt;br /&gt;6. Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar.&lt;br /&gt;7. Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk.&lt;br /&gt;8. Hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air.&lt;br /&gt;9. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.&lt;br /&gt;10. Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai.&lt;br /&gt;Langkah lainnya adalah mengantisipasi dengan meminum obat satu bulan sebelum seseorang melakukan bepergian ke luar daerah tempat tinggalnya yang bebas malaria, sebaiknya mengkonsumsi obat antimalaria, misalnya klorokuin, karena obat ini efektif terhadap semua jenis parasit malaria. Aturan pemakaiannya adalah :&lt;br /&gt; Pendatang sementara ke daerah endemis, dosis klorokuin adalah 300 mg/minggu, 1 minggu sebelum berangkat selama berada di lokasi sampai 4 minggu setelah kembali.&lt;br /&gt; Penduduk daerah endemis dan penduduk baru yang akan menetap tinggal, dosis klorokuin 300 mg/minggu. Obat hanya diminum selama 12 minggu (3 bulan).&lt;br /&gt; Semua penderita demam di daerah endemis diberikan klorokuin dosis tunggal 600 mg jika daerah itu plasmodium falciparum sudah resisten terhadap klorokuin ditambahkan primakuin sebanyak tiga tablet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Malaria adalah penyakit yang disebarkan melalui perantara nyamuk anopheles. Malaria disebabkan oleh plasmodium, parasit yang bersel tunggal yang terdiri atas 4 jenis plasmodium yaitu :&lt;br /&gt;a. Plasmadium Vivax : menyebabkan Malaria Tertiana Benigna.&lt;br /&gt;b. Plasmadium Ovale : menyebabkan Malaria Tertiana Benigna&lt;br /&gt;c. Plasmadium Malariae : menyebabkan Malaria Quartana&lt;br /&gt;d. Plasmadium falciparum : menyebabkan Malaria Tertiana Maligna yang berat, progresif dan biasanya fatal.&lt;br /&gt;Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan tanaman obat seperti kina, johar, bratawali, dan sambiloto. Selain itu juga bisa dengan obat seperti Klorokuin, Primakuin, Sulfadoksin Pirimetamin (SP).&lt;br /&gt;Agar kita terhindar dari penyakit ini, hendaknya kita melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk Anopheles. Pencegahannya ada yang dengan menggunakan obat dan ada juga yang tanpa obat. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu langkah yang penting untuk mencegah gigitan nyamuk yang aktif di malam hari ini. Keberhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;id.wikipedia.org/wiki/Malaria&lt;br /&gt;www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/03/28/nrs&lt;br /&gt;www.conectique.com/tips_solution/health/disease/article.php?article&lt;br /&gt;www.litbang.depkes.go.id/~djunaedi/data/Emil.pdf&lt;br /&gt;www.penyakitmenular.info&lt;br /&gt;www.wartamedika.com/2006/09/pencegahan-malaria.html&lt;br /&gt;www.geocities.com/mitra_sejati_2000/malaria.html&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-5024467846785283998?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5024467846785283998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/5024467846785283998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/makalah-malaria-riska-rahma-ramaini-iib.html' title='makalah malaria : riska rahma ramaini IIB'/><author><name>riska</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01508246268649159534</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-9018417885902948860</id><published>2009-02-10T11:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T11:42:43.425+07:00</updated><title type='text'>GIZI BURUK BALITA</title><content type='html'>Abstrak : Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak – Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut UNICEF saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk. Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan.&lt;br /&gt;Penyebab utama gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan memicu kasus gizi buruk, kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia. Dan juga faktor alam, manusiawi ( kultur social masyarakat setempat ), pemerintah, dan lain – lain.&lt;br /&gt;Persoalan gizi buruk masih menghantui sebagian warganya. Bagaimana bisa di era sekarang, masih dijumpai ribuan, dan ratusan ribu anak balita, yang menjadi pemegang masa depan Indonesia menderita gizi buruk. Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah mencanangkan Gerakan Penanganan Diare dan Gizi Buruk sejak Juli 2007 lalu disusul dengan Gerakan Kedaulatan Pangan yang akan dicanangkan April 2008, keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis.&lt;br /&gt;Gizi buruk akut atau busung lapar menurut Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Dari kondisi tubuh balita yang menderita gizi buruk memiliki berat badan di bawah rata-rata, berat badan/umur Balita &lt; 60 persen berada di bawah garis merah sehingga tergolong KEP berat. Ciri-ciri yang mudah terdekteksi pada tanda marasmus. Komponen biologi yang melatarbelakangi KKP antara lain malnutrisi ibu, penyakit infeksi, dan diet rendah energi &amp; protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu yang mengalami KKP selama kurun waktu tersebut pada gilirannya akan melahirkan bayi berberat badan rendah. Kurang Kalori Protein (KKP) akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya, tidak tercukupi oleh diet. Sindrom kwasiorkor terjelma manakala defisiensi menampakan dominasi protein, dan maramus termanifestasi jika terjadi kekurangan energi yang parah. Kombinasi kedua bentuk ini marasmik kwasiorkor, juga tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malnutrisi Primer&lt;br /&gt;Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi, rendahnya pengetahuan, dan kurangnya asupan gizi. Gejala kinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang (maturasi) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malnutrisi Sekunder&lt;br /&gt;Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asupan Gizi&lt;br /&gt;Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Yang nampak adalah bayi-bayi dan anak-anak yang lemah, loyo dan tanpa tenaga. Yang terdengar adalah tangisan dan jeritan putus asa bayi-bayi dan anak-anak kelaparan yang sangat membutuhkan makanan. Mereka cuma bisa menangis tetapi tak mampu meronta.&lt;br /&gt;Tenaga mereka lenyap karena mengidap marasmus bahkan busung lapar. Seorang ibu yang anaknya menderita busung lapar mengakui bahwa sudah beberapa hari ini anaknya hanya makan "air bubur." memasak sedikit beras dengan air yang sangat banyak. Akibatnya makanan itu terlalu cair untuk disebut bubur. Lebih tepat disebut air bubur. Memang, tubuh anak itu bagaikan tulang-belulang yang ditutupi kulit, perutnya buncit, matanya sayu. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit. Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Pendidikan gizi diberikan kepada anak untuk mengarahkan kepada pembiasan dan cara makan yang lebih baik yang dilakukan dalam lingkup makro ( masyarkat luas ) dan mikro ( keluarga ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan ditingkat rumah tangga ( kemampuan memperoleh makanan untuk semua anggotannya ), masalah kesehatan, kemiskinan, pemerataan, dan kesempatan kerja. Indonesia mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh sudah muncul masalah baru. Masalah gizi di Indonesia terutama KEP masih lebih tinggi daripada Negara ASEAN lainnya ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Sekarang ini masalah gizi mengalami perkembangan yang sangat pesat, Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak, meskipun sering luput dari perhatian. Sebagian besar anak di dunia 80% yang menderita malnutrisi bermukim di wilayah yang juga miskin akan bahan pangan kaya zat gizi, terlebih zat gizi mikro (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi yaitu kualitas hidangan yang mengandung semua kebutuhan tubuh. Akibat dari kesehatan gizi yang tidak baik, maka timbul penyakit gizi, umumnya pada anak balita diderita penyakit gizi buruk (Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )&lt;br /&gt;Hubungan antara kecukupan gizi dan penyakit infeksi yaitu sebab akibat yang timbal balik sangat erat. Berbagai penyakit gangguan gizi dan gizi buruk akibatnya tidak baiknya mutu/jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing – masing orang. Jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani tenaga kesehatan ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ). Masalah gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi dengan pengobatan medis/kedokteran. Namun, kemudian disadari bahwa gejala klinis gizi kurang yang banyak ditemukan dokter ternyata adalah tingkatan akhir yang sudah kritis dari serangkaian proses lain yang mendahuluinya ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )&lt;br /&gt;Gizi seseorang dapat dipengaruhi terhadap prestasi kerja dan produktivitas. Pengaruh gizi terhadap perkembangan mental anak. Hal ini sehubungan dengan terhambatnya pertumbuhan sel otak yang terjadi pada anak yang menderita gangguan gizi pada usia sangat muda bahkan dalam kandungan. Berbagai factor yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama pada balita. Ketidaktahuan akan hubungan makanan dan kesehatan, prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu, adanya kebiasaan/pantangan yang merugikan, kesukaan berlebihan terhadap jenis makanan tertentu, keterbatasan penghasilan keluarga, dan jarak kelahiran yang rapat ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara )&lt;br /&gt;Kemiskinan masih merupakan bencana bagi jutaan manusia. Sekelompok kecil penduduk dunia berpikir “hendak makan dimana” sementara kelompok lain masih berkutat memeras keringat untuk memperoleh sesuap nasi. Dibandingkan orang dewasa, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak boleh dibilang sangat kecil. Namun, jika diukur berdasarkan % berat badan, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak ternyata melampaui orang dewasa nyaris dua kali lipat. Kebutuhan akan energi dapat ditaksir dengan cara mengukur luas permukaan tubuh/menghitung secara langsung konsumsi energi itu ( yang hilang atau terpakai ). Asupan energi dapat diperkirakan dengan jalan menghitung besaran energi yang dikeluarkan. Jumlah keluaran energi dapat ditentukan secara sederhana berdasarkan berat badan (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ).&lt;br /&gt;Kekurangan berat badan yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh merupakan masalah serius. Keparahan KKP berkisar dari hanya penyusutan berat badan, terlambat tumbuh sampai ke sindrom klinis yang nyata. Penilaian antropometris status gizi dan didasarkan pada berat, tinggi badan, dan usia. Ukuran antropometris bergantung pada kesederhanaa, ketepatan, kepekaan, serta ketersediaan alat ukur. Marasmus biasanya berkaitan dengan bahan pangan yang sangat parah, semikelaparan yang berkepanjangan, dan penyapihan terlalu dini, sedangkan kwashiorkor dengan keterlambatan menyapih dan kekurangan protein. Penanganan KKP berat dikelompokan menjadi dua yaitu pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa dan fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi ( Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTIFIKASI MASALAH&lt;br /&gt;Masalah – masalah gizi buruk yang kita ketahui bisa menyerang siapa saja khusunya balita dan anak – anak dengan criteria umur tertentu. Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja melainkan dari pendekatan lain. Disini penulis mengidentifikasikan gizi buruk berupa penyebab – penyebab gizi buruk, kwashiorkor, marasmus, maramus – kwashiorkor, asupan gizi, malnutrisi primer dan sekunder, langkah pengobatan, dan jumlah data penderita gizi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBATASAN MASALAH&lt;br /&gt;Penulis akan membatasi masalah yang akan dibahas pada waktu mata kuliah Seminar Biologi agar nanti dalam membahas masalah gizi buruk tidak menyebar ke semua/berbagai aspek. Pembatasan masalah sesuai dengan tema dari makalah ini yaitu Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak - anak. Termasuk di dalamnya Jenis – jenis dan penyebab masalah gizi buruk/malnutrisi, Tanda – tanda yang terlihat/terdeteksi pada malnutrisi dan langkah pengobatannya, Data penurunan gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, dan Perlunya asupan gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan makalah presentasi ini adalah ingin memberitahukan kepada masyarakat hal – hal apa saja yang menjadi ruang lingkup dari masalah gizi buruk, menambah pengetahuan bagi masyarakat agar lebih luas wawasannya mengenai gizi buruk, memberitahukan jumlah penurunan penderita gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, memberikan gambaran yang jelas mengenai penyakit gizi buruk, juga tidak lupa untuk menambah nilai mahasiswa, dan lain – lain yang bisa berdampak positif bagi penulis dan para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. TINJAUAN TEORI&lt;br /&gt;Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ serta menghasilkan energi. Akibat kekurangan gizi, maka simpanan zat gizi pada tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan apabila keadaan ini berlangsung lama maka simpanan zat gizi akan habis dan akhirnya terjadi kemerosotan jaringan. Pada saat ini orang bisa dikatakan malnutrisi. KEP seseorang yang gizi buruk disebakan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari. Pada umumnya penderita KEP berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah, tanda – tanda klinis gizi buruk dapat menjadi indicator yang sangat penting untuk mengetahui seseorang menderita gizi buruk. Kebutuhan tubuh akan zat gizi ditentukan oleh banyak factor. Data komposisi zat gizi bahan makanan yang berhubungan dengan berbagai proses pengolahan belum cukup tersedia, pemeriksaan zat gizi spesifik bertujuan untuk menilai status gizi. Zat gizi yang terdapat pada Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) hanyalah gizi yang penting yaitu energi, protein, vit A, C, B 12, Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Zink, dan Yodium ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )&lt;br /&gt;Ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan gizi yaitu penyakit gizi lebih ( obesitas ), gizi buruk ( malnutrisi ), metabolic bawaan, keracunan makanan, dan lain – lain. Gangguan gizi buruk menggambarkan suatu keadaan pathologis yang terjadi akibat ketidaksesuaian/tidak terpenuhinya antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi dalam jangka waktu yang relatif lama. Ilmu gizi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui sejak berabad – abad yang lampau.. Penyakit – penyakit yang timbul akibat makanan kurang baik seperti makanan yang tidak cukup gizinya atau kadar zat gizinya tak seimbang disebut penyakit gangguan gizi yang pertama kali dikenal adalah penyakit skorbut/sariawan. Penemuan dini terhadap penderita marasmus dan kwashiorkor sangat penting, baik dalam usaha pencegahan terjadinya gizi buruk maupun dalam usaha menurunkan angka kematian bayi dan anak. Untuk itu, para ahli kesehatan anak di berbagai Negara telah bersepakat untuk menemukan cara yang paling mudah dan sederhana untuk mendeteksi penderita KKP sedini mungkin dengan melakukan monitoring berat badan anak melalui penimbangan secara teratur setiap bulan telah dijadikan sebagai kegiatan pokok. Usaha untuk menangani masalah gizi buruk di Indonesia telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia Ke II, strategi yang digunakan untuk memperbaiki gizi di masyarakat berbeda – beda, ada caranya masing – masing. Dewasa ini gizi bukan saja dikenal akan tetapi telah menjadi bahan pembicaraan dan pembahasan di berbagai lingkungan masyarakat. Dewasa ini program perbaikan gizi merupakan salah satu dari 5 program pokok Dep Kes ( Panca Karsa/Karya Husada ) ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ).&lt;br /&gt;Kesehatan yang baik tidak terjadi karena ada perubahan yang berupa kekurangan zat makanan tertentu ( defisiensi ) atau berlebih. Kekurangan umumnya mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kelebihan umumnya mencakup konsumsi lemak, protein, dan gula. Untuk mencapai kondisi anak perlu/cukup gizi harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan serta melakukan kegiatan yang baik seperti olah raga, dan lain – lain. Konsumsi yang kurang baik kualitas dan kuantitasnya akan memberikan kondisi kesehatan gizi kurang/defisiensi. Keadaan kesehatan gizi masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hidangan. Penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong ke dalam kelompok penyakit defisiensi yang sering dihubungkan dengan infeksi yang bisa berhubungan dengan gangguan gizi. Defisiensi gizi merupakan awal dari gangguan system imun yang menghambat reaksi imunologis. Gangguan gizi dan infeksi sering saling bekerja sama akan memberikan prognosis yang lebih buruk. Ada berbagai zat gizi yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Masalah kesehatan gizi dapa timbul dalam bentuk penyakit dengan tingkat yang tinggi ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMBAHASAN MASALAH&lt;br /&gt;Jakarta – Sepanjang tahun ini banyak sudah bencana kesehatan yang melanda bangsa ini. Mulai dari demam berdarah, polio dan penyakit busung lapar yang cukup mengejutkan. Kasus penderita gizi buruk terus bertambah di sejumlah daerah. Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut United Nations Children’s Fund (Unicef) saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk.&lt;br /&gt;Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia, kemiskinan memicu kasus Gizi Buruk&lt;br /&gt;Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui.&lt;br /&gt;Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWASHIORKOR&lt;br /&gt;Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:&lt;br /&gt;* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.&lt;br /&gt;* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring&lt;br /&gt;* Anemia.&lt;br /&gt;* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.&lt;br /&gt;* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia ( perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red. ), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya&lt;br /&gt;* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.&lt;br /&gt;Tanda-tanda kwashiorkor meliputi&lt;br /&gt;- edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,&lt;br /&gt;- wajah membulat dan sembab,&lt;br /&gt;- pandangan mata sayu,&lt;br /&gt;- perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,&lt;br /&gt;- rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,&lt;br /&gt;- otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,&lt;br /&gt;- bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas&lt;br /&gt;- menolak segala jenis makanan (anoreksia)&lt;br /&gt;- sering disertai anemia, diare, dan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARASMUS&lt;br /&gt;Kasus marasmik atau malnutrisi berat karena kurang karbohidrat disertai tangan dan kaki bengkak, perut buncit, rambut rontok dan patah, gangguan kulit. Pada umumnya penderita tampak lemah sering digendong, rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.&lt;br /&gt;Marasmik adalah bentuk malnutrisi primer karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya muka berkerut terlihat tua, tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah berwarna kemerahan dan terjadi pembesaran hati, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot . Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi ( pemberian cairan elektrolit ) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia ( tidak teraturnya denyut jantung ) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:&lt;br /&gt;* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.&lt;br /&gt;* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.&lt;br /&gt;* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.&lt;br /&gt;* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.&lt;br /&gt;* Sering menderita diare atau konstipasi.&lt;br /&gt;* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.&lt;br /&gt;- anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,&lt;br /&gt;- wajah seperti orang tua, cengeng, rewel, perut cekung, dan kulit keriput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARASMIK-KWASHIORKOR&lt;br /&gt;Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.&lt;br /&gt;* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.&lt;br /&gt;* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.&lt;br /&gt;* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolic seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.&lt;br /&gt;* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.&lt;br /&gt;Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB GIZI BURUK&lt;br /&gt;Penyebab utama gizi kurang dan gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab pertama adalah faktor alam. Secara umum tanah terkenal sebagai daerah tropis yang minim curah hujan. Kadang curah hujannya banyak tetapi dalam kurun waktu yang sangat singkat. Akibatnya, hujan itu bukan menjadi berkat tetapi mendatangkan bencana banjir. Tetapi, beberapa tahun belakangan ini tidak ada hujan menjadi kering kerontang! Tanaman jagung yang merupakan penunjang ekonomi keluarga sekaligus sebagai makanan sehari-hari rakyat gagal dipanen. Akibatnya, banyak petani termasuk anak-anak, terutama yang tinggal di daerah pelosok, memakan apa saja demi mempertahankan hidup. Dikhawatirkan gizi yang kurang dan bahkan buruk akan memperburuk pertumbuhan fisik dan fungsi-fungsi otak. Kalau ini terjadi, masa depan anak-anak ini dipastikan akan sangat kelam dan buram.&lt;br /&gt;Penyebab kedua adalah faktor manusiawi yaitu berasal dari kultur sosial masyarakat setempat. Kebanyakan masyarakat petani bersifat 'one dimensional,' yakni masyarakat yang memang sangat tergantung pada satu mata pencaharian saja. Banyak orang menanam makanan 'secukup'nya saja, artinya hasil panen itu cukup untuk menghidupi satu keluarga sampai masa panen berikutnya. Belum ada pemikiran untuk membudidayakan hasil pertanian mereka demi meraup keuntungan atau demi meningkatkan pendapatan keluarga. Adanya budaya 'alternatif' yaitu memanfaatkan halaman rumah untuk menanam sayur-mayur demi menunjang kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;Penyebab ketiga masih berkisar soal manusiawi tetapi kali ini lebih berhubungan dengan persoalan struktural, yaitu kurangnya perhatian pemerintah. Pola relasi rakyat dan pemerintah masih vertikal bukan saja menghilangkan kontrol sosial rakyat terhadap para pejabat, tetapi juga membuka akses terhadap penindasan dan ketidakadilan dan, yang paling berbahaya, menciptakan godaan untuk menyuburkan budaya korupsi. Tentu saja tidak semua aparat dan pejabat seperti itu!. Terlepas dari itu semua nampaknya masyarakat membutuhkan pendampingan agar mereka memahami hak-hak individu dan hak-hak sosial mereka sebagai warganegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALNUTRISI PRIMER&lt;br /&gt;Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi dan rendahnya pengetahuan. Gejala klinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang ( maturasi ) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut. Pada penderita malnutrisi primer dapat mempengaruhi metabolisme di otak sehingga mengganggu pembentukan DNA di susunan saraf. berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kecerdasan anak. Mortalitas atau kejadian kematian dapat terjadi pada penderita malnutri primer yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALNUTRISI SEKUNDER&lt;br /&gt;Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh yang mengakibatkan gagal tumbuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal dan lain-lain. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder. Malnutrisi sekunder ini gangguan peningkatan berat badan yang disebabkan karena karena adanya gangguan di sistem tubuh anak. pada malnutrisi sekunder tampak anak sangat lincah, tidak bisa diam atau sangat aktif bergerak. Tampilan berbeda lainnya, penderita malnutrisi sekunder justru tampak lebih cerdas, tidak ada gangguan pertumbuhan rambut dan wajah atau kulit muka tampak segar.&lt;br /&gt;Kasus malnutrisi sekunder sering terjadi overdiagnosis (diagnosis yang diberikan terlalu berlebihan padahal belum tentu mengalami infeksi ) tuberkulosis (TB). Overdiagnosis tersebut terjadi karena tidak sesuai dengan panduan diagnosis yang ada.&lt;br /&gt;Secara medis penanganan kasus malnutrisi sekunder lebih kompleks dan rumit. Penanganannya harus melibatkan beberapa disiplin ilmu kedokteran anak seperti bidang gastroenterologi, endokrin, metabolik, alergi-imunologi, tumbuh kembang dan lainnya. Gizi buruk memang merupakan masalah klasik bangsa ini sejak dulu. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Karena, gizi buruk bukan saja disebabkan karena masalah ekonomi atau kurangnya pengetahuan dan pendidikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDERITA GIZI BURUK MEREBAK DI BERBAGAI TEMPAT&lt;br /&gt;Gizi Buruk Masih Jadi Persoalan Pelik di NTT Sebanyak 1.466 kasus gizi buruk&lt;br /&gt;Masalah Gizi Buruk Di SERUI Jaya Pura Perlu Penanganan Serius&lt;br /&gt;221 Balita di Trenggalek Gizi Buruk&lt;br /&gt;496 Balita di Kabupaten Blitar menderita gizi buruk.&lt;br /&gt;Bengkulu, tercatat sedikitnya 377 anak penderita gizi buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERLUNYA ASUPAN GIZI&lt;br /&gt;Banyaknya produk suplemen vitamin yang kini beredar secara bebas bisa berdampak baik sekaligus berdampak buruk. suatu produk suplemen harus menjalani uji klinis dulu sebelum dipasarkan. kita tidak terlena begitu saja dengan rayuan iklan yang terlalu bombastis. Tapi di sisi lain produk suplemen yang memang bisa dipercaya kebenarannya sangat berguna bagi kebanyakan orang yang tidak sempat mendapatkan gizi tersebut dari makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;Lebih baik kalau berbagai kebutuhan gizi didapat dari makanan langsung, bukan asupan atau suplemen yang dijual bebas. Sebab tak seorang pun yang bisa menjamin keamanannya, Kecuali kalau asupan itu memang dianjurkan oleh dokter atau didapat dari dokter. Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Air susu ibu cocok sekali untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. ASI juga mengandung zat anti efeksi.&lt;br /&gt;Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:&lt;br /&gt;* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.&lt;br /&gt;* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.&lt;br /&gt;* Maturasi tulang terlambat.&lt;br /&gt;* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.&lt;br /&gt;* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH PENGOBATAN&lt;br /&gt;Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal. Langkah penanganan harus didasarkan pada penyebab serta kemungkinan pemecahnya.&lt;br /&gt;Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh. Memulihkan keadaan gizinya dengan cara mengobati penyakit penyerta, peningkatan taraf gizi, dan mencegah gejala atau kekambuhan dari gizi buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH KASUS GIZI BURUK PADA BALITA MENURUN&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, berbagai upaya intervensi perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah kasus gizi kurang dan gizi buruk balita dalam beberapa tahun terakhir. "Capaiannya sudah signifikan, tapi memang belum bisa langsung membuatnya jadi tidak ada karena untuk itu memang butuh waktu lama," katanya. Ia menjelaskan, penanganan gizi buruk membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga perlu dukungan dana dari pemerintah pusat. Kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita yang pada 2004 sebanyak 5,1 juta telah turun menjadi 4,4 juta pada 2005 dan kembali turun menjadi 4,2 juta pada 2006. "Tahun 2007 angkanya juga turun lagi menjadi 4,1 juta.&lt;br /&gt;Mengalami penurunan bermakna dalam tiga tahun terakhir. Menurut Laporan Kasus Gizi Buruk Dinas Kesehatan Provinsi yang disampaikan ke Departemen Kesehatan pada 2005, jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani sebanyak 76.178 kemudian turun menjadi 50.106 pada 2006 dan turun lagi menjadi 39.080 pada 2007. Jumlah temuan kegiatan surveilans itu lebih rendah dibandingkan dengan target penemuan kasus gizi buruk pada balita yang pada 2005 seharusnya sebanyak 180.000 kasus, 94.000 kasus pada 2006 dan 75.000 kasus pada 2007.&lt;br /&gt;Guna menurunkan jumlah kasus gizi buruk seperti yang telah ditargetkan, yakni menjadi 20 persen dari total balita pada 2009, pemerintah telah melakukan upaya penanggulangan masalah gizi jangka pendek, menengah dan panjang. Targetnya tahun 2009 bisa turun menjadi 20 persen dari jumlah balita, upaya jangka pendeknya antara lain perawatan kasus sesuai prosedur di rumah sakit secara gratis, pemberian makanan bergizi tinggi bagi balita dari keluarga kurang mampu dan surveilans kasus secara periodik melalui Posyandu, serta pemberian makanan pendamping ASI gratis bagi bayi usia 6-24 bulan dari keluarga kurang mampu.&lt;br /&gt;Jangka menengah memberdayakan masyarakat untuk memperbaiki pola asuh pemeliharaan bayi seperti promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan penimbangan berat badan bayi secara rutin untuk deteksi dini kasus, pemerintah juga berusaha meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang bermutu melalui pembentukan Pos Kesehatan Desa, penempatan bidan di desa, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, penguatan Puskesmas dan pembentukan tim kesehatan keliling di daerah terpencil.&lt;br /&gt;Setiap tahun juga telah meningkatkan alokasi anggaran untuk perbaikan gizi. Jika pada 2005 alokasi dana untuk perbaikan gizi hanya Rp175 miliar, maka 2006 ditingkatkan menjadi Rp582 miliar dan kembali ditingkatkan menjadi Rp600 miliar pada 2007. "Tahun 2008 ini besaran anggarannya masih dibahas, tapi dipastikan tidak akan lebih rendah dari Rp600 miliar," Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 pemerintah mengalokasikan 2,3 persen untuk biaya kesehatan. Dengan strategi dan langkah yang telah diterapkan, pemerintah optimistis bisa menurunkan kasus gizi buruk dan kurang pada balita sesuai target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Ada 4 faktor yang melatarbelakangi KKP yaitu : masalah social, ekonomi, biologi, dan lingkungan. Kemiskinan salah satu determinan social - ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan. Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak. Kurang kalori protein sesungguhnya berpeluang menyerap siapa saja, terutama bayi dan anak yang tengah tumbuh-kembang. Marasmus sering menjangkiti bayi yang baru berusia kurang dari 1 tahun, sementara kwashiorkor cenderung menyerang setelah mereka berusia 18 bulan. Penilaian status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat mendapatkan makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari. Kecukupan zat gizi berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak.Kasus gizi buruk bukanlah jenis penyakit yang datang tiba-tiba begitu saja. Tetapi karena proses yang menahun terus bertumpuk dan menjadi kronik saat mencapai puncaknya. Masalah defisiensi gizi khususnya KKP menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukan adanya efek jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Dan seharusnya para ibu mengupayakan sesuatu yang terbaik untuk anaknya yang nantinya anak tersebut dapat menolong sang ibu. Ibu jangan mudah menyerah hadapilah semuanya itu, saya yakin pasti akan ada jalan keluarnya&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara.&lt;br /&gt;Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;www.liputan6.com&lt;br /&gt;www.antara.co.id&lt;br /&gt;www.groups.yahoo.com&lt;br /&gt;www.emedicine.com&lt;br /&gt;www.dinkes-dki.go.id&lt;br /&gt;www.depkes.go.id&lt;br /&gt;www.kompas.com&lt;br /&gt;www.mercksource.com&lt;br /&gt;http://www.suarapembaruan.com&lt;br /&gt;www.sinarharapan.co.id&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id&lt;br /&gt;www.kabblitar.go.id&lt;br /&gt;Gizi.net –&lt;br /&gt;Sulung Prasetyo – sinarharapan.co.id &lt;br /&gt;Diposkan oleh panggahms_unindra6a di 08:55&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.andaleh.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1782530170254385195-9018417885902948860?l=jurnalisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/9018417885902948860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1782530170254385195/posts/default/9018417885902948860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalisasi.blogspot.com/2009/02/gizi-buruk-balita.html' title='GIZI BURUK BALITA'/><author><name>royka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12415584646037401024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1782530170254385195.post-1459529136814589375</id><published>2009-02-10T11:30:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T11:34:12.484+07:00</updated><title type='text'>alergi</title><content type='html'>KATA PENGANTAR&lt;br /&gt; Puji syukur Penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang mana berkat rahmat, ridho dan karunianyalah maka Penulis bisa menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tak lupa shalawat berangkaikan salam Penulis hadiahkan kepada Baginda Rasulullah SAW, Nabi akhir zaman yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang ini.&lt;br /&gt; Dalam pembuatan makalah ini, tentunya Penulis telah menerima bantuan informasi dari teman – teman sebagai bahan diskusi sebagai tambahan bagi Penulis dalam penyempurnaan makalah ini tentunya. Tak lupa Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Eva Yuniritha yang telah memberi tema yang menarik dan tentunya bermanfaat bagi Penulis dan insya Allah bagi pembaca lainya juga.&lt;br /&gt; Sebagai suatu permulaan dalam meniti ilmu pengetahuan yang baru, Penulis merasa membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari Pembaca sekalian demi tercapainya kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Atas kritik dan sarannya, penulis ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, 10 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;BAB I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;B. PERMASALAHAN&lt;br /&gt;C. TUJUAN&lt;br /&gt;BAB II. ISI&lt;br /&gt;A. DEFINISI&lt;br /&gt;B. EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;C. ETIOLOGI, PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN&lt;br /&gt;BAB III. PENUTUP&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;ALERGI ternyata merupakan kumpulan penyakit yang cukup sering dijumpai di masyarakat. "Sekitar 20 persen penduduk pernah menderita alergi," kata spesialis paru RS Gading Pluit, dr Irwandi R SpP. &lt;br /&gt;Di samping aspek genetik dan lingkungan sebagai pemicu, rupanya permeabilitas saluran cerna juga turut berpengaruh. Konsekuensinya, bayi lebih rentan terkena alergi, mengingat kondisi saluran cernanya belum sempurna. Itulah sebabnya, bayi disarankan diberi ASI (air susu ibu) eksklusif, setidaknya hingga usia 6 bulan. &lt;br /&gt;Pada dasarnya, tidak ada bayi yang alergi ASI. Kalaupun didapati gejala seperti bayi sering menangis tanpa sebab, sebenarnya bukan disebabkan ASI-nya, melainkan makanan yang dikonsumsi ibunya selama menyusui. Untuk itu, ibu menyusui harus benar-benar memperhatikan pola makannya. &lt;br /&gt;Nah, bayi yang tidak mendapat ASI biasanya digantikan dengan susu sapi. Padahal, di Indonesia susu sapi merupakan penyebab alergi terbanyak, terutama pada bayi. "Susu sapi yang merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupannya berpotensi menimbulkan reaksi alergi yang pertama kali, dengan gejala-gejala pada saluran cerna seperti diare dan muntah," ungkap Dr Zakiudin Munasir SpA(K). &lt;br /&gt;Alergi akibat protein susu sapi (baik dalam bentuk es krim, keju, atau kue) bisa menetap sampai akhir masa kanak-kanak. Namun,anak yang alergi susu sapi belum tentu alergi terhadap daging sapi maupun bulu sapi. Telur ayam juga sering kali menjadi allergen, terutama pada anak yang menderita dermatitis atopik. &lt;br /&gt;Kacang kedelai dan sejenisnya mempunyai sifat alergenitas yang rendah sehingga sering digunakan sebagai pengganti susu sapi pada anak yang alergi terhadap susu sapi, namun sifat allergenitas ini bisa dikurangi dengan cara memanaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pengobatan alergi, dokter biasanya memberikan obat-obatan seperti antihistamin dan kortikosteroid (baik yang diberikan lewat mulut, suntikan, maupun inhalasi) untuk memperkuat dinding sel mast dalam tubuh pasien. "Obat-obatan umumnya hanya menghilangkan gejala-gejala tanpa menghilangkan faktor penyebabnya. Jadi, sembuhnya kerap hanya sementara," ungkap Irwandi. &lt;br /&gt;Sementara itu, imunoterapi dilakukan dengan menyensitisasi. Caranya, kulit si pasien dipapari allergennya sedikit demi sedikit sehingga lama-lama menjadi kebal (tollerance). Dr Wesley Burks, dalam tulisan yang dipublikasikan di Lancet Medical Journal baru-baru ini juga mengemukakan tentang kemungkinan terobosan baru imunoterapi untuk alergi kacang. &lt;br /&gt;"Seperti halnya terapi lainnya, terapi ini nantinya akan mengubah respons kekebalan terhadap kacang-kacangan dari yang tadinya alergi menjadi nonalergi," katanya. &lt;br /&gt;Sebagai bahan untuk imunoterapi, Burks mengusulkan menggunakan genetik protein yang terkandung dalam kacang-kacangan itu sendiri. Ia optimistis akan metode tersebut, mengingat bukti keberhasilan penerapan metode yang sama, misalnya percobaan herbal China terhadap hewan.&lt;br /&gt;"Rancangan genetik ini juga memungkinkan terciptanya jenis kacang bebas alergi," ungkapnya. &lt;br /&gt;Selain obat dan imunoterapi, upaya menghapus alergi juga bisa ditempuh melalui alat yang berprinsip pada terapi bioresonansi. Dasar pengobatan alat asal Jerman yang disebut Bicom 2000 ini menggunakan pendekatan ilmu fisika, yaitu gelombang atau kuantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERMASALAHAN&lt;br /&gt;Banyak masyarakat di sekitar kita yang belum paham dan mengerti sesungguhnya konsep penyakit Alergi tersebut, bahkan ada yang menyamakan setiap jenis alergi yang timbul oleh faktor – faktor yang tidak jelas. Jadi disini Pnulis ingin menyajikan serangkaian informasi yang mudah – mudahan bermanfaat bagi Pembaca dan Penulis khususnya beserta solusi yang tepat untuk mengatasi Alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TUJUAN PENULISAN&lt;br /&gt;• Agar masyarakat mengerti dan mengetahui jenis – jenis Penyakit ALERGI beserta cara mengatasi penyakit tersebut&lt;br /&gt;• Agar masyarakat tidak menyamakan setiap jenis penyakit Alergi yang bisa mengakibatkan penyakit bertambah parah karena pengobatan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DEFINISI&lt;br /&gt;Berdasarkan Wikipedia Indonesia, maka Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;Alergi dapat berkembang pada umur berapa saja, kemungkinan bahkan didalam kandungan. Mereka umumnya terjadi pada anak-anak namun mungkin dapat menimbulkan gejala-gejala untuk pertama kalinya pada waktu dewasa. Asma mungkin berlangsung lama pada orang-orang dewasa sedangkan alergi hidung cenderung berkurang di usia tua.&lt;br /&gt;Beberapa orang sensitif (peka) terhadap allergen-allergen tertentu dimana, sebagian orang yang lain tidak peka? Mengapa orang-orang alergi menghasilkan lebih banyak IgE dari pada yang tidak alergi? Kelihatannya faktor utama yang membedakannya adalah keturunan. Untuk beberapa waktu, telah diketahui bahwa kondisi-kondisi alergi cenderung berkelompok/berkerumun didalam keluarga-keluarga. Risiko anda sendiri mengembangkan alergi berhubungan dengan sejarah alergi dari orang tua anda. Jika tidak ada satupun orang tua anda alergi, kesempatan anda mendapat alergi adalah kira-kira 15%. Jika satu orang tua alergi, risiko anda meningkat sampai 30% dan jika kedua-duanya alergi, risiko anda lebih besar dari 60%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun anda mungkin mewarisi kecenderungan mengembangkan alergi, anda mungkin kenyataanya tidak pernah mempunyai gejala-gejala. Anda juga tidak seharusnya mewarisi alergi yang sama atau penyakit-penyakit yang sama seperti orang tua anda. Masih belum jelas apa yang menentukan bahan-bahan apa yang memicu suatu reaksi pada orang yang alergi. Apalagi, penyakit-penyakit yang mana mungkin dapat berkembang atau berapa beratnya gejala-gejala yang mungkin terjadi, belum diketahui.&lt;br /&gt;Potongan utama lainnya dari teka-teki alergi adalah lingkungan. Adalah jelas bahwa anda harus mempunyai suatu tendensi genetik dan di ekspose pada suatu allergen sehingga mengembangkan suatu alergi. Sebagai tambahan, lebih hebat dan ber-ulang-ulang ekspose pada suatu allergen dan lebih awal terjadi didalam kehidupan, lebih mungkin suatu alergi akan berkembang.&lt;br /&gt;Ada pengaruh-pengaruh penting lainnya yang dapat berkomplot untuk menyebabkan kondisi-kondisi alergi. Beberapa dari ini termasuk merokok, polusi, infeksi, dan hormon-hormon.&lt;br /&gt;Suatu alergi merujuk pada suatu reaksi berlebihan oleh sistim imun kita sebagai tanggapan pada kontak badan dengan bahan-bahan asing tertentu. Berlebihan karena bahan-bahan asing ini umumnya dipandang oleh tubuh sebagai sessuatu yang tidak membahayakan dan tidak terjadi tanggapan pada orang-orang yang tidak alergi. Tubuh-tubuh dari orang-orang yang alergi mengenali bahan asing itu dan sebagian dari sistim imun diaktifkan. Bahan-bahan alergi disebut "allergens". Contoh-contoh dari allergens termasuk serbuk sari, tungau, jamur-jamur, dan makanan-makanan. Untuk mengerti bahasa alergi adalah sangat penting untuk mengingat bahwa allergens adalah bahan-bahan yang asing terhadap tubuh dan dapat menyebabkan suatu reaksi alergi pada orang-orang tertentu. &lt;br /&gt;Ketika suatu allergen bersentuhan dengan tubuh, dia menyebabkan sistim imun untuk mengembangkan suatu reaksi alergi pada orang yang alergi terhadapnya. Ketika anda bereaksi secara tidak sesuai pada alergen yang umumnya tidak berbahaya pada orang-orang lain, anda mempunyai suatu reaksi alergi dan dapat dirujuk sebagai alergi atau atopik. Oleh karananya, orang-orang yang cenderung mendapat alergi disebut alergi atau atopik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter anak austria bernama Clemens Pirquet (1874-1929) pertamakali menggunakan istilah alergi. Ia merujuk pada kedua imunitas yang menguntungkan dan hipersensitifitas yang berbahaya sebagai alergi. Kata alergi berasal dari kata-kata Greek "allos," yang berarti berbeda atau berubah dan "ergos," berarti bekerja atau beraksi. Alergi secara garis besar dirujuk sebagai suatu "reaksi yang berubah". Kata alergi pertama kali digunakan pada tahun 1905 untuk menggambarkan reaksi-reaksi yang merugikan dari anak-anak yang diberikan suntikan-suntikan berulang dari serum kuda untuk melawan infeksi. Tahun berikutnya, istilah alergi diusulkan untuk menerangkan kereaktifan yang berubah yang tidak diharapkan ini. &lt;br /&gt;Fakta-fakta Alergi&lt;br /&gt;• Diperkirakan sekitar 50 juta penduduk Amerika dipengaruhi oleh kondisi-kondisi alergi. &lt;br /&gt;• Biaya dari alergi di Amerika adalah lebih dari US$ 10 milyar setiap tahunnya. &lt;br /&gt;• Alergi rhinitis (alergi hidung) mempengaruhi sekitar 35 juta penduduk Amerika, 6 juta darinya adalah anak-anak. &lt;br /&gt;• Asma mempengaruhi 15 juta penduduk Amerika, 5 juta darinya adalah anak-anak. &lt;br /&gt;• Angka dari kasus-kasus asma berlipat ganda selama 20 tahun terakhir. &lt;br /&gt;3. ETIOLOGI&lt;br /&gt;Untuk membantu menjawab pertanyaan ini, marilah kita lihat pada beberapa contoh-contoh rumah tangga yang umum. Beberapa bulan setelah kedatangan seekor kucing didalam rumah, ayah mulai mendapat mata-mata yang gatal dan episode-episode dari bersin. Satu dari tiga anak mengembangkan batuk dan mencuit-cuit, terutama ketika kucing itu masuk kedalam kamar tidurnya. Ibu dan kedua anak lainnya tidak mengalami reaksi apa saja terhadap kehadiran kucing. Bagaimana kita menjelaskan ini ? &lt;br /&gt;Sistim imun adalah mekanisme pertahanan yang diorganisir oleh tubuh melawan penyerbu-penyerbu asing, terutama infeksi-infeksi. Pekerjaannya adalah mengenali dan bereaksi terhadap bahan-bahan asing ini, yang disebut antigens. Antigens adalah bahan-bahan yang mampu menyebabkan produksi dari antibodi-antibodi. Antigens mungkin dapat atau tidak dapat menjurus pada reaksi alergi. Allergens adalah antigens tertentu yang menyebabkan suatu reaksi alergi dan produksi dari IgE. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari sistim imun adalah memobilisasi kekuatannya pada tempat penyerangan dan menghancurkan musuh. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menciptakan protein-protein pelindung yang disebut antibodi-antibodi yang khusus ditujukan melawan bahan-bahan asing tertentu. Antibodi-antibodi ini, atau immunoglobulins (IgG, IgM, IgA, IgD), adalah pelindung dan membantu menghancurkan suatu partikel asing dengan melekatkan dirinya pada permukaannya, dengan begitu membuat mudah sel-sel imun lainnya untuk menghancurkannya. Bagaimanapun orang yang alergi, mengembangkan suatu tipe spesifik dari antibodi yang disebut immunoglobulin E, atau IgE, sebagai tanggapan pada suatu bahan asing tertentu yang umumnya tidak berbahaya, seperti dander kucing. Ringkasannya, immunoglobulins adalah suatu grup dari molekul-molekul protein yang bekerja sebagai antibodi-antibodi. Ada 5 macam tipe-tipe yang berbeda: IgA, IgM, IgG, IgD, dan IgE. IgE adlah antibodi alergi. &lt;br /&gt;Pada contoh binatang kucing, ayah dan anak perempuan termuda mengembangkan antibodi-antibodi IgE dalam jumlah besar yang ditujukan melawan allergen kucing, dander kucing. Ayah dan anak perempuan kini menjadi sensitif atau cenderung untuk mengembangkan reaksi-reaksi alergi pada ekspose yang berikutnya dan berulang pada allergen kucing. Secara khas, ada suatu periode "sensitifitas" yang berkisar dari bulanan sampai tahunan sebelum suatu reaksi alergi. Walaupun mungkin adakalanya terjadi reaksi alergi pada ekspose pertama kali pada allergen, pasti sebelumnya ada kontak sehingga sistim imun bereaksi dengan cara ini. &lt;br /&gt;IgE adalah suatu antibodi yang dimiliki oleh kita semua dalam jumlah kecil. Orang-orang yang alergi, bagaimanapun, menghasilkan IgE dalam jumlah yang besar. Secara normal, antibodi ini penting dalam melindungi kita dari parasit-parasit, namun tidak dari dander kucing atau allergens. Selama periode sensitifitas, IgE dander kucing diproduksi berlebihan dan melapisi sel-sel tertentu yang berpotensi meledak yang mengandung bahan-bahan kimia. Sel-sel ini mampu menyebabkan suatu rekasi alergi pada ekspose berikutnya pada dander. Ini disebabkan oleh reaksi dari dander kucing dengan dander IgE mengiritasi sel-sel dan menjurus pada pelepasan beragam bahan-bahan kimia, termasuk histamine. &lt;br /&gt;Bahan-bahan kimia ini, pada gilirannya, menyebabkan peradangan dan gejala-gejala alergi yang khas. Ini adalah bagaimana sistim imun menjadi berlebihan dan disiapakn untuk menyebabkan suatu reaksi alergi ketika distimulasi oleh suatu allergen. &lt;br /&gt;Waktu ekspose pada dander kucing, ibu dan kedua anak lainnya menghasilkan klas-klas antibodi-antibodi lainnya, tidak satupun darinya menyebabkan reaksi alergi. Dalam anggota keluarga yang tidak alergi, partikel-partikel dander dieliminasi oleh sistim imun dan kucing itu tidak ada pengaruhnya pada mereka. &lt;br /&gt;Berdasarkan jenisnya, maka Alergi dibedakan atas :&lt;br /&gt;Alergi &amp; Intoleransi Makanan&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu. Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan, tetapi merupakan setiap efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal, sistem kekebalan mempertahankan tubuh melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri, virus dan racun. &lt;br /&gt;Kadang suatu respon kekebalan dipicu oleh suatu zat (alergen) yang biasanya tidak berbahaya dan terjadi alergi. Penyebab dari alergi makanan tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makanan bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi. &lt;br /&gt;Reaksi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau fatal, tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi. &lt;br /&gt;Alergi makanan sering terjadi. Sistem kekebalan melepaskan antibodi dan zat-zat (termasuk histamin) sebagai respon terhadap masuknya makanan tertentu. &lt;br /&gt;Gejalanya bisa terlokalisir di lambung dan usus atau bisa menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala biasanya akan timbul dengan segera, jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tertentu. &lt;br /&gt;Alergi makanan seringkali menyerupai keadaan lainnya, seperti intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu), irritable bowel syndrome, respon terhadap stres emosi atau stres fisik, pencemaran makanan oleh racun (keracunan makanan) dan penyakit lainnya. &lt;br /&gt;Alergi makanan berbeda dengan penyakit-penyakit tersebut karena pada alergi makanan dilepaskan antibodi, histamin dan zat-zat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang seringkali menyebabkan alergi: &lt;br /&gt;- kerang-kerangan (kepitin, lobster, udang) &lt;br /&gt;- kacang-kacangan &lt;br /&gt;- kacang tanah &lt;br /&gt;- buah-buahan (melon, strawberi, nanas dan buah tropis lainnya) &lt;br /&gt;- tomat &lt;br /&gt;- pewarna, penyedap makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang sering menyebabkan intoleransi: &lt;br /&gt;- terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten &lt;br /&gt;- protein susu sapi &lt;br /&gt;- hasil olahan jagung. &lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi: &lt;br /&gt;- tenggorokan terasa gatal &lt;br /&gt;- anafilaksis &lt;br /&gt;- nyeri perut &lt;br /&gt;- perut keroncongan &lt;br /&gt;- diare &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mual &lt;br /&gt;- muntah &lt;br /&gt;- kram perut &lt;br /&gt;- perut kermbung &lt;br /&gt;- rasa gatal di mulut, tenggorokan, mata, kulit atau bagian tubuh lainnya &lt;br /&gt;- kaligata (urtikaria &lt;br /&gt;- angioedema (kaligata di kelopak mata, bibir) &lt;br /&gt;- sakit kepala &lt;br /&gt;- hidung tersumbat &lt;br /&gt;- hidung meler &lt;br /&gt;- sesak nafas &lt;br /&gt;- bengek (mengi) &lt;br /&gt;- kesulitan menelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan timbulnya gejala-gejala setelah penderita memakan makanan tertentu. Pada pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop bisa terdengar bunyi pernafasan mengi. Peningkatan antibodi atau immunoglobulin (terutaman IgE) semakin memperkuat diagnosis alergi. &lt;br /&gt;Untuk menentukan penyebab terjadinya alergi, bisa dilakukan pemeriksaan berikut: &lt;br /&gt;•  Penyisihan makanan (makanan yang dicurigai disingkirkan sampai gejalanya menghilang, setelah itu makanan tersebut kembali diberikan kepada penderita untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi) &lt;br /&gt;•  Diet provokasi makanan &lt;br /&gt;•  Tes kulit untuk alergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOBATAN&lt;br /&gt;Pengobatannya bervariasi, tergantung kepada jenis dan beratnya gejala. &lt;br /&gt;Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan menghindari reaksi alergi di masa yang akan datang. Gejala yang ringan atau terlokalisir mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian. &lt;br /&gt;Antihistamin bisa meringankan berbagai gejala. Untuk gejala yang berat, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dan epinefrin (adrenalin). &lt;br /&gt;PENCEGAHAN&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk mencegah terjadinya reaksi alergi di masa yang akan datang adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi.&lt;br /&gt;Alergi Fisik&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Alergi Fisik adalah suatu keadaan dimana gejala-gejala alergi timbul sebagai respon terhadap rangsangan fisik yang bisa berupa dingin, cahaya matahari, panas atau cedera ringan. Sistem kekebalan dirancang untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme yang berbahaya, misalnya kuman penyakit. Kadang sistem kekebalan mengalami kekacauan dan menyerang benda asing yang tidak berbahaya sehingga menimbulkan kerugian bukannya keuntungan. Keadaan ini disebut dengan alergi (jika yang diserang berasal dari luar tubuh, misalnya serbuk bunga atau sengatan lebah) dan disebut autoimun (jika menyerang komponen tubuh sendiri). &lt;br /&gt;Sistem kekebalan biasanya hanya memberikan respon terhadap zat kimia tertentu, yang disebut protein. Tetapi zat non-proteinpun bisa memicu terjadinya respon yang sama. &lt;br /&gt;Alergi fisik terjadi jika reaksinya tidak dipicu oleh suatu protein. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Penyebabnya bisa berupa: &lt;br /&gt;•  Cedera ringan (misalnya garukan) menyebabkan timbulnya bentol-bentol yang terasa gatal (urtikaria). Adanya urtikaria ini merupakan suatu keadaan yang disebut dengan dermografisme. &lt;br /&gt;•  Dingin bisa merubah protein tertentu di dalam darah sehingga terjadi reaksi kekebalan. Hal ini bisa menunjukkan bahwa terdapat protein abnormal di dalam darah yang berasal dari kelainan sumsum tulang. &lt;br /&gt;Reaksi ini juga bisa melibatkan paru-paru dan sistem peredaran darah sehingga timbul gejala bunyi nafas mengi (wheezing) dan pingsan. &lt;br /&gt;•  Alergi terhadap panas bisa disebabkan oleh olah raga atau bahkan oleh emosi yang kuat (pada orang-orang yang peka). &lt;br /&gt;•  Sinar matahari (meskipun tanpa obat-obatan) menyebabkan timbulnya urtikaria. Keadaan ini bisa merupakan gejala dari porfiria (suatu kelainan metabolisme yang sifatnya diturunkan). &lt;br /&gt;•  Elemen (misalnya nikel dan kromium), meskipun bukan merupakan protein, sering menyebabkan ruam kulit; alergi yodium bisa menyebabkan timbulnya ruam kulit dan luka di mulut. &lt;br /&gt;•  Tekanan atau getaran juga bisa menyebabkan urtikaria. &lt;br /&gt;•  Kontak dengan air bisa menyebabkan urtikaria akuagenik, kemungkinan karena adanya klorin atau mineral lainnya di dalam air. &lt;br /&gt;Jika reaksi peradangan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam maka keadaannya disebut angioedema. Kulit, terutama kulit bibir dan kelopak mata membengkak; hal ini bisa juga melibatkan lidah, tenggorokan dan sebagian saluran pencernaan. &lt;br /&gt;Angioedema bisa disebabkan oleh agen fisik, tetapi penyebabnya seringkali tidak diketahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Gejala yang sering ditemukan adalah gatal-gatal, bintik-bintik di kulit dan kaligata. &lt;br /&gt;Pada beberapa penderita terjadi penyempitan saluran pernafasan sehingga mereka mengalami kesulitan bernafas. &lt;br /&gt;Reaksi yang kuat terhadap cahaya matahari (fotosensitivitas) bisa menyebabkan kaligata dan bintik-bintik kulit yang tidak biasa. &lt;br /&gt;Fotosensitivitas juga bisa terjadi akibat pemakaian beberapa obat tertentu secara bersamaan atau akibat bahan yang dioleskan ke kulit. &lt;br /&gt;Seseorang yang sangat sensitif terhadap panas bisa mengalami urtikaria kolinergik, yang ditandai dengan adanya bilur-bilur kecil yang dikelilingi oleh cincin berwarna merah dan terasa sangat gatal. &lt;br /&gt;Urtikaria kolinergik juga bisa terjadi akibat olah raga, stres emosional atau berbagai kegiatan yang menyebabkan keluarnya keringat. &lt;br /&gt;Orang yang peka terhadap dingin, jika terkena cuaca dingin bisa mengalami kaligata, pembengkakan kulit, asma atau hidung meler dan hidung tersumbat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA&lt;br /&gt;Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan gejala-gejalanya. &lt;br /&gt;Untuk mengetahui penyebabnya, bisa dilakukan tes kulit dan pemeriksaan terhadap fotosensitivitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOBATAN&lt;br /&gt;Antihistamin biasanya bisa meringankan gatal-gatal (contohnya diphenhydramine, cyproheptadine atau hikroksizin). &lt;br /&gt;Cyproheptadine sangat efektif untuk mengatasi kaligata akibat dingin dan hidroksizin untuk kaligata akibat stress. Orang yang sangat peka terhadap sinar matahari sebaiknya menggunakan tabir surya dan menghindari sinar matahari sebanyak mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa gatal juga bisa diatasi dengan kompres dingin atau salep/bedak yang mengandung mentol, kamper, minyak ekaliptus , lidah buaya, antihistamin maupun kortison. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENCEGAHAN&lt;br /&gt;Jika sumber penyebabnya telah diketahui, maka alergi bisa dicegah dengan cara menghindarinya atau melindungi diri dari alergen tersebut.&lt;br /&gt;Reaksi Alergi Akibat Olah Raga&lt;br /&gt; DEFINISI&lt;br /&gt;Pada beberapa orang, olah raga bisa menyebabkan serangan asma atau reaksi anafilaktik akut. Asma merupakan salah satu jenis reaksi alergi akibat olah raga yang abnormal. Asma akibat olah raga seringkali terjadi pada penderita asma, tetapi ada juga beberapa orang mengalami asma hanya setelah berolah raga. &lt;br /&gt;Rasa sesak di dada disertai dengan bunyi nafas mengi dan sesak nafas timbul dalam waktu 5-10 menit setelah melakukan olah raga berat, tetapi biasanya timbul setelah selesai berolah raga. Asma akibat olah raga cenderung terjadi jika cuaca dingin dan kering.&lt;br /&gt;Anafilaksis akibat olah raga bisa terjadi setelah melakukan olah raga berat. &lt;br /&gt;Pada beberapa penderita, anafilaksis timbul hanya jika sebelum berolah raga penderita memakan makanan atau obat-obatan tertentu. Obat yang paling sering menyebabkan anafilaksis akibat olah raga adalah Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid. Makanan yang dapat menyebabkan anafilaksis akibat olah raga adalah makanan laut, gandum, celery dan keju. &lt;br /&gt;Tujuan pengobatan pada asma akibat olah raga adalah agar penderita bisa melakukan olah raga tanpa harus mengalami asma sesudahnya. &lt;br /&gt;Hal ini bisa dicapai dengan cara menghirup obat beta-adrenergik sekitar 15 menit sebelum berolah raga. Kadang digunakan kromolin. Orang-orang yang mengalami anafilaksis akibat olah raga sebaiknya menghindari olah raga maupun makanan yang diketahui dapat memicu timbulnya gejala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penderita mengatasinya dengan cara meningkatkan secara perlahan berat dan lamanya olah raga sehingga mereka lebih dapat mentoleransinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Alergi&lt;br /&gt; DEFINISI&lt;br /&gt;Reaksi Alergi (Reaksi Hipersensitivitas) adalah reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera/terluka. Mekanisme dimana sistem kekebalan melindungi tubuh dan mekanisme dimana reaksi hipersensitivitas bisa melukai tubuh adalah sama. Karena itu reaksi alergi juga melibatkan antibodi, limfosit dan sel-sel lainnya yang merupakan komponen pelindung yang normal pada sistem kekebalan, &lt;br /&gt;Macam-macam reaksi alergi: &lt;br /&gt;•  Rinitis Alergika Musiman &lt;br /&gt;•  Rinitis Alergika Pereneal &lt;br /&gt;•  Konjungtivitis Alergika &lt;br /&gt;•  Alergi &amp; Intoleransi Makanan &lt;br /&gt;•  Anafilaksis &lt;br /&gt;•  Kaligata (Urtikaria) &lt;br /&gt;•  Angioedema Herediter &lt;br /&gt;•  Mastositosis &lt;br /&gt;•  Alergi Fisik &lt;br /&gt;•  Reaksi Alergi Akibat Olah Raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Istilah reaksi alergi digunakan untuk menunjukkan adanya reaksi yang melibatkan antibodi IgE (immunoglobulin E). Ig E terikat pada sel khusus, termasuk basofil di dalam sirkulasi darah dan sel mast di dalam jaringan. Jika antibodi IgE yang terikat dengan sel-sel tersebut berhadapan dengan antigen (dalam hal ini disebut alergen), maka sel-sel tersebut didorong untuk melepaskan zat kimia yang melukai jaringan di sekitarnya. &lt;br /&gt;Alergen bisa berupa partikel debu, serbuk tanaman, obat atau makanan, yang bertindak sebagai antigen yang merangsang terajdinya respon kekebalan. Kadang istilah penyakit atopik digunakan untuk menggambarkan sekumpulan penyakit keturunan yang berhubungan dengan IgE, seperti rinitis alergika dan asma alergika. &lt;br /&gt;Penyakit atopik ditandai dengan kecenderungan untuk menghasilkan antibodi IgE terhadap inhalan (benda yang terhirup, seperti serbuk bunga, bulu binatang, partikel debu) yang tidak berbahaya. &lt;br /&gt;Eksim (dermatitis atopik) juga merupakan suatu penyakit atopik meskipun peran IgE dalam penyakit ini tidak begitu jelas. &lt;br /&gt;Meskipun demikian, seseorang yang menderita penyakit atopik tidak memiliki resiko membentuk antibodi IgE terhadap alergen yang disuntikkan (misalnya obat atau racun serangga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Reaksi alergi bisa bersifat ringan atau berat. Kebanyakan reaksi terdiri dari mata berair, mata terasa gatal dan kadang bersin. &lt;br /&gt;Pada reaksi yang esktrim bisa terjadi gangguan pernafasan, kelainan fungsi jantung dan tekanan darah yang sangat rendah, yang menyebabkan syok. Reaksi jenis ini disebut anafilaksis, yang bisa terjadi pada orang-orang yang sangat sensitif, misalnya segera setelah makan makanan atau obat tertentu atau setelah disengat lebah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&g
